Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
8. HARI BARU...


__ADS_3

"kak ini beneran rumah kakak". tanya rania pada abangnya. "iya dek, ini rumah abang semoga adek betah di sini" jawab kenan.


"kalau hunian kak kenan senyaman ini adek pasti betah kak".


"syukurlah kalau adek betah, tadinya abang sempat ragu khawatir adek gak betah"


keluarga ATMAJA pun turun dari mobil dan disambut oleh para pelayan di rumah itu.


"selamat datang tuan besar dan nyonya" sapa kepala pelayan sembari mengangguk.


"terimakasih pak syam" jawab sintia berlalu masuk kerumah dan di ikuti beberapa pelayan. para pelayan terlihat bingung melihat kehadiran rania di tengah keluarga majikannya itu, karena rania sebelumnya tidak pernah berkunjung sekalipun kerumah besar itu. melihat kecanggungan para pelayan, kenan pun memperkenalkan adiknya.


"adek sini" panggil kenan yang melihat adiknya belum beranjak dari tempat dia berdiri rania pun menghampiri abangnya.


"pak syam kenalkan ini, adikku rania" kenan memperkenalkan adiknya.


"maafkan kami nona muda, kami tidak mengenali anda. sampai saat ini kami hanya mengetahui anda sebatas cerita dari tuan besar saja" jawab kepala pelayan sembari menunduk merasa bersalah karena tidak mengenal nona mudanya.


"tidak papa pak syam, lagi pula saya tidak pernah berkunjung kemari jadi jangan merasa bersalah" jawab rania sopan. kenan dan rania pun masuk ke rumah menyusul kedua orang tuanya yang sudah lebih dulu masuk untuk beristirahat.


"ternyata nona nia sangat cantik dan anggun ya" ucap pelayan wanita yang bernama ratih


"sttt... jangan keras-keras nanti kalau terdengar sama pak syam kita bisa di marahi". jawab pelayan wanita paru baya bernama sumi mengingatkan kemudian mereka pun kembali bekerja melakukan pekerjaannya masing-masing.


***


"kak, kamar adek di mana? adek mau mandi dah gerah lagi pula badan adek pegel-pegel".


"ada di atas bersebelahan dengan kamar abang". jawab kenan "apa adek mau dipijitin badannya nanti biar abang suruh ratih mijitin adek". sambung kenan.


"gak perlu kak, adek cukup istirahat aja" jawab rania ngeloyor menapaki tangga menuju kamar yang sudah ditunjukkan abangnya. sesampainya di kamar rania langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur king sizenya.


"waow, kamarnya besar sekali dan nyaman jadi serasa di rumah kalimantan, selera kak kenan bagus juga seperti yang aku mau". gumam rania lirih, teringat akan sesuatu rania langsung meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


tut..tuuut...tut... suara sambungan telphone yang belum diangkat, "ayo dong diangkat". racau rania sambil mengetuk-ngetuk bibirnya sambungan pun terjawab dari seberang.


"hallo, nia apa kamu sudah sampai, gimana perjalanannya?" sapa seseorang dari seberang telphone.


"baru saja sampai, perjalanannya sangat melelahkan aku capek sekali" jawab rania.

__ADS_1


" mandilah, segarkan tubuhmu dan istirahatlah, agar tubuhmu akan fresh kembali. nanti baru kita sambung kembali obrolannya untuk saat ini mendengar kabarmu baik-baik saja sudah cukup bagiku".


"terimakasih dafa, kamu memang sahabatku yang penuh pengertian" jawab rania tersenyum


"aku tahu itu, bye nia" dafa memutuskan sambungan telphone nya.


kenan yang sedari tadi mendengar obrolan adiknya di telphone lalu masuk kamar adiknya.


"bukannya istirahat ini malah ngobrol" kejut kenan


"adek hanya menelphone dafa"


"dafa terus yang di telphone"


"ya karna hanya dafa yang deket sama adek semenjak liburan, sahabat adek yang lain gak bisa di hubungi"


"mengapa begitu?". "mungkin di tempat mereka tidak ada signal".


"makanya kak cari pacar biar gak merasa sendiri". celetuk rania sembari tergelak " kan gak lucu CEO ganteng gak punya pacar" lanjut rania makin terpingkal melihat ketidakberdayaan abangnya.


