
tiga puluh menit perjalanan tak terasa mereka sudah sampai di lobby kantor kenan. rizal segera keluar dari mobil dan membukakan pintu belakang mobil, keluarlah seorang wanita cantik dengan rambut panjang hitan terurai. semua karyawan yang kebetulan lewat memperhatikan gadis tersebut, diantara mereka ada yang mengenalinya dan ada yang tidak.
"terimakasih pak rizal, lebih baik pak rizal langsung kembali bekerja saja saya tidak perlu diantar". perintah rania ketika melihat rizal mengikutinya dari belakang. "baik nona, saya permisi" rizalpun pergi meninggalkan nonanya yang berjalan menuju lift.
"selamat datang nona" sapa resepsionis sopan dan rania hanya tersenyum ramah. "kak kenan ada mbak?" tanya rania. "tuan ada di ruangannya nona" jawabnya sopan. "terimakasih" ucap rania, resepsionis itu pun menunduk sopan.
"siapa gadis itu? sepertinya aku tidak pernah melihatnya" celetuk karyawan wanita yang belum lama bergabung di perusahaan ATMAJA COMPANY. "mungkin saja wanita yang lagi ngejar-ngejar si boss" timpal wanita yang belum mengenal rania. "wah ada saingan tuh si jena" jawab wanita pertama sambil tersenyum kecut. "kita lihat saja bakal ada perang dunia, seru nih kelihatannya" lanjutnya lagi. "eh tapi lihat deh mereka kok banyak yang menunduk memberi hormat ya?". "kayak lo gak tahu aja, kalau gadis itu yang jadi wanitanya si boss otomatis mereka akan aman". "oh.. jadi penjilat" dan mereka tertawa puas dengan argumen mereka.
"sudah ngegosipnya heh" suara karyawan senior mengejutkan mereka dari belakang. "maaf bu kami..". "kalian tahu gadis yang baru saja kalian gibahin itu?" merekapun menggelengkan kepala. "dia adalah putri pak RUDI ATMAJA, tahu apa artinya?". "artinya gadis itu adik dari tuan KENAN CAHYA ATMAJA, CEO di kantor ini. jelas!" ucap karywan senior itu penuh penekanan. mereka terkejut atas apa yang mereka dengar.
"bu, maafkan kami, sungguh kami tidak mengetahui jika gadis itu nona RANIA CAHAYA ATMAJA adik dari tuan kenan" tutur mereka menyesal. "jika kalian tidak tahu makanya jangan gibah, atas kesalahan kaliah gaji kalian untuk bulan ini di potong tiga puluh persen" saut karyawan senior tegas lalu pergi meninggalkan mereka.
"sial dipotong tiga puluh persen, gue bahkan gak bisa mencukupi kebutuhan gue bulan ini" rutuk karyawan pertama. "ini semua karna kita terlalu iri dengan si jena, berharap gadis itu jadi saingannya malah kita yang kena batunya" saut temannya. "sudahlah, ayo kita kembali bekerja yang ada nanti kita gak di gaji untuk bulan ini" membuat mereka bergidik ketakutan lalu kembali bekerja.
****
rania sudah berada di depan pintu ruangan kenan. sebelum rania mengetuk pintu, dia melihat sekretaris abangnya. "mbak dini!" sapa rania. "eh, mbak rania kapan datang?". "baru saja mbak, jangan panggil mbak dong panggil nia aja sayakan lebih muda dari mbak dini". "tidak sopan mbak, karena mbak rania adik dari boss saya, gimana kalau saja panggil nona saja?" tawar dini. "terserah mbak sajalah, oya kak kenan ada di dalam?". "saya kurang tahu nona".
"loh bukannya mbak dini sekretaris kak kenan?" saut rania heran. "sekarang saya sudah pindah di marketing pemasaran nona dan posisi saja digantikan oleh JENAHARA SUMAKI" jelas dini.
__ADS_1
jenahara sumaki? siapa dia?. bathin rania. "terimakasih ya mbak" rania lalu kembali ke depan pintu ruangan kenan.
