Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
39. PESAN AYAH PADA KENAN part 1


__ADS_3

Mobil yang membawa kenan dan rania sudah tiba di halaman rumah yang luas, kenan segera turun menghirup udara sore yang segar.


akhirnya aku bisa kembali lagi ke rumah ini setelah sekian lama aku tidak pulang. gumam kenan sambil merentangkan tangan menyesapi udara sore di borneo.


"selamat datang kembali tuan muda, nyonya dan tuan besar menunggu tuan muda di dalam" tutur bik ijah sopan.


"terimakasih bik, susi tolong bawa semua barang-barang saya ke dalam".


"baik tuan", "ayo dek kita masuk" ajak kenan sambil menuntun rania.


"kak, adek langsung ke kamar aja, badan adek terasa gerah mau mandi" ucap rania manja.


"ya sudah hati-hati naik tangganya" kenan senang karena adiknya sudah bersikap biasa saja.


kenan langsung menuju kamar orang tuanya, dia ingin segera bertemu kedua orang tuanya karena rindu. pintu diketuk dan kenan langsung masuk setelah dipersilahkan. kenan memeluk erat tubuh ibunya yang kini tak lagi muda namun tetap cantik.


"ayah apa kabar? maaf kenan baru bisa datang menjenguk".


"ayah baik nak, kamu jangan berlebihan seperti bunda dan adikmu".


"bagaimana dengan perusahaan? ayah harap sudah ada kemajuannya".


"perusahaan baik yah, sekarang kita sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan besar asal jepang yah".


"apakah manajer perusahaannya nona JENAHARA SUMAKI?"


"apakah ayah mengenalinya? bagaimana orangnya yah?" kenan balik bertanya dengan antusias.


"ada apa denganmu nak, apa yang membuatmu tertarik membicarakannya?" timpal sintia.


"perempuan itu kekasih kak kenan ayah, bunda" celetuk rania dengan nada tidak sukanya.


"yang sopan kalau bicara dek" kenan geram yang tak terima dengan sikap rania.


"jadi, kamu sudah mempunyai kekasih nak dan benar gadis itu nona jenahara sumaki?" saut bunda.


"iya bunda, jena yang akan menjadi menantu di rumah ini" ucap kenan pasti.


airmata rania terjun bebas hatinya terasa ditusuk-tusuk bambu runcing tak kasat mata semakin jauh rasanya keadilan untuknya. perempuan itu benar-benar sudah mengisi relung hati abangnya.


berbeda dengan sintia yang menangis bahagia karena impiannya untuk melihat putranya menikah akan segera terwujud dan segera memiliki momongan.


rudi melihat tangisan yang berbeda diantara keduanya, ada kesedihan diwajah putri cantiknya dan kebahagiaan diwajah cantik istrinya.

__ADS_1


apa yang membuatmu sedih putriku? ayah yakin ini bukan rasa sedihmu takut kehilangan sosok seorang kakak, pasti ada hal lain. gumam rudi.


***


suasana makan malam di keluarga ATMAJA sangat berbeda kali ini, kedatangan kenan ke kalimantan membawa kabar kebahagian untuk keluarganya terutama sintia.


namun tidak bagi rania, gadis cantik itu tampak murung sedikit kecewa dengan keputusan abangnya namun dia tidak bisa berbuat apa-apa jika cinta abangnya tertambat pada perempuan yang mencoba untuk membunuhnya.


"nak, sebaiknya kekasihmu itu cepat-cepat kamu kenalin sama bunda dan ayah" seru sintia.


"uhuk-uhuk" rania tersedak dan kenan cepat memberi adiknya minum.


"pelan-pelan dek makannya" ujar kenan. "maaf kak" rania tertunduk.


rudi bisa menangkap raut wajah kesedihan putrinya namun rudi belum bisa menyimpulkan penyebabnya.


ponsel kenan berdering tertera nama kekasihnya yang memanggil namun tidak segera diangkat karena ayahnya pasti tidak akan suka.


"dari siapa nak?" tanya sintia. "jena, bunda" saut kenan singkat.


"ayo angkat dulu, nanti dia marah dan marahnya perempuan itu ribet" ucap sintia.


"iya, bisa sampai bunuh loh kak" celetuk rania.


