Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
29. KEJUTAN...


__ADS_3

"sayang kita mau langsung nonton atau makan dulu?" tanya jena manja. "terserah kamu saja, aku akan temenin kamu" kenan tersenyum. "duh... baik banget sih pacarku ni gemes deh". jena mencubit hidung mancung kenan lembut. banyak orang yang memperhatikan kemesraan dua sejoli yang sedang dimabuk cinta. diantara mereka ada yang berdecak kagum dengan pasangan muda tersebut.


"mereka cocok sekali ya, lihat wajah kekasih CEO muda itu cantik ya?" ucap salah satu pengunjung.


"tuan rudi beruntung sekali mempunyai calon menantu yang cantik, pinter lagi" sahut pengunjung lainnya.


"sayang sepertinya mereka gibahin kita deh" cemberut jena. "itu karena kamu sangat cantik sayang" goda kenan membuat pipi kekasihnya merona. "ih.. kamu gombal, mana tu si 'ice man'?" canda jena pada kekasihnya. "oh.. jadi kamu mau aku..." "cup" jena langsung mengecup bibir kekasihnya. "kamu gak malu? ini di tempat umum" ucap kenan dingin namun kenan menyukainya. "aku gak peduli" jawab jena asal. lalu keduanya membeli cemilan untuk di dalam bioskop setelah tadi ngantri beli tiket. setelah nonton pasangan kekasih itu lalu menuju restoran mewah untuk dinner.


***


pagi ini rania dkk sudah berada di bandara bersiap untuk berangkat ke jakarta, semuanya berpamitan kepada kedua orang tua rania.


"tante, om kami berangkat ya?" pamit nathan kepada rudi dan sintia.


"hati-hati di jalan, kalian harus saling menjaga". baik om. "dafa, jagain anak tante" ujar sintia. "pasti tante" jawab dafa.


kelima remaja itupun naik pesawat milik pribadi keluarga rania. semua sahabatnya sangat kagum akan kemewahan setiap ornamen yang ada di dalam pesawat itu warna gold setiap kursi tampak elegan dan fasilitas yang di tawarkan sangat nyaman.


"baru kali ini aku naik pesawat semewah ini dengan fasilitas yang sangat menyenangkan" ujar mela.


"sering-sering ajak kita naik pesawat ginian nia". celetuk ayu berharap akan ada kesempatan kedua.

__ADS_1


"yey itu sih maunya kamu" ucap dafa. "aku gak nyangka punya sahabat bener-bener horang kaya, aku bersyukur banget tuhan mempertemukan aku dengan orang sebaik keluarga om didi" oceh nathan yang terharu.


"kalian ini terlalu berlebihan, lebih baik kita istirahat karena kurang lebih satu jam kita berada di atas awan" ajak rania kepada semua sahabatnya. akhirnya pesawat yang mereka naiki telah mendarat di bandara soekarno hatta, kelima remaja turun dari pesawat kemudian rania menelphone rizal asisten pribadi abangnya.


"hallo, pak rizal ini adek?" sapa rania setelah tersambung dengan orang yang dimaksud.


"iya nona, ada apa?" jawab rizal sopan. "pak bisa tidak jemput saya sekarang di bandara soetta tapi jangan bilang kalau saya ada di jakarta". "baik nona, apa tuan besar bersama nona?". "tidak, saya datang bersama sahabat saya naik pesawat pribadi". "baik nona, tunggu dalam waktu dua puluh menit saya akan datang". lalu rizal pun menutup ponselnya.


***


"sayang, nanti setelah jam makan siang ada agenda rutin rapat dengan devisi perusahaan membahas kinerja para karyawan dan beberapa proyek yang hampir selesai dan semua berkasnya sudah aku siapkan". jelas jena akan agenda kekasihnya hari ini.


"terimakasih sayang, kamu memang sekretarisku yang bisa diandalkan sekaligus pacar terbaikku" ucap kenan bangga terhadap sikap profesional kekasihnya. tiba-tiba pintu diketuk dan ternyata rizal yang mengetuk pintu. "ada apa zal?" tanya kenan. "maaf tuan saya mau izin keluar sebentar" jawab rizal ragu. "baiklah" ucap kenan tanpa menoleh dan rizal pun buru-buru khawatir terlalu lama nona mudanya menunggu.


