
"Abang, sekarang ayah tidak ingin lagi berbasa-basi padamu, kamu sudah saatnya menggantikan posisi ayah di perusahaan, karena ayah...". Kalimat Rudi menggantung merasakan sesak mendera dalam hatinya.
"Ayah kenapa?". Tanya Kenan khawatir melihat raut wajah ayahnya yang berubah.
******************************************************************
Kekhawatiran Kenan bukan tanpa alasan, melihat wajah ayahnya yang pucat pasi yang tersirat kegelisahan, membuat Kenan bertanya-tanya dalam hati.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan ayah, mengapa ayah kelihatannya gelisah sekali? apakah ini mengenai masalah di perusahaan? sepertinya tidak, karena kali ini wajah ayah seperti orang yang ketahuan sedang menyembunyikan sesuatu, tapi apa?". Begitu bnayak pertanyaan yang berkeliaran di otaknya hingga Kenan tidak fokus pada ayahnya dan Rudi menyadari akan hal itu.
"abang" suara rudi membuyarkan lamunan putranya. "abang dengarkan pesan ayah baik-baik untuk kali ini, sebagai anak lelaki satu-satunya dalam keluarga ATMAJA ayah sangat menaruh harapan besar di pundakmu nak, ayah ingin perusahaan kita semakin berkembang pesat di tanganmu dan ayah yakin kamu pasti bisa tapi untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah semudah kita membalikkan telapak tangan, banyak hal yang harus kamu pelajari dan tidak sedikit pula pasti banyak orang yang ingin menjatuhkanmu baik itu kawan ataupun lawan bisnismu". ucap rudi dan diangguki putranya sebagai jawaban bahwa putranya itu mengerti.
"seorang pemimpin bukan hanya mengatur karyawan tapi seorang pemimpin juga harus mau mendengarkan keluhan karyawan, mengayomi, mensejahterakan kehidupan karyawannya agar mereka semakin loyalitas terhadap perusahan, pemimpin juga harus bijaksana dalam bersikap, adil dalam bertindak, selalu utamakan kejujuran, maka katakanlah benar jika memang itu benar dan katakan salah jika memang itu salah jangan berlaku sebaliknya. dengan begitu orang akan segan terhadap mu nak. lanjut rudi dengan tenang namun kenan masih dapat menangkap raut kegelisahan di wajah ayahnya yang belum dia tahu apa penyebabnya.
"in sha allah yah, abang akan selalu ingat nasehat ayah dan abang mohon bimbingan dari ayah, jujur sebenarnya abang belum bisa sepenuhnya memegang perusahaan sendirian tanpa ada yang mendampingi, tapi abang janji akan berusaha sebisa mungkin sesuai dengan harapan ayah". janji kenan pasti kepada ayahnya.
mendengar penuturan anaknya yang begitu optimis membuat rudi semakin yakin bahwa anaknya memang bisa diandalkan.
"ayah yakin kamu mampu nak, meskipun tanpa di dampingi oleh ayah" senyum rudi mengembang berusaha meyakinkan putranya.
"satu lagi nak yang harus kamu tepati, laki-laki diciptakan itu sebagai khalifah (pemimpin) maka dari itu kamu harus mampu menjaga dan melindungi keselamatan para karyawan perusahaan terutama keluarga yang saat ini adalah bunda dan adikmu, mereka adalah perempuan yang sangat lemah meskipun terlihat kuat". tutur rudi
"ayah sebenarnya apa yang telah terjadi pada ayah dan apa yang belum abang ketahui tentang ayah". kenan memberanikan diri untuk bertanya namun dengan hati-hati.
__ADS_1
"kenapa nak?" rudi berusaha mencari tahu karena sedari tadi anaknya terus memperhatikannya beda.
"apakah ayah sedang menyembunyikan sesuatu? abang perhatikan dari tadi sepertinya ayah sedang gelisah, apa yang membebani ayah?" tanya kenan tenang.
ternyata kamu peka sekali nak, gumam rudi dalam hati.
karena tak kunjung menjawab pertanyaannya, kenanpun bertanya kembali.
