Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
79. ASAL BAHAGIA..


__ADS_3

Kenan pura-pura mengangkat telepon, disaat Kevin dan ibunya berdebat.


"Hallo, iya dek, kenapa? oh, gitu ya, biar nanti abang sampaikan sama om dan tente". Ucap Kenan yang sengaja sedikit menjauh agar terlihat seperti menerima panggilan dari seseorang.


"Om, tante, maaf Rania sudah pulang lebih dulu, karena katanya ada temennya yang datang ke rumah". Ucap Kenan.


"Sudah pulang, naik apa dia?".


"Iya, dia naik taksi, buru-buru katanya, ya sudah kita pamit dulu ya om, Vin gue pulang dulu ya?". Ujar Kenan berusaha tenang menahan gejolak di hatinya.


Kenan dan Sintia lalu segera keluar dari restoran mewah itu.


"Bisa-bisanya, Hanum membiarkan anaknya berbuat semaunya terhadap putriku". Omel Sintia saat sudah berada didalam mobil.


"Sudahlah bunda, jangan diperpanjang lagi". Kenan menenangkan.


"Kamu kok diem aja sih, adikmu diperlakukan seperti itu?".


"Abang harus berbuat apa bun? sementara abang tahu jika Kevin memang tidak menyukai adek sejak awal".


"Kamu tahu sejak awal, tapi masih saja kamu membiarkan hal memalukan ini terjadi terhadap adikmu, dimana akal sehatmu".


"Bukankah bunda sendiri yang meyakinkan abang, kalau semuanya pasti akan baik-baik saja karna mereka belum tahu". Saut Kenan kesal.


"Bahkan abang sudah meminta berkali-kali pada bunda untuk membatalkan perjodohan ini, tapi bunda menjamin semua akan berjalan sesuai keinginan, nyatanya apa?". Kenan memukul kemudi mobil karna kesal.


"Kamu cari tahu wanita seperti apa yang sudah merendahkan adikmu dihadapan calon mertuanya".


"Itu pasti bunda, abang akan cari tahu".


****


Rania telah tiba lebih dulu di rumah, dia langsung naik menuju lantai dua dan segera istirahat di kamarnya, karena dia merasai tubuhnya sangat letih, namun baru saja kakinya hendak menapaki anak tangga, tiba-tiba tubuhnya hilang keseimbangan.


Bruukkk... tubuh Rania ambruk jatuh ke lantai.


"Nona muda, nona bangun nona, pak satpam tolong saya pak!". Teriak Ratih berlari keluar meminta bantuan.


"Ada apa neng?". Tanya pak satpam.


"Tolong bantu saya menolong nona muda, dia pingsan dan sekarang tergeletak di bawah tangga". Jelas Ratih.


Rania baru hendak ditolong, Kenan dan Sintia sudah datang, lalu menghampiri para maidnya.


"Ada apa ini?". Tanya Kenan.


"Nona muda, pp..pii..pingsan Tuan". Saut Ratih terbata-bata.


Kenan dan Sintia bergegas masuk dan melihat tubuh adiknya tergeletak di lantai. Kenan mengangkat tubuh adiknya dan langsung dibawa ke rumah sakit. Rania langsung mendapat perawatan intensif ketika tiba di rumah sakit.


Setelah menunggu beberapa menit, dokter yang menangani Rania keluar dari ruang pemeriksaan.

__ADS_1


"Bagaimana dok, keadaan adik saya?".


"Nona muda, terkena dehidrasi akut tuan muda, jadi nona terpaksa harus dirawat secara intensif disini".


"Lakukan yang terbaik untuk adik saya dokter".


"Baik tuan muda".


"Apa penyebabnya dokter?". Tanya Sintia khawatir.


"Nona, sepertinya selama beberapa hari ini nona muda tidak menjaga pola makannya, karena tubuhnya kekurangan cairan dan ini sangat berbahaya bagi nona muda". Jelas dokter.


Mendengar penjelasan detail dari dokter Kenan langsung terduduk , terkulai lemah.


"Kamu harus kuat dek, jangan pernah perlihatkan kelemahanmu, untuk siapapun kali ini, abang akan selalu mendukung apapun yang menjadi keinginanmu, ini janji abang". Ujar Kenan meyakinkan diri sendiri.


Sintia masuk kedalam ruang perawatan putrinya, ditatapnya wajah cantik putrinya, nyaris tidak ada kekurangan apapun.


