Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
35. ANDAI SAJA...


__ADS_3

jena terkejut ketika melihat mela, dia ingat bahwa gadis remaja inilah yang dia tabrak dua hari yang lalu.


"dek, ini JENAHARA SUMAKI wanita yang ingin abang kenalin sama ayah dan bunda".


oh.. jadi kamu sekretaris baru itu dan kenapa harus kamu . rutuk hati rania.


"sayang, kenalin ini adikku rania, gadis yang selalu mendukungku selama ini". ucap kenan saling memperkenalkan dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.


"apakah dia baik dan mencintai kakak?" tanya rania tiba-tiba.


"apa maksudmu dek? tentu dia baik, lembut, penuh dengan kasih sayang, cintanya tulus untuk kakak" jelas kenan sedikit kesal.


"adek tidak bermaksud apa-apa, wajar adek bertanya seperti itu, karena sebelumnya kakak tidak pernah membawa wanita yang kakak kenalkan sebagai kekasih" ungkap rania dengan semua ketidaksukaannya.


jena hanya membisu seribu bahasa dengan perasaan berkecamuk mendapat tatapan sinis dari rania dan mela.


"apa kakak mencintainya?" tanya rania lagi.


"tentu kakak sangat mencintainya, kalau tidak untuk apa kakak berniat untuk membawanya bertemu ayah dengan bunda" jelas kenan penuh cinta.


sebesar itukah cintamu untuknya kak, aku bahkan melihat begitu banyak cinta di matamu untuknya, apakah kamu akan tetap mencintainya? jika kakak tahu kalau wanitamulah yang mencoba ingin membunuh adikmu". jena.


ponsel kenan terdengar berdering, lalu kenan menjawab panggilan tersebut.


"sayang, aku terima telepon dulu siapa tahu penting". jena hanya mengangguk tanpa bicara.


"mari silahkan duduk kak" ajak ayu sambil menepuk sofa disampingnya dengan ramah. jena hanya tersenyum lalu duduk di sofa yang ayu tunjukkan.


"kenalin kak, aku ayu, ini nathan dan yang itu dafa, nah yang disamping rania itu mela kami semua sahabat baiknya rania" sambil ayu menujuk sahabatnya satu per satu.


semua sahabat ayu tersenyum ramah kecuali mela yang sudah gedeg dari awal pertemuan keduanya. lalu kenan kembali bergabung setelah menerima telepon.


"telepon dari siapa kak?" selidik rania.


"pak rizal, dia bilang orang yang menabrak adek sudah tetangkap".

__ADS_1


"jadi sudah terungkap siapa perempuan itu kak?


"belum dek, mereka tidak mau menyebutkan identitas perempuan itu" jelas kenan yang emosinya sudah tersulut.


"mungkin itu permintaan dari perempuan yang menyuruh mereka jika tertangkap" saut dafa.


"licik sekali perempuan itu ingin cuci tangan, bodohnya lagi mereka maunya diperalat" nathan tersenyum kecut.


"kakak akan membuatnya membusuk di penjara, sampai kakak menemukan perempuan ****** itu" umpat kenan emosi.


"tenang saja kak, perempuan itu pasti ketemu karena aku sudah melihat perempuan itu dan memiliki fotonya" ungkap mela.


jena yang awalnya merasa tenang karena orang suruhannya tidak menyebutkan namanya, tapi mendengar pengakuan mela wajahnya kembali pucat pasi seperti mayat hidup.


"kakak kenapa sakit" tanya rania sinis . semua menoleh pada jena kecuali ayu yang heran menangkap nada suara sinis dari rania.


apa yang terjadi nia, mengapa aku merasa lo dan mela tidak suka pada kak jena. ayu.


"kamu sakit sayang?" tanya kenan khawatir, jena menggelengkan kepala. "sebenarnya perempuan itu.."


"kamu tenang sayang, cepat atau lambat aku pasti menemukannya, kamu jangan terlalu khawatir sebentar lagi kita akan mengetahui siapa perempuan itu karena mela mempunyai bukti yang di butuhkan polisi". potong kenan.


