Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
11. BERTEMU SAHABAT LAMA part 2


__ADS_3

"selamat malam om, tante maaf menunggu lama" sapa kenan.


"tidak masalah nak, kami bisa ngobrol dulu sekedar bernostalgia di masa lalu" jawab ounur.


"selamat untuk jabatan baru mu, kamu semakin terlihat gagah dan tampan setelah lama tante tidak bertemu dengan mu" imbuh hanum.


"tante bisa aja" jawab kenan tersenyum. "kevin mana tante?" sambung kenan.


"sepertinya di luar" jawab hanum pasti dan kenan pun berlalu pergi untuk menemui sahabat kecilnya.


"hai bro, how are you?" sapa kenan setelah melihat sahabatnya.


"hooo... brother, i'm fine". jawab kevin lalu memeluk sahabatnya erat penuh rindu.


"gimana rasanya setelah jadi big boss?" canda kevin.


"biasa aja, gak ada yang special malah yang ada beban bro, tanggung jawabnya full" jawab kenan sekenanya.


"biasa karena gak ada pendampingnya, coba kalau ada pendamping luar biasa". jawab kevin tergelak.


"bisa ae, jomblo karat" ujar kenan dan keduanya tertawa lepas.


begitulah ulah kedua cowok tampan yang memiliki sifat hampir sama, yakni sama-sama dingin terhadap wanita, menghangat bila bersama keluarga dan sahabat, sama-sama jomblo dan mapan hanya tipe cewek yang sedikit berbeda, kalau kenan tipenya cewek itu harus smart, mandiri, setia, dan gak harus cantik tapi gak jelek juga standartlah, tapi kalau kevin tipenya ceweknya harus cantik, smart, mandiri, setia, dan gak manja. manja yang kevin maksud yang kekanak-kanakan ya guys bukan yang manja tapi ngegemesin. rania termasuk dalam tipenya kevin kira-kira mereka berjodoh gak ya...?


"eh ntar dulu, tadi gue lihat lo bawa cewek cantik ke acara lo, gebetan lo ya?". tanya kevin


"mang lo, gak denger bokap gue ngumumin status cewek itu di keluarga gue?" kenan menautkan kedua alisnya.


"gue keluar, terima telphone di dalam ruangan berisik". kevin memelas dan sifat usilnya kenan kambuh.


"iya itu gebetan gue, menurut lo gimana?". tanya kenan senyum usil.


"cantik, kelihatan smart tapi tetep nomor satu harus setia?" sahut kevin jujur.


"kayaknya gebetan gue tipe lo banget" jawab kenan.


"hei bro, gue gak mungkin nusuk lo dari belakang, kayak di dunia ini kehabisan stock cewek cantik aja, lihat gue tampan dan smart mana ada cewek yang nolak gue". ujar kevin PeDe. keduanya tertawa pecah.


sementara di dalam orang tua mereka sibuk dengan obrolan yang remeh temeh.


"ratih, tolong panggilkan adek untuk turun sudah waktunya makan malam". pinta sintia pada pelayan wanitanya.


"baik nyonya" ratih mengangguk dan berlalu menuju kamar rania di lantai dua.

__ADS_1


tok..tok..tok... pintu kamar rania diketuk.


"siapa?" tanya suara dari dalam.


"saya ratih nona muda" jawab ratih sopan


"mau apa?" rania masih enggan untuk membuka kunci.


"nyonya meminta nona segera turun untuk makan malam bersama tamu nyonya, nona". jawab ratih hati-hati.


"sampaikan maafku ke bunda karena tidak bisa ikut makan malam bersama". ujar rania.


"tapi... nona". "sudah, turuti saja perintahku jangan membantah" suara rania meninggi.


" baik nona, selamat malam". ucap ratih lalu dia pun pergi.


di bawah semua orang sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati menu makanan khas turki roti kebab buatan rumahan.


"wah... ini bener-benar satu kehormatan bagi saya di sambut dengan makanan khas negeri saya" tutur ounur yang merasa takjub atas perhatian sahabaatnya.


"ini hanya bentuk terimakasihku saja karena kamu sudah meluangkan waktu untuk hadir" jawab rudi.


"anggap saja ini adalah momen bertemu kembali dengan sahabat lama". celetuk hanum disertai gelak tawa dari sahabatnya. melihat tingkah orang tua mereka kevin dan kenan hanya menggeleng-gelengkan kepala.


