Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
6. PeDe


__ADS_3

Rania yang masih kesal terhadap abangnya tak sedikitpun menoleh ke arah datangnya suara yang sudah di pastikan suara itu milik abangnya.


melihat adiknya yang masih enggan untuk bicara padanya, kenan pun beranjak untuk pergi meninggalkan adiknya sendiri.


"apa maksud kak kenan?"


pertanyaan rania menghentikan langkahnya dan berbalik arah mendekati rania.


"adek kesal dengan abang? suatu saat nanti adek akan mengerti mengapa abang bersikap seperti ini, abang hanya minta untuk adek patuhi segala perintah abang, sekalipun abang gak ada di sini".


"kenapa begitu"


"sudah abang bilang suatu saat nanti adek akan tahu, kasihan ayah..."kalimat kenan menggantung dan enggan untuk meneruskannya.


"ayah kenapa? dia baik-baik aja" ucap rania bohong.


"jangan merepotkan ayah dek" suara kenan datar dengan tatapan dingin tak bersahabat, membuat rania takut dan menunduk patuh.


"jika ini cara abang untuk melindungi adek dan menurut abang cara ini akan membuat adek bahagia adek akan patuh sama abang" gumam rania yang hampir tak terdengar.


"bagus, itu baru adik abang yang baik sekarang istirahatlah besok kita berangkat ke jakarta" kenan berlalu pergi meninggalkan adiknya.


"jika besok adik tidak ikut boleh?" tanya rania seketika dan langkah kenan terhenti lalu menatap tajam kearah adiknya.


"ya adek paham, beso adek ikut puas" menarik selimut menutupi seluruh bagian tubuhnya.


kamu belum mengerti adikku. gumam kenan lirih sambil menarik hendle pintu kamar adiknya kenan pun keluar.


merasa abangnya telah keluar dari kamarnya raniapun membuka selimutnya dan duduk bersandar ditempat tidurnya.


adek tahu kak, sikap kakak jadi posesif seperti ini karena ayah sakit dan kita tidak tahu apakah ayah akan sembuh atau tidak, adek akan sepenuhnya patuh pada kakak, tapi biarkan adek melindungi diri adek dengan cara adek sendiri. gumamnya.


****


pagi ini keluarga ATMAJA telah bersiap-siap untuk pergi ke jakarta untuk menghadiri pengangkatan kenan menjadi CEO di kantor pusat ATMAJA COMPANY secara resmi.


"adek gak ikut ya kak? lagi pula kan gak ada yang tahu kalau adek ini anak ayah pemilik perusahaan besar itu". celetuk rania.


"apa maksud adek" jawab ayah gusar, "kalau adek mau di hari peresmian abang nanti jadi CEO, akan ayah kenalkan bahwa adek adalah putri ayah adik dari CEO mereka" tegas ayah.


"adek gak mau yah, cukup hanya sahabat dan kerabat dekat saja yang tahu" gerutu rania.

__ADS_1


rania ingin mencari alasan agar dia tidak pergi karena besok malam adalah malam pertamanya latihan bela diri dan rania tidak mau melewatkan satu momen pun.


"adek... sebenarnya ada apa, besok itu hari yang sangat penting buat abang, jadi kita sebagai anggota keluarga harus hadir mendampingi kalau tidak, apa kata mereka nanti ada kemungkinan abang tidak akan di hargai sebagai pemimpin, adek mau abang mendapat kesulitan nantinya?" jelas sintia lembut pada putrinya.


"maafkan adek kak, adek gak berfikir sejauh itu, adek hanya memikirkan diri adek sendiri, adek egois". memeluk kenan erat, kenan pun membalas pelukan adiknya dengan penuh kasih sayang.


"jangan lakukan hal bodoh itu lagi dek, kemana pun perginya abang adek harus ikut selain ayah, bunda, abang pun akan sedih jika adek tidak ikut bersama". ucap kenan dan rania mengangguk.


"nyonya sarapannya sudah siap". suara bik ijah memecah suasanan haru pagi itu.


"terimakasih bik" jawab sintia lembut dan bik ijah pun berlalu ke dapur.


"ayo kita sarapan dulu" ajak sintia pada suami dan anak-anaknya, sintia berlalu menuju ruang makan.