"tapi aku malu sayang, biarkan aku cari sarapan dulu aku janji tidak lama" rayu jena. "baiklah, aku izinkan tapi janji jangan lama". "ok, cup" jena lalu mengecup bibir kenan dan pergi meninggalkan kekasihnya di ruangan sendiri.


***


rizal telah samapai di bandara lalu memberi hormat kepada nona mudanya, rania bersama sahabatnya langsung masuk ke mobil. "kita kemana dulu nona" tanya rizal sopan. "kita antar sahabat saya dulu ke rumah, baru setelah itu pak rizal antar saya ke kantor kak kenan".


"kita gak ikut ke kantor abang lo nia?" tanya mela. "gak usah, gue mau kasih surprise buat kak kenan, kalian langsung istirahat aja di rumah, di sana banyak pelayan yang bisa bantu kalian, ok?". "terserah lo aja nia badan gue capek semua" jawab ayu sementara dafa dan nathan sudah tertidur karena kelelahan.

__ADS_1


sesampainya di rumah kenan semua sahabat rania turun dan mengagumi indahnya taman bunga dan luasnya halaman rumah kenan.


"ini rumah lo nia?" tanya ayu. "punya kak kenan". "terus kita mau ngapain disini kalau lo nya gak ada?" tanya dafa karena baru pertama kali ada di rumah ini.


"ratih, bawa sahabat-sahabat saya masuk tunjukkan kamar tamu yang sudah disiapkan". "baik nona" jawab ratih sopan. "nah kalian ikutin tuh pelayan". "layanin tamu kak kenan dengan baik ya ratih". ratih pun mengangguk lalu rania diantar rizal ke kantor kenan dan sahabat rania dipersilahkan masuk oleh pelayan rumah kenan.


dalam perjalanan menuju kantor kenan, timbul rasa ingin tahu rania tentang kekasih abangnya. "pak rizal apakah kak kenan benar sudah mempunyai kekasih?" tanya rania penasaran. rizal tidak menjawab menurutnya hal itu tidak pantas untuk di bicarakan, mengetahui pertanyaannya tidak di respon rania mengajukan argumennya.


"ya... saya takut wanita yang bersama kak kenan orangnya tidak baik hanya memanfaatkan kak kenan untuk mendapatkan kekayaannya saja, saya akan menjadi orang pertama untuk memisahkan mereka sekalipun nanti kak kenan akan berubah menjadi monster bagi orang di sekelilingnya, saya tidak peduli". ancam rania.


membuat rizal merinding membayangkan bossnya menjadi monster yang menakutkan sedangkan sikap dinginnya saja sudah membuat mereka ketakutan apalagi kalau jadi monster. rizal pun menyadari sedang berhadapan dengan siapa saat ini, jika keinginannya tidak terpenuhi maka apa yang diucapkannya akan terjadi sesuai keinginannya dan hal ini sangat berbahaya bagi kehidupan karyawan selanjutnya.


kenapa orang kaya seribet ini sih. rizal


"kekasih tuan orangnya baik, pintar, lembut, dan sangat mencintai tuan dengan tulus" ucap rizal dan rania hanya tersenyum kecut. melihat nonanya tersenyum kecut rizal kembali merinding dan tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi sebab jika terjadi sesuatu dengan dua wanita yang dicintai tuannya maka dunia ini seakan terbakar oleh api kemarahan tuannya.


jadi wanita seperti itu yang bisa mengalihkan perhatianmu kak terhadap adikmu satu-satunya, bagaimana jika gadismu itu menyakitiku apakah kamu akan tetap mencintainya? kita lihat seberapa pedulimu terhadapku. rania.


***


**BERSAMBUNG**

__ADS_1


terus dukung author ya dengan memberikan vote dan likenya... terimakasih.


semoga allah selalu memberikan perlindungannya kepada kita semua. amiin.


__ADS_2