"ayo silahkan di makan, nanti makanannya keburu dingin jadi gak enak" ajak sintia, merekapun langsung duduk di kursi masing-masing dan mulai menyantap makanannya. ditengah menikmati makan malam sesekali diselingi obrolan hangat ala keluarga.


"saya hanya pengajar om" jawab kevin santai


"pengajar?" jawab rudi seperti tak percaya.


"iya yah, dosen sekaligus dekan di salah satu kampus ternama di Kuala Lumpur" sahut kenan menjelaskan.


"wah suatu prestasi yang membanggakan itu" sambung rudi.


"terimakasih om".


"ratih mana, adek?" tanya sintia yang baru saja melihat ratih


"maaf nyonya, nona bilang 'maaf tidak bisa ikut makan malam bersama' nyonya". ratih menunduk


sintia tahu jika putrinya sudah bilang tidak bisa itu artinya tidak dan siapapun tidak bisa memaksanya.


"ya sudah kamu kembali ke tempat" suruh sintia.

__ADS_1


"maaf nyonya" ratih pun berlalu.


"apa nia tidak bisa ikut makan bersama kita malam ini?" selidik hanum


"maaf ya hanum, gak biasanya dia seperti ini terhadap tamu" jawab sintia sedih.


kenan yang tahu masalah sebenarnya tidak ingin terjadi salah paham antara bunda dan adiknya di hadapan tamu mereka.


"adek malu bunda, karena tadi sempat turun dengan pakaian rumahan" jelas kenan.


mereka saling bertatapan dan akhirnya tertawa terpingkal mendengar alasan rania tidak ikut makan malam bersama mereka. setelah beberapa menit berlalu makan malam pun selesai.


kenan mengajak kevin untuk ngobrol santai ke ruang baca di kamarnya. sementara para orang tua ngobrol di ruang kerja rudi dan para pelayan membersihkan peralatan makan lalu setelah itu mereka istirahat di kamar masing-masing di paviliun belakang rumah utama. rania sudah terlelap karena kelaparan.


****


di ruang kerja rudi para orang tua membahas bisnis dan kelangsungan kehidupan mereka di masa depan dengan serius.


"bagaimana dengan mu ounur, apa kamu masih betah tinggal di malaysia?" tanya rudi mengawali obrolan.


"sebenarnya tidak" ounur tidak melanjutkan kalimatnya.


"lalu kenapa masih tinggal di sana, apa alasannya? rudi ingin tahu alasan sahabatnya.


"aku harus menyelesaikan kontrak kerja sama dulu dan aku harus tetap tinggal dulu di sana agar lebih gampang mengawasinya". jelas ounur.


"masih berapa lama?" selidik rudi


"paling lama sekitar dua tahun, bisa juga kurang dari itu" jawab ounur enteng.


"semoga semua urusanmu cepat terselesaikan, sebenarnya bisa saja aku percepat masa kontrak kerjamu dengan membayar finalty ke partner kerja perusahaanmu, tapi aku tahu kamu pasti menolaknya". rudi menyunggingkan senyuman.


"kamu sudah sangat banyak membantu ku rud, bahkan mungkin aku takkan pernah sanggup untuk membayarnya". tutur ounur.


"aku menolongmu tidak mengharapkan imbalan apapun, mengerti". jawab rudi penuh penekanan diakhir kalimat ucapannya.


para istri hanya duduk menemani suami mereka ngobrol masalah bisnis sesekali mereka saling melemparkan senyuman dan terkadang turut menimpali, seperti yang sekarang hanum lakukan.


"maaf suamiku, tapi kevin sudah mengajukan perihal kepindahannya ke indonesia". tutur hanum.


"pindah? maksud mamah apa papah belum mengerti". ujar ounur.


"begini pah, sebelum kita berangkat kesini, tadi di apartemen kevin cerita ke mamah kalau dia sudah mengajukan pindah kerja ke indonesia namun belum ada keputusan dari pihak kampus tempat dia bekerja ada kemungkinan keputusannya di kabulkan setelah selesai semester genap tahun ini". jelas hanum pada suaminya dan ounur pun mengerti.

__ADS_1


****


***BERSAMBUNG***


__ADS_2