
setelah sampai di rumah, rania bersama mela dan ayu langsung masuk ke kamar rania. sementara nathan duduk di sofa yang ada diruang tamu menunggu kedatangan dafa. rania langsung duduk bersandar di ranjang tempat tidurnya.
"selama gue di rumah sakit, kak kenan ada ngubungin gue gak?" tanya rania pada sahabat-sahabatnya.
"wah kalau itu gue gak tau nia karena ponsel lo yang megang dafa, jadi lo tanya aja kedafa". jelas mela.
"yu, dafa ada di luar gak kalau ada suruh masuk sini, ajak sekalian nathan". "oke nona muda" ucap ayu sok manis.
ayu keluar kamar dan memanggil kedua sahabatnya yang kebetulan ada orang tua rania yang sedang ngobrol bersama mereka. melihat ayu yang turun sintia tersenyum kepada gadis yang berwajah oriental keturunan indo-tionghoa.
"permisi tante, bukan maksud mengganggu tapi nathan dan dafa di minta rania untuk menemuinya" tutur ayu. "ya sudah kalian ngobrol aja di kamarnya nia, om juga harus istirahat" jawab sintia. merekapun setelah pamit kepada kedua orang tua rania lalu pergi ke kamar rania. tidak lupa sintia menyuruh pelayannya untuk membuatkan minum dan membawakan cemilan untuk semua sahabat putrinya.
"ngapa kita disuruh kemari?" tanya dafa. "fa, ponselku kamu yang bawa ya?". dafa mengangguk. "kak kenan ada menghubungi gak?". "iya ada, bahkan bukan cuma kak kenan tapi someone juga ada nelphone". jawab dafa lugas.
wajah rania sumringah saat dafa menyebutkan kata 'someone' dan senyum itu tertangkap mata dafa.
apakah dia benar kekasihmu nia? apa kamu bahagia? apa aku benar-benar hanya kamu anggap sahabat? tidak adakah sedikit perasaan lebih untukku?. begitu banyak pertanyaan yang hadir di benak dafa ketika melihat senyum rania.
"siapa 'someone' itu nia?" pertanyaan ayu terdengar nada tidak suka karena dia tahu hal itu akan menyakitkan hati dafa. "hanya seseorang yang aku juga gak tahu" jawab rania asal. "sekarang mana ponselku?". dafa memberikan ponsel tersebut. "mulailah lebih dulu nia" ucap dafa dan rania mengerti maksud dafa.
****
sore itu suasana hati kenan benar-benar memburuk saat kekasihnya datang pun kenan tidak banyak bicara. meskipun sedang dalam keadaan mood yang buruk namun pekerjaan kantor dapat diselesaikan dengan baik. selebihnya kenan kembali dingin membekukan orang yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
"sayang kamu kenapa?" tanya jena hati-hati dengan penuh kelembutan. "jena aku ingin sendiri, boleh?" tanya kenan yang masih tetap dingin. "baiklah jika itu mau mu" jena pun pergi. "sayang, apa kamu marah?" tanya kenan, jena yang sangat kesal dengan sikap dingin kenan lalu meluapkan emosinya. "kamu fikir saja sendiri, seharian aku capek kerja dan tetap memberikan perhatianku padamu namun apa? heh, sikap dingin mu itu yang aku dapat, sudahlah aku gak mau ribut, aku capek lebih naik aku pulang". jena langsung pergi meninggalkan kenan.
jena berharap kenan akan memanggilnya dan meminta maaf atas kesalahannya, namun harapan jena sia-sia jangankan meminta maaf, memanggil pun tidak.
"dasar nyebelin 'ice man' gak punya hati" rutuk rania.
"ada apa denganku kenapa semua menjadi kacau seperti ini? jena tidak tahu apa-apa" rutuk kenan. "adek apa kabar kamu sayang, abang rindu, abang minta maaf dek, semuanya jadi kacau sekarang, kacaauuu!" teriak kenan. tiba-tiba ponsel kenan berdering tanpa melihat nama yang tertera di ponselnya dengan nada yang sangat dingin kenan menjawab telphone itu.
"ada apa?!" belum ada jawaban. "apa kamu bisu, heh?" suara kenan meninggi. "maaf jika adek ganggu" suara lirih terdengar lalu tombol merah ditekan mengakhiri panggilan. "adek..." kenan lalu melihat panggilan masuk dan matanya bulat sempurna ketika nama adiknya yang ada di panggilan terakhir. kenan semakin frustasi dan mengacak-ngacak rambutnya. "maafkan abang dek, abang kira itu bukan adek" ucap kenan lirih.