"Sesungguhnya tidak ada yang kurang dalam diri kamu nak, tapi mengapa seolah kebahagian menjauh darimu". Ujar Sintia.


****


Sepekan Rania dirawat dirumah sakit, keadaannya sudah membaik dan pagi ini dia sudah di bolehkan untuk pulang oleh dokter.


"Nona, saya harap anda jaga pola makan anda dengan baik, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi". Pesan dokter kepada Rania.


"Baik dokter, saya akan menuruti saran dari dokter". Saut Rania bersemangat.


Baginya kejadian demi kejadian yang menimpa hidupnya adalah suatu pengalaman yang akan membuat dirinya lebih tangguh untuk mengahadapi segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dalam hidupnya dimasa mendatang.


Rania sudah siap berangkat sejak setengah jam yang lalu untuk pulang, dia tinggal menunggu Kenan yang akan menjemputnya dan ibunya menunggunya di rumah.


Selagi menunggu, Rania menghubungi Mela sahabatnya melalui Video Call.


"Hai Mela, apa kabar?".


"Hai Nia, aku kangen padamu dan kabarku baik, bagaimana denganmu?".


"Ak baru saja sembuh dari sakitku dan sekarang menunggu kak Kenan datang menjemput".


"Kamu sakit dan aku tidak dikabari? jahat sekali kamu Nia".


"Maaf, jangankan untuk menghubungimu, menolong diriku saja aku tidak mampu".


"Baiklah, Nia kamu tahu, aku sekarang ada dimana?".


"Tidak, memang kamu ada dimana?".


"Coba kamu perhatikan baground dibelakangku, masa kamu tidak ingat".


"Mela benarkah yang kulihat, kamu berada di kamarmu dan kamu sekarang ada di kalimantan?"

__ADS_1


"Ya, Nia aku ada di kalimantan selama libur musim panas".


"Tunggu aku, aku akan menyusulmu".


"No Nia, aku yang ingin ke Jakarta".


"Tidak, aku sudah bosan di Jakarta, liburan kali ini akan kita lalui bersama di Kalimantan, mengenang masa-masa SMA kita".


"Ok, aku tunggu disini".


"Baiklah, sudah dulu ya kak Kenan sudah datang, bye".


"Salam buat kak Kenan dan tante Sin, bye".


Rania menutup ponselnya dan memasukkannya kedalam tas slepang miliknya.


"Siapa yang menelpon?".


"Mela kak, sahabat SMA adek yang sekarang kuliah di Oxford University".


"Adek menelponnya jam segini?"


"Iya, memangnya kenapa kak, ada yang salah?".


"Dek perbedaan waktu Indonesia dan Inggris itu lima jam lebih cepat waktu di Indonesia, berarti waktu dia disana sekarang jam tiga pagi".


"ohh.. itu, adek tahu kak, tapi dia sekarang ada di Kalimantan, liburan musim panas katanya". Kenan mengangguk mengerti.


Kenan lalu menyuruh adiknya berkemas dan segera mengajaknya pulang.


"Adek masih mau mampir dulu gak? sebelum kita pulang ke rumah". Tanya Kenan setelah masuk mobil.


"Gak ah kak, Adek mau langsung pulang, capek, pegel semua badan adek, gak papa ya?".


"Iya sayang, gak papa". Saut Kenan sambil membelai rambut adiknya penuh kasih sayang.


"Kakak kenapa? aneh banget tingkahnya". Kenan terdiam, dia merasa sangat bersalah pada adik semata wayangnya.


"Dek... Ab..".


"Kak, kalau mau bahas masalah yang kemarin, adek udah gak mau mikirinnya lagi, cukup ya kak, adek lelah, lebih baik kita pikirin hal-hal yang menyenangkan aja, misalnya perayaan hari ulang tahun adek, iya kan? eh iya kak, ulang tahun adekkan sebentar lagi, bulan depan loh, adek mau rayainnya ya kak, kan belum pernah tuh ulang tahunnya adek dirayain di rumah kakak". Ungkap Rania.


"Boleh, nanti akan abang buatkan acara yang meriah".


"Bener kak? adek akan undang temen-temen kampus juga boleh?".


"Boleh, asal Adek bahagia".


"Makasih kak". Rania tersenyum bahagia.


Senyum itu yang ingin abang lihat setiap harinya dek. Kenan.

__ADS_1


***BERSAMBUNG***


__ADS_2