"apakah ayah sakit? sakit apa yah?" pertanyaan kenan membuat ayahnya sedikit terkejut namun segera dia berusaha untuk tetap tenang, sayangnya kenan dapat menagkap keterkejutan ayahnya meskipun hanya sesaat.
"ayah baik-baik saja" jawab rudi tenang.
"abang bukan anak kecil lagi yah, ayah bisa membohongi bunda, adek atau orang-orang di rumah ini tapi tidak kepada kenan, abang tahu saat ini ayah sedang berbohong. sakit apa sebenarnya yah, mengapa ayah begitu gelisah?" suara kenan melemah.
"sakit apa yah? tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, ayah bisa berobat keluar negeri ataupun mendatangkan dokter ahli yang bisa menyembuhkan penyakit ayah jika di negara kita tidak ada". tutur kenan sedih
"semua sudah ayah lakukan nak, bahkan ayah sampai berobat ke beberapa negara, namun sirosis sudah menggerogoti hampir seluruh bagian liver ayah dan jalan satu-satunya dengan cangkok hati, waktu itu pernah ada yang ingin mendonorkan hatinya pada ayah namun hasil lab menyatakan hati pendonor itu tidak cocok". jawab rudi yang semakin tidak sanggup membanyangkan kesedihan keluarganya.
"sirosis yah, ya.. allah". kenanpun langsung memeluk ayahnya dan menangis sejadi-jadinya dalam pelukan ayahnya. "maafkan kenan ayah...". kenan pun tidak sanggup lagi meneruskan kalimatnya.
ayah dan anaknya itupun saling berpelukan erat seolah tak ingin melepaskan satu sama lainnya, namun tanpa di sadari oleh keduanya ada sepasang mata yang indah kini sedang menangis tersedu-sedu tanpa suara, tangannya yang lembut menutup mesra mulutnya yang menganga agar tak menimbulkan suara.
"apakah bunda dan adek tahu dengan kondisi ayah?" tanya kenan seketika dan rudi pun menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"kenapa yah? mereka harus tahu kondisi ayah sebenarnya"
"jangan nak, ayah tidak ingin melihat kesedihan di wajah mereka, terutama di wajah adikmu ayah tersiksa nak jika mengingat wajah sedihnya, keputusan ayah untuk mengirimmu ke jakarta sudah membuatnya begitu sedih apalagi di tambah dengan berita ini, adikmu akan semakin sedih, kamu harus janji kepada ayah untuk merahasiakan penyakit ayah dari bunda dan adikmu". pinta rudi walaupun dengan berat hati kenan menyanggupinya.
"tapi ayah janji sama abang, ayah harus jaga kesehatan dan harus tetap baik-baik saja.
mendengar kesanggupan kenan, membuat langkah raniah terhenti dan mundur beberapa langkah membuatnya urung untuk menghampiri ayahnya. ternyata mata indah yang menangis tadi adalah mata milik rania.
#flashback on
rania yang sedang kehausan memaksakan dirinya untuk pergi ke dapur namun sebelum dia sampai ke dapur, tanpa sengaja terdengar olehnya suara abangnya yang terkesan seperti sedang memaksakan sesuatu membuat langkah rania terhenti.
rania berusaha mendengarkan untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi antara ayah dan abangnya yang kini masih berada diruang kerja ayahnya.
setelah jelas terdengar betapa terkejutnya rania mendengar penuturan dari ayahnya yang mengatakan bahwa ayahnya saat ini sedang sakit parah.
"ayah sakit sirosis , itu kan penyakit pengerasan pada liver, ya allah... sembuhkanlah ayahku, jika memang kau kehendaki aku rela memberikan liverku pada ayah". gumam rania dalam tangis lirihnya yang hampir tak terdengar".
apakah ini alasan ayah selalu pergi ke luar negeri? ayah... maafkan rania yang selalu berburuk sangka pada ayah, rania menyesal telah bersikap buruk pada ayah". gumam rania lirih.
#flashback off
jangan lupa like dan vote nya yach gaess untuk selalu dukung author agar lebih semangat berkarya...
__ADS_1