Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
91. HATI YANG LAIN


__ADS_3

Semakin hari Nathan dan Rania semakin dekat, banyak mahasiswa di kampus yang mengira mereka memiliki hubungan yang spesial, begitu juga dengan para sahabat mereka, Chika, Rasya dan Rio mengira juga demikian.


Kevin yang tak lagi mampu membendung lagi perasaannya, semakin terbakar api cemburu dengan kedekatan mereka yang begitu intim.


Perasaan yang aneh sulit untuk diartikan juga dirasakan oleh Chika. Sorot matanya enggan beralih dari sosok yang telah mencuri hatinya.


"Kamu suka dengan Nathan? ungkapkan saja jangan sampai terlambat, kamu akan menyesalinya nanti", celetuk Rania saat berada di taman kampus.


Chika yang terus menatap Nathan dari kejauhan pun gelagapan saat Rania menepuk bahunya.


"Ran, kamu ngagetin aja", saut Chika asal.


"Sudah kamu ungkapkan saja apa yang ada di dalam hatimu, aku tahu kamu suka kan sama Nathan?", jelas Rania.


"Ak..kkuu.. Aku", Chika terbata-bata.


"Chika, jika kita suka sama seseorang maka ungkapkan lah, kamu jangan pikirkan hasilnya, yang penting itu usahanya, jika memang hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita, yang penting kita sudah mengungkapkan apa yang menjadi keinginan kita, karna jika kita tidak mengungkapkannya maka orang itu tidak akan tahu apa yang kita rasakan terhadap orang yang kita sukai", ungkap Rania sambil menghembuskan nafas kasarnya sebab hatinya belum berdamai dengan masa lalunya.


"Maafkan aku Ran", saut Chika.


"Minta maaf untuk apa?, kamu tidak salah apa-apa Chik", ujar Rania bingung.


"Maaf karna aku tidak bisa mengendalikan perasaanku, jika sebenarnya aku telah lama menaruh hati kepada Nathan", ungkap Chika.


"Kenapa kamu harus meminta maaf padaku?, itu hal yang manusiawi jika seorang wanita menyukai seorang pria, letak salahnya dimana?", tanya Rania.


"Bukankah kalian selama ini memiliki hubungan yang spesial?", Chika balik bertanya.


Seketika itu juga Rania tertawa terbahak, kala mendengar ucapan Chika.


"Jadi, kamu mengira aku ada hubungan spesial dengan Nathan?", ujar Rania yang masih terpingkal.


Chika hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya.


"Chika, aku dan Nathan itu hanya sekedar sahabat tidak lebih dan jika hubungan kami kelihatan spesial memang, karena dia adalah anak angkat mendiang ayahku, secara gak langsung dia juga saudara angkatku ", ungkap Rania.


Tapi kenyataannya tidak begitu Ran, Nathan sungguh menyukaimu bukan sebagai sahabat tapi seperti seorang kekasihnya. Bathin Chika.

__ADS_1


"Chik, percayalah aku dan Nathan tidak ada hubungan yang spesial, ungkapkan lah isi hatimu karena jika tidak kamu ungkapkan Nathan tidak akan tahu jika kamu menyukainya", Rania berhenti sejenak sebelum mulai kata-katanya.


"Aku pernah berada di posisimu, suka pada seseorang namun aku tidak berani mengungkapkannya, aku takut jika setelah aku mengungkapkannya, hubungan diantara kami menjadi renggang", lanjut Rania.


"Hingga akhirnya kami berpisah dan hingga kini kami belum pernah bertemu kembali dan menyisakan cerita yang belum selesai diantara kami, sampai aku mendengar kabar bahwa dia telah memilih hati lain sebagai tambatan hatinya", ungkap Rania berusaha meredam kemelut di hatinya.


"Apakah kini kamu telah membuka hati untuk hati yang lain?", tanya Chika.


"Sempat aku mencoba namun gagal", saut Rania.


"Apa kamu begitu mencintainya?", tanya Chika kembali.


"Ya, aku sangat mencintainya", jawab Rania.


"Sampai saat ini?", selidik Chika.


"Tidak, aku mencintainya sampai aku tahu jika dia telah menerima hati yang lain", saut Rania tenang.


"Apakah kalian saling mencintai?", Chika Semakin penasaran.


"Ya kami saling mencintai, namun diantara kami tidak ada yang berani untuk mengungkapkannya karena kami takut kehilangan", ungkap Rania.


