
"Maafkan aku Ran, aku tidak bermaksud untuk membuka luka lamamu, tapi apa alasannya dia menolak mu?" tanya Chika penasaran.
"Entahlah, aku juga tidak tahu pasti, tapi setahu ku, dia menyukai gadis lain yang katanya mahasiswinya sendiri" sahut Rania malas.
"Mahasiswinya?, Apakah dia tahu kalau Ran itu sebenarnya Nia?" selidik Chika.
"Sebelum aku menceritakan siapa diriku disaat ulang tahunku, selain Nathan dan keluargaku tidak ada yang tahu, kenapa kamu bertanya seperti itu?" ujar Rania heran.
"Apakah gadis yang dia sukai itu jauh lebih cantik darimu?" tanya Chika kian penasaran.
"Yang aku dengar gadis itu, tidak cantik, biasa-biasa saja, bahkan jauh di bawahku" ungkap Rania.
Aku semakin yakin, jika sebenarnya gadis yang pak Kevin sukai adalah Nia, hanya dalam balutan wajah culunnya Ran. Aku bisa melihatnya dari tatapan dan garis senyumnya dia setiap kali melihat Ran, dan tatapan penuh cinta itu kini menjadi tatapan kelabu yang penuh dengan penyesalan. Kata hati Chika.
"Hei, kamu kenapa Chik?" ujar Rania sambil menggoyang tubuh sahabatnya.
"Oh tidak" sahut Chika gelagapan.
"Jika aku bilang, pak Kevin itu suka sama kamu percaya tidak?" tanya Chika kemudian.
"Ngawur kamu, ya gak mungkinlah, aku sedikit tahu tentang, jika dia sudah memilih, maka dia akan memperjuangkan pilihannya itu, jadi tidak mungkin dan aku tidak ingin membahas ini lagi" jelas Rania.
Meskipun senyuman manis yang ditampilkan di wajah cantiknya, namun hatinya terasa nyeri, ternyata penolakan Kevin membawa luka tersendiri dalam hatinya.
***
Kevin telah melajukan mobilnya menuju kantor sahabatnya, ada sejuta luka yang dibawanya kali ini. Begitu terluka hatinya menerima kebencian dari gadis yang selama ini dia cintai secara diam-diam, gadis yang selalu menawarkan kesederhanaan dan kedewasaannya.
"Mengapa kamu begitu bodoh Kevin, mengapa kamu tidak pernah berpikir jika Nia bisa saja menjadi gadis yang kamu inginkan, bodoh kamu Kevin!" teriak Kevin dalam mobil.
"Maafkan aku Nia, gadis yang aku cintai itu kamu sayang, hanya dalam wujud Ran, izinkan aku merajut kembali tali kasih diantara kita, meskipun aku tidak pernah memulainya" gumam Kevin kembali melaju setelah sebelumnya berhenti di lampu merah.
Mobil Kevin terus melaju menuju kantor Kenan, setelah sampai di kantor sahabatnya, seperti biasa Kevin disambut dengan ramah oleh para karyawan kantor.
"Selamat siang Tuan Kevin, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu karyawan.
"Kenan nya ada?" ujar Kevin balik tanya.
"Tuan, masuk saja beliau ada di ruangannya" jawab karyawan ramah.
__ADS_1
Kevin hanya membalas dengan senyum menawannya, dan langsung menuju lift khusus yang menghubungkan langsung dengan ruangan CEO.
Setelah berada di depan pintu ruangan sahabatnya, Kevin mengetuk pintu dan terdengar suara mempersilahkan dari dalam.
"Hei sob," sapa Kevin saat masuk ruangan sahabatnya.
"Kevin!, angin apa yang membawa kamu sampai sini?" tanya Kenan heran.
"Kenapa!, tak suka aku kemari?" tanya Kevin sensitif.
"Bukan begitu, aku heran saja karena tidak biasanya kamu pergi disaat jam kerjamu masih ada, aku tahu kamu Vin, ini bukan kebiasaan mu" ungkap Kenan.
"Ada apa, apakah sangat penting hingga kamu tidak bisa menunggu sampai waktu kerjamu selesai?" tanya Kenan kemudian.
Kevin hanya mengangguk, lalu wajah tampan itu terlihat mendung, melihatkan betapa buruknya suasana hatinya.
"Vin, Lo baik-baik aja kan?" tanya Kenan khawatir saat melihat perubahan di raut wajah sahabatnya namun masih terlihat santai.
"Lo kenapa? patah hati?" selidik Kenan.