***
#malam hari
"apakah ayah sehat selama adek di rumah sakit?" tanya rania manja pada ayahnya. "ayah sehat seperti yang adek lihat" jawab rudi berbohong. "yah, adek mau tanya, apa kak kenan ada menghubungi ayah untuk menanyakan kabar adek?" tanya rania hati-hati. "apa kalian sudah saling memafkan?". rania menggelengkan kepalanya. "tadi waktu adek telphone kak kenan duluan, malah kak kenan marah-marah, tapi biarlah yah nanti juga ada jalannya untuk kita baikan, ini juga salah adek yang terlalu kekanak-kanakan" jawab rania tenang. "emm, putri bunda sudah gede rupanya" ucap sintia yang mencubit pipi rania gemes.
"sekarang adek ke kamar dulu yah, selamat malam" ucap rania kepada kedua orang tuanya.
malam itu rania susah tidur, kata-kata abangnya terngiang selalu di telinganya, terasa sakit terdengar namun rania mencoba kuat dan menyadari kemarahan abangnya. lalu dia pun meraih ponsel yang ada di atas nakas dan menghubungi dafa.
"hallo nia, kamu belum tidur?". "aku gak bisa tidur dafa". "ada apa lagi?". "aku tadi nelphone kak kenan...". "lalu" potong dafa. "kakak marah-marah". "maunya abangmu itu apa sih nia, heran aku?". "kamu jangan ikutan marah dong ngeri aku dengernya lagian ini juga salah aku bukan salah dia" jawab rania. "terus aja belain tu abangmu lupa apa yang telah dia perbuat sama kamu?, ingat nia kamu harus banyak istirahat, dirimu baru saja sembuh sekarang istirahat besok kita sekolah, bye".
#jakarta
__ADS_1
pagi ini kenan tampak kacau sekali seperti orang yang tidak terurus, penampilannya berantakan dan wajahnya kusut namun tidak mengurangi ketampanannya. selain masalah dengan adiknya yang belum terselesaikan, kekasihnya pun susah sekali untuk di hubungi sejak semalam.
sarapan telah disiapkan oleh pelayan namun kenan tidak menyentuhnya selera makannya sudah hilang sejak kemarin. dengan moodnya yang tidak baik kenan pergi ke kantor dengan harapan hari ini dia dapat bertemu dengan kekasihnya.
sesampainya di kantor seperti biasa para karyawan sudah mulai bekerja dengan tanggung jawab masing-masing. meski kenan sudah memiliki kekasih namun tidak sedikit wanita yang masih terus menggodanya. hubungan kenan dan jena sudah diketahui oleh karyawan perusahaan kenan, banyak gadis yang patah hati tapi ada juga yang terus berjuang mencuri hati bossnya. 'selama janur kuning belum melengkung masih ada kesempatan terbuka' begitulah kira-kira semboyan para gadis yang ingin berjuang meluluhkan hati kenan.
"rizal, apa agendaku hari ini? apakah nona jena sudah datang?" tanya kenan. "siang nanti setelah jam makan siang ada pertemuan dengan pihak perusahaan cabang yang ada di kalimantan dan nona jena izin untuk hari ini tuan". jawab rizal. "baiklah sekarang kamu boleh pergi".
mendengar kata 'kalimantan' kenan teringat pada adiknya, lalu dia melihat jam telah menunjukkan pukul sembilan tepat. semburat senyuman terukir di wajah kusut kenan kemudian meraih ponselnya untuk menghubungi adiknya.
***
rania dan sahabatnya sudah bersiap pergi menuju kantin, tiba-tiba ponsel rania berdering namun rania ragu untuk menjawabnya.
"nia, angkat bicaralah jika tidak kamu sendiri yang memulainya mau sampai kapan?" ucap mela yang sudah mengetahui masalah antara sahabatnya dengan saudaranya. "aku akan menunggumu di kantin, sekarang selesaikan masalahmu damai itu indah nia, seperti halnya persahabatan kita" lanjut mela lalu pergi ke arah akantin sekolah.
rania menata hatinya untuk menjawab telphone dari abangnya yang telah berdering kembali untuk yang kedua kalinya.
"hallo, assalamualaikum kak" sapa rania hati-hati dari seberang telphone, hati kenan basah kala mendengar suara adiknya yang sangat dirindukan. "walaikumsalam" jawab kenan lembut, rania yang sudah menanti jawaban salamnya lalu menitikkan airmata haru suara yang telah lama tak pernah terdengar kini terngiang kembali.
**BERSAMBUNG**
readers selama ada wabah virus covid-19 jaga selalu kesehatan dan tetap stay dirumah jangan lupa pula terus simak kisah selanjutnya, vote dan like ya...
__ADS_1