"seneng ya adek ngebully abang" ketus kenan meninggalkan adiknya.


****


malam hari di jakarta....


para pelayan telah menyiapkan makan malam untuk majikannya. rudi dan sintia sudah berada di meja makan namun kedua anaknya belum terlihat.


"pak syam, panggilkan tuan muda dan nona muda, katakan pada mereka sudah di tunggu untuk makan malam". perintah rudi.


"baik tuan besar" jawab pak syam menganggukkan kepala segera berlalu dari hadapan majikannya.


tok..tok..tok... suara pintu diketuk. "masuk" terdengar jawaban dari dalam.


"tuan muda, anda ditunggu tuan besar di meja makan". tutur pak syam.


"katakan pada ayah, aku akan turun". "baik tuan muda".


"oy... pak syam katakan pada seluruh pelayan di rumah ini terutama pelayan laki-laki untuk tidak menjaga pandangannya jika berpapasan dengan nona nia". perintah kenan dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


"mengerti tuan muda, saya permisi tuan muda" pak syam menganggukkan kepala dan meninggalkan tuan mudanya di kamar. kenan segera keluar kamar dan mengajak adiknya makan malam.


"adek, yuk kita turun sudah ditunggu ayah sama bunda di meja makan"


"ok".


***


pagi yang cerah menyongsong hari baru bagi kenan karena hari ini dia akan resmi menyandang status CEO di perusahaan ayahnya ATMAJA COMPANY. hiruk pikuk kendaraan kota metropolitan mengawali langkah kenan meniti masa depan, tanggung jawab yang diberikan oleh ayahnya menjadi amanah yang harus di jalankan dengan baik.


pagi ini kenan tampak gagah dengan balutan jas berwarna navy dengan kemeja putih dan warna dasi yang senada dengan jas. tatapannya yang selalu dingin tidak mengurangi sedikitpun aura ketampanannya.


"putra ayah sangat gagah, ayah yakin mereka semua akan terkesan padamu, ingat selalu nasehat ayah nak" pesan rudi seraya memegang kedua bahu anaknya.


"pasti yah dan abang harap ayah selalu jaga kesehatan hingga ayah melihat abang sukses dan bunda sama adek bahagia" jawab kenan bergetar.


rania yang menyaksikan keharuan ayah dan abangnya turut terharu, seraya memanjatkan doa untuk kesehatan ayahnya.


"semoga ayah selalu diberi kesehatan dan panjang umur" gumamnya lirih.


"aamiinn" jawab sintia yang sudah berdiri dibelakangnya tanpa rania sadari.


"sejak kapan bunda ada disini?" selidik rania


"sewaktu adek mendoakan ayah, semoga doa yang putri bunda panjatkan dikabulkan oleh allah" tutur sintia sembari tersenyum.


"bunda, adek ayo kita berangkat ayah sudah menunggu di dalam mobil".


***


tiba di gedung peresmian... ribuan pasang mata enggan mengalihkan pandangannya dari sosok rupawan yang digadang-gadang akan menjadi pimpinan baru di perusahaan mereka. sosok yang gagah, tampan dan memiliki tubuh yang proposional dengan segala kemapanannya, tatapannya yang tajam membunuh setiap yang menatapnya menambah aura dingin semakin menusuk namun terkesan sangat seksi, begitulah kesan pertama untuk calon pemimpin baru mereka.


sosok yang mendampinginya pun tak luput dari sorotan mata mereka bahkan di antara mereka ada yang merasa iri pada sosok wanita cantik itu yang tak lain adalah RANIA CAHAYA ATMAJA adik kandung dari KENAN CAHYA ATMAJA.


"siapa wanita cantik yang mendampingi calon boss kita" bisik para karyawan wanita


"sepertinya kekasih si boss" jawab salah seorang diantara mereka.


"beruntung sekali gadis itu mendapatkan boss kita, selain tampan si boss juga horang kaya dan lihat tuh yang bersama mereka bukankah itu orang tua pak boss, tanda lampu hijau untuk mereka" oceh mereka penuh kekaguman pada rania.

__ADS_1


"halah, palingan tuh cewek pasang badan, lagi pula si boss itu terkenal sangat dingin sama cewek jai untuk dekat dengan si boss pasti pasang badanlah" nyinyir salah seorang karyawan wanita yang iri melihat rania.


__ADS_2