
"bukan mah, tapi mengajukan pindah kerja ke indonesia kemungkinan akhir semester tahun ini mah baru di kabulkan, karena kevin banyak mengampu mata kuliah di semester genap" jelas kevin
"kalau itu keinginan kamu ya mamah gak bisa ngelarang kamu lagi, karena kamu juga sudah dewasa bahkan temen sekolah dasar mu pun sudah ada yang menikah" jawab hanum.
"ayolah mah come on, aku baru dua puluh lima tahun dan kenan juga belum menikah" elak kevin yang sudah tahu arah pembicaraan ibunya.
"memangnya temen mu hanya kenan" kesal ibunya.
"mah, temenku selama ini baik aku tinggal di indonesia maupun malaysia hanya kenan dan hanya dia yang bisa ngerti aku?"
"itu karena kalian berdua sama-sama manusia es" rutuk ibunya dan pergi meninggalkan putranya sendirian.
****
semua menu makan malam telah disiapkan oleh para pelayan di meja makan dengan tatanan menu yang sangat rapi dan higenis.
"apa semuanya sudah siap pak syam?" tanya sintia mencari tahu.
"sudah semuanya nyonya" jawab pak syam menunduk.
"terimakasih untuk kerja keras hari ini pak syam" lanjut sintia kemudian.
"itu sudah menjadi tanggung jawab kami nyonya, jadi anda tidak perlu sungkan". jelas pak syam masih menunduk lalu sintia pun pergi ke ruang kerja suaminya.
kenan yang mengetahui kalau sahabat kecilnya akan datang berkunjung, tampak sibuk merapikan penampilannya agar tetap kelihatan rapi dan cool, karena pada dasarnya kenan akan selalu memperhatikan penampilannya tidak seperti adiknya yang sedikit lebih cuek.
malam ini semua orang rumah berpakaian rapi termasuk para pelayan, berbeda dengan rania yang mengenakan pakaian santai dengan baju kaos oblong pres body dengan paduan celana jeans pendek di atas lutut dengan rambut di kucir kuda namun tetap cantik dan terlihat seksi karena rania tidak mengetahui jika akan kedatangan tamu istimewa malam ini.
abangnya dan kedua orang tuanya serta para pelayan yang ada di rumah sibuk untuk menyambut tamu yang sebentar lagi akan datang, rania malah bersantai ria di kamar asyik dengan benda pipih yang menempel di telinganya, sepertinya rania sedang di telphone oleh seseorang.
"tadi siang aku lihat kamu di tv kamu terlihat cantik sekali nia, aku hampir pangling" tutur seseorang di seberang telphone.
"emang aku masuk tv ya?" jawab rania heran, karena dia memang tidak tahu kalau ada reporter televisi swasta yang hadir.
"iya nia, bahkan acaranya live di seluruh stasiun tv swasta" jawab dafa.
"masa sih, sampe segitunya" jawab rania masih tidak percaya.
__ADS_1
"ya iyalah nia, secara kak kenan baru diangkat jadi CEO menggantikan om rudi dan kamu sendiri di perkenalkan ke publik sebagai anak sekaligus adik pemilik perusahaan nomor satu negeri ini, bagi para pemburu berita, ini momen langka makanya mereka berbondong-bondong untuk menjadikan stasiun tv nya yang pertama meliput acara perusahaan keluarga mu". jelas dafa panjang lebar.
"huh...berarti mereka tahu identitasku yang sebenarnya, apa temen-temen di sekolahku juga akan tahu ya?" membuang nafas kesal dengan kasar.
"sabar nia, siap gak siap kamu harus siap" bujuk dafa
"terus terang aku males banget ngelayanin orang-orang yang ingin berteman denganku karna something" sungut rania.
"oya nia, kalu pulang jangan lupa oleh-olehnya buat aku" ucap dafa
"kalau aku bawain kamu oleh-oleh, terus apa imbalannya untuk aku" sahut rania.
