
#sma tunas bangsa...
rania sudah memarkirkan motornya di parkiran sekolah, sudah mulai ramai terlihat siswa-siswi di setiap sudut maupun koridor sekolah, tidak seperti sebelum-sebelumnya pada hari pertama masuk sekolah setelah liburan, kebanyakan pada nambah lagi waktu liburnya sehari atau dua hari dengan alasan masih capek.
apa gue telat masuk ya kok udah rame aja nih sekolah. gumam rania lalu melihat jam di tangannya.
mela menghampiri rania ketika melihat sahabatnya itu sudah ada di parkiran motor.
"nia...!" seru mela. "hay mel, lo heran gak sih kenapa sekolah kita udah rame aja sepagi ini?" tanya rania.
"lo inget gak waktu ada pengumuman dua pekan lalu sebelum libur, yang kita kabur duluan gak mau denger pengumuman?" mela mengingatkan.
"iya gue inget, mang kenapa?"
"dalam pengumuman itu ya hari ini"
"maksudnya" rania tidak mengerti
"di sekolah kita hari ini akan ada tanding basket dengan sekolah lain dan lo tau gak SMA mana yang akan jadi lawan tanding sekolah kita?". rania menggelengkan kepala.
"SMA PELITA BANGSA" antusias mela.
"Apa! PELITA BANGSA? itu kan...".
"iya itu sekolahnya ayu dan dafa sahabat kita" jawab mela yang seolah tahu maksud sahabatnya itu.
"jadi ini suprisenya? aaaaaa.....a.a...a..a.a.a." teriak rania senang.
"sekarang kita ke kelas dulu yuk?" ajak mela. "yuk..!"
***
#lapangan basket
semua siswa laki-laki maupun perempuan sudah memenuhi kursi penonton, baik dari SMA tuan rumah maupun SMA lawan, suara riuh terdengar dari kubu kaum hawa saat melihat para tim pemain basket turun ke tengah lapangan, mereka adalah pria-pria tampan idola sekolah mereka. para tim lawanpun tak kalah tampan apalagi kaptennya sosok pria idaman kaum hawa selain tampan, tubuhnya atletis, tinggi dan ramah, siapa lagi kalau bukan dafa sahabat rania.
kehebohanpun terjadi di kubu para kaum adam manakala melihat dua sosok wanita cantik dan smart primadona sekolah mereka yang tak lain ialah rania dan mela sahabatnya, kehebohan terjadi karena baru kali ini primadona mereka mau menonton basket biasanya mereka tidak pernah sekalipun sekolah mereka dalam olimpiade.
"angin apa yang membuat primadona sekolah kita datang kepertandingan basket kali ini?" tanya kapten basket tuan rumah. lalu dafa mengarahkan pandangannya pada dua wanita yang membuat kehebohan, matanya terbelalak ternyata wanita populer itu sahabatnya.
__ADS_1
ternyata kalian populer juga di kalangan kaum adam. gumam dafa dalam hati sambil tersenyum.
senyuman dafa tertangkap mata oleh pemain basket dari SMA rania.
"sepertinya pesona kapten tim lawan yang sudah mengundang primadona sekolah kita" ucap salah satu pemain sambil menunjuk dengan dagu ke arah dafa yang masih tersenyum melihat rania dan mela. teman pemain yang lain menjadi tersenyum kecut.
rania dan mela mencari kursi yang masih kosong, ternyata sudah penuh namun masih ada dua kursi kosong di kubu lawan. rania ragu untuk mengisi kursi itu takut di sebut penghianat, tapi mela tidak perduli karena yang duduk di sebelahnya adalah ayu sahabat mereka dan mereka masih bisa mendukung tim sekolahnya dari kubu lawan, lagi pula ini pertandingan persahabatan antar sekolah yang sempat tertunda.
"ayu...!" panggil mela. "hai mel, hai nia" seru ayu. "dah lama?" tanya nia.
"lumayan, gue denger dari temen-temen sekolah lo katanya lo berdua gak hobby nonton basket ya?". kata ayu sambil melihat pertandingan. "ya.." jawab mela santai. "terus sekarang kenapa kalian ada disini kalau gak hobby?"