Lagi-lagi Kevin hanya mengangguk menanggapi pertanyaan sahabatnya.
"Bahkan lebih dari itu, dia kini membenciku" ungkap Kevin.
"Apakah gadis yang membencimu, seorang mahasiswi yang pernah kamu ceritakan padaku?" tanya Kenan.
Kevin kembali mengangguk pasrah, kekuatan untuk angkat bicara seakan hilang, terbawa derita hatinya.
"Karma itu berlaku Vin, sekarang kamu dapat rasakan apa yang pernah adikku rasakan, maaf bukannya aku ingin menertawakan mu, tapi setidaknya kamu bisa tahu rasa sakit dari sebuah penolakan" ungkap Kenan.
"Sudahlah Vin, lupakan saja, masih banyak gadis di luaran sana yang mau menerima kamu, jangan hanya karena gadis sederhana itu lalu kamu terpuruk" lanjut Kenan.
"Bagaimana mungkin, aku bisa melupakannya begitu saja, dia mahasiswi ku, setiap hari aku akan bertemu dengannya, dan aku akan selalu diingatkan oleh kebodohan ku, dimulai dari awal kami bertemu" jelas Kevin yang akhirnya angkat bicara.
"Apa istimewanya mahasiswi mu itu? Sampai kamu harus terpuruk seperti saat ini, bahkan kamu sampai harus melukai hati adikku" tanya Kenan penasaran.
"Itulah kebodohan terbesarku" sahut Kevin.
"Apa maksudmu?" tanya Kenan.
__ADS_1
"Iya Ken, penolakan ku terhadap adikmu adalah kebodohan terbesarku, karena mahasiswi yang ingin aku perjuangkan adalah Rania, adikmu" ungkap Kevin.
"Maksudnya? Coba jelaskan, aku masih tidak paham dengan semua ini" ujar Kenan.
"Aku jatuh cinta pada sosok Ran, yang tak lain adalah Nia, dalam diri Ran aku temukan kedewasaan, kemandirian, yang tidak aku temukan dalam sosok Nia, hal sederhana itu yang membuat aku jatuh cinta padanya, sampai aku harus menolak Nia, karena aku berpikir Ran sangat pantas untuk aku perjuangkan" ungkap Kevin.
"Apa! Jadi kamu menolak Nia sebab kmu mencintai diri dia yang culun? kenapa kamu tidak pernah cerita padaku?" ujar Kenan yang menyesali kelakuan sahabatnya.
"Bagaimana mungkin aku bisa cerita tentang gadis lain terhadapmu, sementara aku sudah menyakiti hati adikmu" sahut Kevin.
"Tapi gadis itu orang yang sama" ucap Kenan.
"Saat itu aku tidak tahu, jika Ran adalah Nia" ujar Kevin penuh sesal.
"Lalu dari mana kamu begitu yakin jika Nia membencimu?" tanya Kenan.
"Dia sendiri yang mengatakannya padaku, tatapannya, sikapnya menunjukkan padaku bahwa dia sangatlah membenciku" jelas Kevin.
"Apa kamu akan menyerah begitu saja?" tanya Kenan penuh arti.
"Tentu tidak, aku akan membuatnya menerima ku kembali" ucap Kevin bersemangat.
Namun seketika itu juga semangatnya memudar kala dia melihat sahabatnya.
"Jangan khawatir aku mendukungmu, kejadian ini hanya kesalahpahaman, lain kali apapun itu kamu harus cerita padaku, semangat berjuang, karena adikku tidak mudah untuk ditaklukkan oleh orang yang pernah menyakitinya, jadi bersabarlah" ungkap Kenan.
"Terimakasih Ken, kamu memang sahabat terbaikku, dukungan mu sangat penting bagiku, karena kamu adalah wali bagi adikmu setelah om Rudi tiada, aku akan memperjuangkan cintaku" ucap Kevin.
"Aku berharap, jika kalian berjodoh, jaga adikku baik-baik karena dia hidupku, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya, aku juga tidak bisa percaya pada lelaki lain sebagai pendamping hidupnya, selain kamu Vin, aku lega saat mendengar ternyata gadis yang kamu cintai selama ini adalah Rania" tutur Kenan.
"Aku berjanji, tidak akan menyakiti hati adikmu lagi" ucap Kevin.
"Aku pegang janjimu" sahut Kenan penuh dengan keseriusan.
***BERSAMBUNG***
Happy reading
salam manis 😘
__ADS_1
by rose_daylin