"kakak dan ayah duluan nanti adek nyusul, sekarang adek mau nelphone dafa dulu". rania melepas pelukan abangnya lalu meraih benda pipih dan menscroll nama sahabatnya. ayah dan kenan pun ikut sarapan bersama bunda.


"adek mana, gak ikut sarapan?" tanya sintia


"masih nelphone dafa, bunda". jawab kenan singkat, merekapun kembali sarapan.


rania mencoba menghubungi sahabatnya, dan tidak lama panggilannya pun tersambung.


"dafa, sepertinya pekan ini aku belum bisa ikut latihan, aku harus pergi ke jakarta hari ini?" jawab rania


"oh... iya gak papa latihan kita tunda dulu, memangnya acara kak kenan kapan dan berapa lama kamu di sana?"


"acaranya besok kemungkinan pulangnya pekan depan"


"berarti pas kita masuk sekolah dong, jangan lupa bawa oleh-olehnya dan hati-hati di jalan, jaga kesehatan dan pastikan kamu baik-baik saja".


"baik dafa aku akan pastikan aku baik-baik saja, bye". rania menutup telphone nya.


perhatianmu, akan menghancurkan tembok kokoh persahabatan kita dafa, mengapa setiap kali aku berada di dekatmu hatiku selalu menghangat, apa aku....? kalimat rania menggantung, tidak ini tidak boleh terjadi. gumam rania menggeleng-gelengkan kepalanya.


****


setelah menelphone rania lang sung masuk dan bergabung untuk sarapan bersama keluarga.


"ayah sama bunda mana kak? tanya rania ketika sudah duduk di samping abangnya dan hanya melihat abangnya saja.


"sudah selesai sarapannya, adek kelamaan nelphone nya" jawab kenan dan hanya di sambut dengan oh ria saja oleh rania.

__ADS_1


"sudah nelphone nya?" tanya kenan


"sudah kak" jawab rania singkat dan langsung mengambil sepotong sandwich sebagai menu sarapannya.


"untuk apa adek menelphone dia?"


"adek cuma ngabarin dafa, kalau hari ini adek mau pergi ke jakarta selama sepekan, itu aja"


"emang harus ya dek" rania mengangguk. "apa kalian pacaran" selidik kenan. rania pun tersedak dan kenan segera memberinya minum.


"dafa itu cuma sahabat adek kak dan adek gak kepikiran buat pacaran" ketus rania


"oh, tapi gak kelihatan tuh kalau kalian hanya bersahabat, malah lebih ke sepasang kekasih" jawab kenan berlalu pergi menyusul kedua orang tuanya yang sedang duduk santai dhalaman belakang dan meninggalkan adiknya sarapan sendirian.


"benarkah apa yang di katakan kak kenan, kami terlihat seperti sepasang kekasih", garis bibir rania tertarik pelan, hish mikirin apa sih aku dan rania melanjutkan sarapannya.


****


masih ada waktu sekitar dua jam lagi keberangkatan keluarga ATMAJA ke jakarta.


rania sudah menyiapkan segala keperluan yang di butuhkankan selama sepekan di jakarta.


semua dilakukannya sendiri tanpa bantuan dari bik ijah, rania sengaja untuk membiasakan dirinya mengemas segala kebutuhan pribadinya.


setelah lama berjibaku dengan segala keperluannya, rania keluar dari kamarnya dan melihat kamar abangnya terbuka, rania menghampiri.


tok..tok..tok.. suara pintu kamar kenan di ketuk.


"boleh adek masuk kak?"


"masuklah" kenan mempersilahkan.


"kak, nanti setelah kakak tinggal di jakarta jangan lupa untuk selalu ngabarin adek ya" pinta rania manja


"tentu dek, karna abang pasti rindu"


"huh, makanya cari pacar kak biar ada yang kakak rindukan dan merindukan kakak" celetuk rania. "kakak ganteng, mapan, CEO pula tu, pasti banyak cewek yang mau jadi pacar kakak, andai kak kenan bukan abang adek sudah adek pacarin, kakak


pasti gak nolak" lanjut rania.


"PeDe banget dek, lagi pula abang belum jadi CEO" jawab kenan

__ADS_1


__ADS_2