"selamat pagi kak kenan" sapa rania sambil merentangkan tangannya siap untuk memeluk. rania masuk ruangan tanpa permisi terlebih dahulu. kenan terkejut melihat adik kesayangannya datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
"adek!" kenan lalu memeluk adiknya sangat erat karena rindu. "adek sama siapa ke sini? mana ayah sama bunda?" tanya kenan tanpa melapas pelukannya. "adek sendiri kesini, ayah sama bunda di rumah" jawab rania ambigu dan ingin melepaskan pelukannya namun kenan mencegahnya.
"biarkan seperti ini dulu dek, abang masih rindu" pintah kenan dan rania semakin mengeratkan pelukannya, disat bersamaan jena datang dengan membawa sarapan tanpa sepengetahuan kenan dan rania, jena melihat adegan berpelukan versi kakak beradik yang melepas rindu namun jena tidak mengetahui jika rania adik kekasihnya karena kenan belum menceritakannya.
jena sangat terluka, merasa terhianati lalu pergi meninggalkan kekasihnya yang masih memeluk tubuh seorang gadis yang membuatnya cemburu. jena melewati para karyawan dengan deraian airmata tidak peduli mereka berargumen tentang dirinya.
kamu begitu erat sekali kenan memeluknya, tergambar kerinduan yang sangat mendalam di wajahmu terhadap waniat itu, siapa gadis itu? siapa dia kenan?. bathin jena dengan isak tangisnya.
mereka yang menggibah rania sebelumnya, melihat jena menangis sendiri di koridor kantor yang menuju pantry. mereka sudah menebak pasti jena sudah bertemu dengan rania dan terjadi salah paham, namun mereka enggan untuk menjelaskan.
****
"tapi adek baik-baik aja kak, lagi pula adek bersama teman, kalau adek tidak rindu ingin bertemu kakak adek juga gak akan nekat seperti sekarang ini, kalau memang kakak gak suka adek disini ya sudah adek pulang lagi saja ke kalimantan" rajuk rania dan ingin pergi meninggalkan kenan, kenan menghalanginya. "gak gitu dek, abang seneng adek ada disini abang hanya khawatir dengan adek". "sudahlah kak jangan berlebihan".
kenan yang sangat bahagia karena kedatangan adiknya sampai melupakan perutnya yang belum diisi sarapan, tiba-tiba saja perut kenan berbunyi.
__ADS_1
"kakak belum sarapan?" kenan pun menggelengkan kepalanya. "ya sudah sekarang kakak tunggu disini, adek akan buatkan sarapan untuk kakak" rania lalu pergi menuju pantry.
kena teringat akan jena yang tengah membeli sarapan.
"kenapa dia belum kembali" gumam kenan. lalu kenan melihat jam di tangannya sudah jam kerja, lalu kenan meraih ponselnya dan menghubungi jena.
"hallo, sayang, apa kamu sudah kembali?" tanya kenan setelah sambungan telphonenya tersambung.
"hmm" jawab jena enggan. kenan yang selalu positif thinking tidak mencurigai jawaban jena, dia berpikir jena sedang sibuk bekerja.
"ya, sudah sampai ketemu nanti ya?" kenan menutup telphonenya dan jena kembali menangis sendiri di pantry menghadap dua porsi makanan untuk sarapan pagi dia bersama kenan namun semua gagal setelah kedatangan rania.
rania terus berjalan menyusuri koridor kantor yang menuju ke pantry, sesekali dia menyapa para karyawan yang berpapasan dengannya, sampainya di pantry dia melihat jena yang duduk sendiri.
"maaf mbak, apa disini masih ada telur?" tanya rania sopan.
"cari aja sendiri, lo pikir gue OB heh?" jawab jena ketus dan berbalik ke arah rania.
"wajah lo boleh cantik tapi kelakuan lo nol, gak tahu malu, inget ya lo gak semudah itu menang dari gue, ngerti lo!" bentak jena diakhir kata-katanya. rania terkejut dan hanya bengong mendengar makian wanita yang tidak dikenalnya.
__ADS_1
***
**BERSAMBUNG**