Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
88. SINGA BETINA...


__ADS_3

Pagi ini Rania sungguh sangat kesal dengan ulah Nadia dkk.


Moodnya dibuat hancur di hari pertama masuk kuliah, setelah sebulan lamanya mereka berlibur.


Untuk menghilangkan kekesalannya, Rania lalu pergi ke toilet untuk membasuh wajahnya yang sudah terasa panas.


Sebelum sampai di toilet, Rania berpapasan dengan Kevin di ujung koridor. Seorang lelaki tampan yang telah menolaknya demi seorang wanita yang tak lain adalah Rania yang culun. Namun Rania tidak mengetahuinya jika dirinyalah yang dimaksud oleh Kevin.


Dari kejauhan Kevin sudah memberikan senyuman menawannya kepada Rania, gadis pujaannya yang selalu mengusik hatinya bila sehari tidak berjumpa.


Namun sebaliknya, Rania sama sekali tidak menanggapi sambutan senyuman Kevin yang ditujukan untuknya. Hatinya masih terasa sakit atas penolakan yang dilakukan Kevin terhadap dirinya.


Sikap Rania yang terlihat acuh tak acuh membuat Kevin terpaksa menghentikan langkah kaki Rania ketika dia melintasinya.


"Ran apa kabar? bagaimana liburannya? seru!", tanya Kevin pada gadis yang selau membuat dirinya rindu kepayang.


"Sudahlah pak, jangan sok akrab dengan saya, perkara liburan saya menyenangkan atau tidak, itu tidak akan merubah apapun yang sudah terjadi, jadi saya harap anda jangan lagi mencoba bertanya tentang kehidupan pribadi saya", ungkap Rania semakin kesal.


"Ada apa dengan kamu RAN, mengapa kamu kelihatan kesal sekali padaku?" tanya Kevin yang heran dengan sikap Rania.


"Jaga batasan anda ya pak! ini dikampus tidak seharusnya kita berbicara seolah teman akrab", kali ini Rania berlalu meninggalkan Kevin yang termangu.


Hari pertama kuliah setelah masa liburan panjang semester genap tahun ini. Merupakan hari yang buruk bagi Rania, karena dihari dan diwaktu yang sama, Rania harus dihadapkan dengan orang-orang yang menyebalkan baginya.


Rania terus menyusuri koridor menuju toilet, tak sengaja Indra pendengarnya mencuri dengar percakapan seseorang dari via telepon, dari percakapan itu, seseorang itu memberi perintah untuk mencelakai seorang wanita.


Rania yang hatinya masih dibalut rasa marah, membuat pendengarannya tidak fokus terhadap apa yang didengarnya.


****


Jam sudah menunjukkan waktunya pulang, hari pertama di kampus, banyak mahasiswa yang baru melengkapi registrasi pembayaran semester ganjil selanjutnya. Ada pula mahasiswa yang mengurus pengambilan SKS untuk semester selanjutnya.


Siang ini Rania pulang sendiri sambil menunggu jemputan Kenan. Setelah dia menolak untuk ikut ajakan masing-masing dari Chika dan Nathan.


Hari semakin siang, jemputan pun belum kunjung datang, Rania memaksakan kakinya untuk melangkah pergi meninggalkan kampus.


Tanpa disadari oleh Rania ternyata Kevin mengikutinya secara diam-diam. Kevin merasa penasaran dan ingin tahu siapa sebenarnya gadis yang selama ini telah mencuri waktu tidurnya, yang kini sedang berjalan menyusuri jalanan sepi, gadis itu tak lain adalah Rania.

__ADS_1


Saat Kevin masih sibuk degan rasa penasarannya, tiba-tiba dari arah yang tak disangka-sangka, ada dua orang lelaki menghadang langkah Rania.


Salah satu diantara orang itu dikenali oleh Rania, orang yang pernah melukai tangannya.


"Ada urusan apa kalian menghalangi langkahku!", ketus Rania.


"Ingat nona urusan kita belum selesai", ucap salah satu diantara mereka.


"Aku tidak pernah merasa memiliki urusan dengan kalian, bahkan aku tidak mengenali kalian", saut Rania.


"Banyak omong!", ujar laki-laki yang baru dilihat Rania lalu mengayunkan tendangannya.


Rania yang sudah siaga sejak tadi, dapat menghindari serangan lawannya sehingga tendangan itu hanya mengayun ke udara.