"cih, kamu perhitungan sekali nona muda" rutuk dafa dan rania tergelak mendengar kekesalan sahabatnya.
"kamu akan dapat kejutan dari aku dan kamu pasti sangat senang" lanjut dafa
"apaan fa?" rania penasaran.
"kalau dikasih tahu sekarang ya bukan kejutan namanya" celetuk dafa.
"ok kalau begitu aku akan sabar menunggu kejutannya, dah dulu ya bye?" rania menutup telphone nya dan mencoba menerka kejutan apa yang akan di berikan oleh sahabatnya itu.
sebahagia itukah adikku mendapat telphone dari sahabatnya?... semoga adik selalu tersenyum bahagia, abang gak akan biarkan adek menangis. gumam kenan dalam hati.
"bahagia banget kayaknya adik abang malam ini, ada apa dek?" kenan pura-pura gak tahu.
"ada deh" jawab rania sambil memainkan kedua alisnya.
"kak kenan ngapa kesini? kenapa gak ketuk pintu dulu, gak sopan". memanyunkan bibirnya.
"adek aja yang gak denger karna asyik telphonan sampai gak denger abang ketuk pintu" jawab kenan berbohong
"masa sih kak, sampai segitu gak sadarnya ya? hehe.. maafin adek kak". ucap rania tersenyum malu dan beranjak keluar kamar.
"mau kemana dek?" tanya kenan
"mau turunlah, mau kemana lagi?" jawab rania jutek.
__ADS_1
"jangan keluar kamar pakai pakaian seperti itu dek, kurang baik" tukas kenan.
"biasanya juga adek dirumah pakaiannya seperti ini, di rumah jangan posesif juga dong kak, nyebelin banget sih" tetp ngeloyor turun tanpa menghiraukan ucapan abangnya.
huh... dasar brother kompleks nyebelin, udah dingin nya gak ketulungan ditambah posesif. aku kan adiknya bukan pacarnya, makanya cari pacar biar ada yang di posesifin. gerutu rania kesal sambil menuruni tangga dan cuek dengan panggilan abangnya.
sampai di bawah rania tercegat langkahnya, kini dia terkejut, malu, dan bengong di campur jadi satu menghasilkan hasil gedek pada diri sendiri dan abngnya karena semua pasang mata yang ada di ruang tamu menatap ke arahnya.
rania yang tersadar jadi objek pemandangan langsung kabur ke kamarnyadan berteriak karena malu dengan penampilannya. "aaarrggghhh" terus berlari dan mengunci kamarnya lalu menangis sejadi-jadinya.
"kenapa dek, lihat setan ya?" gelak kenan dari luar kamar rania.
"kak kenan jahat, kenapa gak bilang kalau ada tamu" masih nangis
"kan tadi sudah abang bilang tapi adek gak dengerin abang, ya sudah sekarang ganti baju dan turun kita makan malam dulu bareng sahabat bunda". jelas kenan
sahabat bunda? tapi aku malu... gumam rania dalam hati.
rasa gengsi dan malunya mengalahkan rasa penasarannya. masih dalam keadaan menangis.
"adek gak mau turun, adek malu, kak kenan aja sendiri" saut rania
"ayolah dek kasihan tamu ayah, mereka nungguin kita" bujuk kenan
"kalu adek gak mau ya gak mau, ngerti gak? sekarang kak kenan pergi dari depan kamar adek" teriak rania sembari nangis nahan malu.
"ya sudah kalu gak mau turun" jawab kenan mengalah.
****
sementara orang-orang yang ada di ruang tamu pada tertawa melihat tingkah konyol nona muda rumah besar itu.
hanya kevin saja yang mengekspresikan wajahnya dengan senyum kecutnya.
cantik tapi childis... gumam kevin dalam hati.
***BERSAMBUNG***
__ADS_1
dukung author terus ya readers, jangan lupa vote dan likenya...
salam kenal dari aku...emmuachh