"aku rasa kamu tahu alasannya" jawab rania dan ketiga sahabat itu tertawa.
suara riuh saat kubu lawan masukkan bola ke dalam ring, ada gurat kecewa di wajah kapten sekolah rania.
dafa semakin bersemangat sahabatnya berkumpul mendukungnya.
aku harus sportif, sekalipun dafa sahabatku tapi mereka adalah tim basket terbaik sekolahku. gumam lirih rania.
"ayo SMANTUBA tunjukkan kalau kalian bisa" teriak rania membakar semangat api kompetisi di tim basketnya.
"hey mel, hey nia" sapa dafa. "hai" jawab keduanya. "jadi ini suprisenya, jahat ya? coba bilang ke kita kan bisa di bawain makanan" ujar rania. "yang ada ntar temen satu sekolah lo pada gedek ma gue, tadi aja kapten basket sekolah lo dah gak semangat melihat primadonanya duduk di kubu lawan". "ya, aku tahu" jawab rania santai.
"jadi itu alasan lo kasih suport kayak toa tadi" celetuk mela. "that's right" jawab ayu. rania hanya tersenyum.
"ehm" terdengar suara deheman semua menoleh ke sumber suara dan yang berdehem merasa malu.
"sorry bro, nia, mel kenalin temen satu tim basketku". dafa mengenalkan.
"hai aku nathan"
"aku mela". "aku rania". "kalau gak salah kamu yang pernah ikutan olimpiade matematika setahun lalukan?" tanya nathan.
"benar, kok kamu tahu?" tanya rania heran. "kamu lupa? aku yang bareng dafa melihat pertandinganmu" jawab nathan. "oh iya aku inget sekarang, sorry ya aku lupa?". "it's ok".
"aku juga lupa lo sama kejadian itu" timpal dafa. "jadi kamu rupanya primadona di sekolah ini, pantes aja".
"pantes aja? maksudnya?" ulang rania tak mengerti. "ya pentes kamu jadi primadona karena kamu cantik dan smart" puji nathan. semua menjawab "setuju".
__ADS_1
hari pertama masuk sekolah selesai dengan berakhirnya pertandingan basket yang di menangkan oleh tim basket tuan rumah.
***
#siang hari
rania pulang sekolah langsung melepas seragamnya dan mandi untuk memberikan kesegaran pada tubuhnya yang sudah di banjiri keringat. setelah mandi rania mau istirahat melepas penat di pundaknya. tetapi rudi memanggilnya untuk menemui ayahnya di ruang kerja.
tok..tok..tok.. pintu kamar rania di ketuk. "masuk" jawab rania.
"permisi nona, tuan besar menyuruh nona untuk menemuinya di ruang kerja" tutur susi sopan.
"terimakasih, susi mulai sekarang kamu jangan panggil aku 'nona' kamu bisa panggil aku 'mbak nia' ok?"
"baik non... eh mbak nia" jawab susi sopan.
"sekarang kamu boleh pergi nanti mbak akan menemui ayah". susipun keluar dari kamar rania.
rania hendak pergi menemui ayahnya namun ponselnya berdering.
drrrrtt...drrrttt...drrrrttt ponsel rania bergetar untuk yang kesekian kalinya karena rania tidak pernah menerima panggilan dari nomor yang tak dikenalnya, karena deringannya mengganggu terpaksa rania jawab.
"hallo, siapa ini?" sapa rania jutek. "ishhh... jangan jutek dong cantik" suara seberang telphone terdengar menggoda.
"udah ya jangan becanda, aku tutup ni telphone nya" rania dibuat kesal
"maaf dek, ini kak kevin" jawab kevin jujur.
"kevin?". "iya kevin sahabat kenan, abang adek".
"oh, kak kevin, maaf nia gak kenal suaranya, ada apa kak?".
"kak kevin cuma mau mastiin aja, bener gak ini nomornya adek takut kevin bohong".
"emm...maaf kak, bukannya nia gak mau ngobrol dengan kak kevin tapi nia di panggil ayah, nelphone nya sambung nanti aja ya kak?"
"ok, sampai nanti bye". kevin menutup sambungan telphone.
***
__ADS_1