Bersamaan dengan itu Kenan datang menjemput, betapa terkejutnya dia melihat adiknya berkelahi dari jarak yang belum begitu jauh dari gerbang kampus. Rania berkelahi dengan dua orang laki-laki dengan postur badan yang jauh lebih besar dari tubuhnya.


Ketika Kenan hendak turun dari mobil, dia tak sengaja melihat mobil sahabatnya bertengger di tepi jalan tidak jauh dari tempat adiknya berkelahi.


Kevin! sedang apa dia disitu?, bathin Kenan.


Mata Kenan terus memperhatikan mobil sahabatnya dengan berusaha menerka apa yang membuatnya berdiam diri di dalam mobil tanpa melakukan apapun, sampai akhirnya Kenan teringat sesuatu.


"Ternyata diam-diam, kamu pandai dalam ilmu bela diri dek, Abang semakin kagum sama kamu", ujar Kenan lirih mengagumi adiknya.


Perkelahian masih terus berlangsung, sampai pada akhirnya Rania menumbangkan salah satu diantara mereka, salah satu tangan mereka berhasil Rania patahkan.


Sebelum Rania melepaskan mereka, Rania memaksa mereka untuk membuka mulut untuk meyakinkan dugaannya tentang orang yang menyuruh mereka.


"Cepat katakan siapa yang menyuruh kalian untuk mencelakai ku!, jika tidak ingin leher kalian remuk oleh tanganku", ancam Rania.


"Kami hanya disuruha oleh anak bos kami, nona Nadia", ungkap lelaki yang tengah disandera oleh Rania.


Sementara temannya kesakitan dan tidak dapat menolong karena tangannya patah.


"Sekarang pergilah dan ingat jangan sampai aku melihat kalian lagi atau berani muncul dihadapan ku, jika itu terjadi maka aku tidak akan mengampuni kalian lagi, hari itu juga aku akan membuat kalian menyesal seumur hidup, mengerti!", bentak Rania.


Mereka mengangguk, lalu berlalu pergi setelah Rania melepaskannya.

__ADS_1


Ketika Rania menoleh kebelakang, dia terkejut karena Abang nya sudah berdiri tegak di samping mobil miliknya.


"Kak Kenan!", seru Rania lirih.


"Apa!, terkejut ada Abang disini dan melihat perkelahian mu?", selidik Kenan.


"Kak ini tidak seperti yang kak Kenan lihat, adek hanya membela diri", jelas Rania yang takut abangnya berpikir jika dia berkelahi.


"Siapa mereka?", tanya Kenan.


"Nanti adek akan jelaskan sama kakak, sekarang kita pulang aja yuk", ajak Rania sambil menghampiri abngnya dan bergelayut manja ditangan abangnya.


Kenan pun menuruti ajakan adiknya, sementara Kevin yang melihat dari jarak yang cukup dekat mulai terbakar api cemburu.


Tingkah Rania yang bergelayut manja, sukses membuat hatinya terbakar menahan rasa cemburu yang mulai menyeruak di hatinya.


Kali ini aku tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan hati mu RAN, dan maafkan aku Ken jika aku harus merebutnya dari mu. Bathin Kevin.


Kevin pun berlalu meninggalkan tempat itu, setelah beberapa menit yang lalu mobil Kenan yang membawa gadis pujaannya pergi entah kemana.


****


Dalam perjalanan pulang, pikiran Rania masih berkutat dengan permasalahan yang selalu menimpanya.


Lihat saja kamu Nadia, akan aku pastikan kamu akan menyesal telah berani mengusik singa betina keluar dari sangkarnya. Bathin Rania.


Kenan sejak tadi terus memperhatikan adiknya yang seakan banyak hal yang dipikirkan.


"Kamu kenapa dek? masih kepikiran sama Masalah perkelahian tadi?", selidik Kenan.


"Iya kak, setiap perkelahian yang terjadi sama adek itu, selalu ada dalangnya, kali ini adek gakkan kasih ampun sama orang itu kak", saut Rania.


"Siapa orang itu dek, apa Abang mengenalnya?", tanya Kenan penasaran.


***BERSAMBUNG***


Maaf ya readers, author lama tidak up karena ada urusan yang harus segera di selesaikan.

__ADS_1


HAPPY READING


__ADS_2