"aku tidak ingin dia ditangkap polisi" celetuk rania tiba-tiba membuat semuanya terkejut termasuk jena.


"kenapa nia?" tanya ayu mulai curiga.


"pengadilan polisi hanya akan membuatnya tenang, aku ingin kak kenan sendiri yang mengadilinya hingga perempuan itu memilih sendiri untuk tidak bernafas lagi" ungkap rania dengan tatapan mematikan.


semuanya merasa ngeri mendengar ungkapan kebencian rania kecuali kenan yang sudah benar-benar emosi, kali ini rania menyulut api kemarahan kenan tanpa memberinya ampun.


"adek benar, kenapa harus polisi yang menghukumnya, akan kakak perlihatkan pengadilan ala kenan. kakak akan membuatnya menyesal karena telah berani mengusik keluarga ATMAJA". ancam kenan yang membuat orang disekitarnya semakin ngeri.


kalian sungguh mengerikan, terutama lo nia gue gak nyangka wanita secantik bisa berubah mengerikan. nathan.


***

__ADS_1


setelah beberapa jam tiba di rumah kenan, rania menyuruh teman-temannya untuk segera membenahi semua pakaian mereka karena besok pagi mereka harus pulang ke kalimantan, ujian nasional sudah menanti di depan mata.


"guys, kemasin barang-barang lo semua kita besok harus pulang, ayah gue sudah menyiapkan semua akomodasinya".


"tapi nia, kamu kan masih harus menjalani rawat jalan" saut ayu.


"iya, lagi pula masalah lo disini belum kelar" timpal mela.


"kalau masalah gue gampang itu urusan kak kenan, rawat jalan bisa dilanjutkan nanti setelah kita di kalimantan, masalahnya sekarang kalau kita gak pulang besok pagi, kata ayah gue lusa pesawatnya mau di pakai kak kenan ke luar negeri, lagi pula ujian sudah di depan mata" ungkap rania.


"apa kamu masih bisa ikut ujian dengan kondisimu seperti ini?" tanya dafa cemas.


"dafa, aku hanya cidera kaki bukan otak, aku masih bisa ikut ujian dengan menggunakan kursi roda, sudahlah jangan mencemaskan aku". pinta rania pada sahabatnya.


cukup dafa, jangan tunjukkan lagi perhatianmu aku takut tidak mampu lagi menahan rasaku, akan semakin sulit nantinya aku melepasmu karena aku sadar aku hanya bisa menjadi sahabatmu tidak lebih. rania.


nia, tidakkah kamu merasa bentuk perhatianku sudah menempatkanmu lebih dari sekedar sahabat di hatiku? aku mencintaimu nia, apa kamu tidak merasa atau hanya aku saja yang berharap lebih pada persahabatan ini. dafa.


cinta yang tak pernah terungkap diantara keduanya membuat kedua sahabat mereka turut merasakan apa yang di rasakan oleh dafa. ayu dan nathan berharap cinta yang tak terungkap ini menemukan tempatnya untuk kembali.


****


kenan berat hati untuk merelakan adiknya pulang, namun dia tidak boleh egois karena beberapa hari lagi adiknya akan menghadapi ujian terakhir sekolahnya, setelah itu adiknya akan tumbuh menjadi wanita dewasa yang mandiri.


"rumah ini sepi deh kalau adek pulang" rajuk kenan.


"ceh, sejak kapan kakak peduli akan hal itu?" saut rania santai.


"adik durhaka lo nia" canda ayu.


"biar kakak gue sadar betapa pentingnya hubungan persaudaraan supaya ke depannya gak berbuat kesalahan lagi" sungut rania sedikit kesal.


"masih belum bisa maafin kesalahan abang dek?" tanya kenan lirih.


"semua apa yang terjadi sama adek penyebab utamanya kakaka, coba kalau kakak gak lupa sama janji kakak gak mungkin kita berantem, diem-dieman, sampai adek sakit, bahkan adek hampir terbunuh juga karena wanitanya..." rania mencekat ocehannya.

__ADS_1


"wanitanya...?" maksud adek wanitanya siapa?"


***BERSAMBUNG***


__ADS_2