"hush, asal nyablak kamu dek", namun rania cuek dengan ucapan abangnya.


kenan meninggalkan meja makan dan menerima panggilan telepon dari kekasihnya.


"apa adek bahagia?". "maksud ayah apa?" tanya rania tidak mengerti.


"dengan rencana abangmu ingin menikah?"


"emm... iya, tentu adek bahagia kalau ayah, bunda, sama kak kenan bahagia".


"meskipun adek tidak bahagia?". "ayah ngomong apa sih yah, tentu adek sangat bahagia jika semuanya bahagia, lihat tuh bunda baru denger kak kenan punya kekasih udah girang banget".


"adek jangan diragukan lagi yah, dia pasti seneng karena sebentar lagi akan punya kakak ipar dan temen di rumah" timpal sintia dan rania hanya tertunduk diam.


diamnya kamu bukan jawaban nak, ayah harus mencari tahu dan memastikan hidupmu akan bahagia walaupun ayah sudah tiada. rudi.


makan malam sudah selesai, perbincangan hangat ala keluarga ATMAJA seputar pekerjaan, sekolah dan kehidupan sehari-hari menjadi topik utama.


"semua... adek ke kamar dulu ya, mau belajar karena sebentar lagi adek mau ujian". seru rania.

__ADS_1


"gak bisa sebentar lagi dek, abang mau cerita tentang hubungan abang dengan kak jena".


"kakak cerita saja sama ayah dengan bunda apapun yang mereka katakan adek setuju" jawab rania malas.


rania melangkahkan kakinya meniti anak tangga perlahan sampai tubuhnya tak lagi terlihat.


"ayah kenapa melamun?" tanya kenan.


"ayah rasa ngobrolnya di sambung besok saja, toh kenan belum pulangkan besok? sekarang sudah malam". ucap rudi dan sintia menurut.


"apa ayah mau abang bantu naik?"


"bawa ayah ke ruang kerja ayah, sudah lama ayah tidak kesana, bunda istirahat saja dulu" ujar rudi pada istrinya.


"ayah jangan terlalu larut dan abang jaga ayah" perintah sintia lalu dia pun pergi meninggalkan ayah dan anak berdua saja.


****


"apa yang terjadi pada adek saat di jakarta bang?" tanya rudi dingin setelah berada di ruang kerjanya.


benar kata adek, ayah pasti akan cari tahu. gumam hati kenan.


"adek terjatuh di tangga karena kurang hati-hati yah saat mendengar kenan pulang dari kantor" ucap kenan berbohong dan berusaha setenang mungkin.


"kamu memang tidak bisa diandalkan kenan, ayah cukup kecewa" ungkap rudi.


"maafkan abang yah". menunduk sedih.


"kamu tahu, retak di kaki adikmu itu cukup lebar, ayah baru tahu tadi itupun dari dokter yang menanganinya, adikmu tidak cerita apa-apa kepada ayah, dia hanya bilang baik-baik saja" imbuh rudi.


gigi kenan gemeretak menahan amarah karena sakit yang di derita adiknya itu ulah perempuan ****** sialan itu.


lihat saja aku akan membalas setiap airmata adikku yang jatuh karena ulahmu. kenan.


"kamu kenapa bang, mengapa kamu begitu marah?" selidik rudi.


"abang hanya marah pada diri abang sendiri yah, yang tidak bisa menjaga adek".


"bang, adikmu perlu waktu enam bulan untuk memulihkan kakinya seperti semula dan itu bukan waktu yang sebentar, pesan ayah jaga adikmu baik-baik karena hanya kamu yang dia miliki setelah ayah tiada".


"ayah akan menceritakan tentang rencana keluarga kita dengan keluarga om ounur bayezid, dulu setelah kami menikah kami berencana akan menjodohkan anak pertama kami jika jenis kelaminnya berbeda, namun itu tidak bisa terwujud karena jenis kelamin kalian sama". sejenak rudi menghela nafas.


"harapan kami ada lagi ketika tante hanum (mamanya kevin) hamil anak kedua tapi itu tidak berlangsung lama, tante hanum mengalami kecelakaan yang menyebabkan kehamilannya harus digugurkan dan rahimnya diangkat untuk menyelamatkan nyawanya".

__ADS_1


***BERSAMBUNG***


jangan lupa vote, like dan ramaikan dengan komentarmu oke...


__ADS_2