"Makanya, aku saranin ungkapin aja isi hatimu, sebelum semuanya terlambat nanti nyesel seperti aku", lanjut Rania menyemangati Chika sahabatnya.


****


Saat istirahat tiba, Kevin yang sudah penasaran dengan hubungan yang terjalin diantara Nathan dan Rania, memutuskan untuk menemui sahabatnya di kantor Kenan.


Perjalanan menuju kantor Kenan tidak terlalu memakan waktu, sekitar setengah jam perjalanan Kevin pun tiba di halaman kantor Kenan.


Para karyawan di perusahaan Kenan, sudah mengenal Kevin sebagai salah satu orang terdekat big bos mereka, jadi Kevin langsung masuk saja tanpa harus membuat janji terlebih dahulu.


"Selamat siang Ken", sapa Kevin setelah sebelumnya mengetuk pintu.


"Hai Vin, ayo masuk, tumben ada apa kamu datang kemari?", tanya Kenan yang merasa heran kepada sahabatnya, setelah lama dia tidak pernah datang ke kantornya lagi.


"Apa aku mengganggu waktumu?", tanya Kevin hati-hati.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, aku akan selalu meluangkan waktuku untukmu", saut Kenan santai.


"Langsung aja ya Ken, aku gakkan berbasa-basi lagi", ujar Kevin sebelum meneruskan kata-katanya.


"Ken, aku pernah pergoki kamu menjemput salah satu mahasiswi ku, sekitar beberapa Minggu yang lalu", ucap Kevin memulai maksudnya.


"Lalu?", tanya Kenan yang sudah mulai curiga jika Kevin akan membahas tentang adiknya.


"Ada hubungan apa kamu dengan gadis itu?", tanya Kevin langsung.


"Oh gadis culun itu, aku hanya ingin iseng aja sih sama dia, tapi ternyata dia sudah punya hati yang lain", saut Kenan sekenanya, dia ingin tahu reaksi apa yang akan Kevin perlihatkan.


Benar saja, Kevin langsung berang ketika mendengar jawaban dari Kenan yang dianggapnya telah melecehkan harga diri wanita, apalagi wanita itu merupakan gadis pujaan hatinya.


"Apa kamu bilang!, cuma mau isengin gadis itu, kamu sudah gak waras ya Ken?, ingat kamu itu punya adik perempuan bagaimana kalau ada cowok brengsek seperti kamu?", ungkap Kevin gusar.


"Apa masalahnya dengan kamu?, toh aku juga gak jadi mau ngisengin dia, karena dia sudah memiliki hati yang lain!", saut Kenan turut tersulut emosi.


"Apa maksud mu dengan kata memiliki hati yang lain?, apa dia telah memiliki kekasih?", selidik Kevin.


"Aku rasa begitu", saut Kenan memanas-manasi Kevin.


"Ini tidak boleh terjadi, bagaimanapun caranya aku harus merebutnya", ujar Kevin tanpa sadar.


"Siapa yang ingin kamu rebut?, dan kamu ingin merebutnya dari siapa?", selidik Kenan.


"Jujur Ken, aku menolak Nia sebagai pendamping hidupku karena aku telah jatuh hati pada gadis yang kau anggap culun itu, namanya Ran", ungkap Kevin.


Dugaan Kenan ternyata benar, Kevin menyukai Rania dengan penampilannya yang culun, yang menurut Kevin adiknya itu gadis yang mandiri, dewasa dan mampu melindungi dirinya sendiri.


"Apa kamu tahu gadis itu tinggal dimana?", selidik Kenan.


"Aku belum sampai tahap itu, bahkan gadis itu selalu jutek terhadap diriku, dia selalu mengatakan aku ini jangan bersikap sok baik, berpura-pura seolah tidak pernah terjadi apa-apa", jelas Kevin.


"Aku bingung Ken, padahal selama dua bulan ini aku tidak pernah bertemu dengannya, tapi ketika kami bertemu, wajahnya yang selalu terlihat teduh tampak begitu marah terhadapku, seperti aku telah melakukan kesalahan besar", ungkap Kevin.


"Apa kamu benar-benar tidak tahu siapa sosok Ran ini sebenarnya?, maksudku apa kamu tidak tahu siapa keluarganya, nama lengkapnya atau identitas lain tentang dirinya?", selidik Kenan memastikan.

__ADS_1


"Aku sungguh tidak mengetahuinya, data pribadinya pun tidak lengkap dalam kearsipan di kampus", saut Kevin.


***BERSAMBUNG***


__ADS_2