
kenan telah selesai mandi, kini dia sudah mengenakan pakaian rumahan yang telah disiapkan oleh pak syam. setelah rapi dan wangi, kenan pergi ke kamar adiknya untuk mengajaknya makan malam bersama.
tok..tok..tok... suara pintu kamar di ketuk. "masuk" terdengar jawaban dari dalam.
ceklek... suara pintu terbuka, "ada apa?" tanya rania tanpa menoleh ke arah pintu terbuka, dia tetap fokus membaca dengan kacamata bacanya.
"kita makan yuk dek, abang laper" ajak kenan pada adiknya.
"kak kenan, kapan pulang? adek gak denger suara mobil kakak datang". antusias rania setelah melihat abangnya pulang.
"gimana mau denger adek aja gak perduli, yang diperhatikan hanya HP" ujar kenan pura-pura merajuk.
"ya ampun, kakak cemburu dengan HP adek!" seru rania pada abangnya.
"gak, tapi sama yang sering dihubungin HP adek" ketus kenan
"come on brother, she's just my friend gak lebih kak" jawab rania.
"jangan terlalu percaya diri dek, nanti seperti bunda baru tahu" ceplos kenan sambil menutup mulutnya.
"seperti bunda, maksudnya kak?" rania penasaran.
"gak maksud apa-apa, yuk kita makan" ajak kenan menarik tangan adiknya.
"adek gak mau makan kalau kakak belum mau cerita maksud kakak tadi tentang bunda" rajuk rania.
kenan bingung, karena dia tidak mungkin menceritakan kisah percintaan ibu mereka, namun kenan juga tidak mungkin membiarkan adiknya kelaparan, karena kata pak syam sedari siang adiknya belum makan apapun.
"bailah nanti akan kakak ceritakan, sekarang kita makan dulu" kenan menyerah demi adiknya agar mau makan.
"janji ya?" menyodorkan jari kelingking ke hadapan abangnya dan disambut kenan.
"yuk, adek juga sudah laper dari tadi" menarik tangan kenan.
"kacamatanya gak dilepas dulu".
"biarin aja".
***
makan malam telah disiapkan pelayan di atas meja makan, kedua majikan muda itupun lalu menyantap makanan yang sudah dihidangkan. tengah menikmati makan malamnya, terdengar suara pintu di ketuk.
tok..tok..tok... pintu depan diketuk, pak syam membukakan pintu.
"selamat malam tuan". pak syam menunduk lalu mempersilahkannya masuk, kevin hanya tersenyum ramah.
"kenan ada" tanpa menjawab sapaan pak syam.
__ADS_1
"ada tuan, tuan muda sedang makan malam, mari tuan" pak syam mengajak kevin serta untuk makan malam bersama tuan mudanya.
"siapa pak syam?" tanya kenan setelah sosok pak syam terlihat.
"tuan kevin, tuan muda" jawab pak syam
"kevin??, kevin siapa kak?" tanya rania merasa asing mendengar nama kevin.
"itu lo, anaknya tante hanum". dan di jawab ber ooo ria saja oleh rania.
"hallo big boss" sapa kevin dengan candanya yang khas.
"gabung sini vin, kita makan bersama". ajak kenan.
kevin duduk di sebelah kursi kenan dan berhadapan dengan rania. kevin menoleh ke arah kenan seolah bertanya siapa gadis berkacamata yang ada di hadapannya kini.
"kenalkan ini adik gue dan dek, ini kevin sahabat kecil abang" kenan memperkenalkan karna mengerti maksud sahabatnya itu.
"gue gak tahu kalau lo punya adik secantik ini" ujar kevun dan orang yang dimaksud menunduk malu karena kedua pipinya yang panas merona.
"awas lo ya, itu adek gue" ancam kenan, dan kevin hanya mengangkat bahunya saja.
"namanya siapa dek?" sikap kevin menghangat karena wanita di hadapannya adalah adik sahabatnya.
"panggil saja nia kak" jawab rania yang masih tersipu malu dan mendadak jadi kenyang.
"adek ke atas dulu kak" lanjut rania.
"apa karna ada aku disini?" kevin menimpali. "tidak kak, memang porsi makan nia yang sedikit" jawab nia asal.
kenan tersenyum karena sudah tahu sifat adiknya, jika sedang tersipu malu pasti adiknya mendadak kenyang.
rania pun beranjak dari kursi lalu pergi ke kamarnya.
"tumben kamu ke sini sendiri, om dan tante gak ikut?" tanya kenan
"bonyok gue dinner sendiri tanpa ngajak gue" jawab kevin
"kebetulan banget ya ayah sama bunda juga dinner di luar, apa jangan mereka janjian?"
kevin mengangkat bahu tak mengerti. ternyata mereka mau bernostalgia. gumam hati kenan.
setelah selesai makan kenan dan kevin melanjutkan ngobrolnya di halaman belakang dekat kolam renang. sementara rania menahan sakit perutnya karena lapar. "bodoh banget sih lo rania, GR nya gak ketulungan tuh cowok cuma ngajak kenalan bukan ngedate, napa lo harus tersipu malu, iya kalau dia respek ma lo kalau gak, malu deh". rutuk rania pada diri sendiri.
***
kenan tanpa sengaja melihat ke arah jendela kamar adiknya yang belum tertutup tirai. terlihat adiknya mondar mandir seperti setrikaan sesekali mengernyit kesakitan memegang perutnya.
__ADS_1
adek pasti kelaparan. gumam hati kenan.
"lo tunggu di sini dulu, gue mau ke dalam dulu" ucap kenan
"it's ok" jawab kevin singkat.
kenan memanggil pak syam, ketika kenan baru masuk rumah tak lama kemudian kenan melihat pak syam berada di ruang keluarga menghampirinya.
"ada perlu apa tuan muda memanggil saya"
"suruh ratih antar makanan ke kamar adek, tadi dia belum sempat makan malam" perintah kenan.
"baik tuan muda" jawab pak syam mengangguk sopan.
kenan kembali menemui kevin.
"ken, menurut lo apa gue sudah pantas memiliki pendamping hidup?" tanya kevin serius.
"kenapa lo tiba-tiba ngomongin masalah jodoh?" kenan tanya balik.
"nyokap nyuruh gue nikah mulu". kevin tampak frustasi.
"vin, meskipun gue belum menikah, tapi setahu gue yang namanya nikah butuh kesiapan mental karena dalam membina rumah tangga itu harus ada kesetiaan, kejujuran, kepercayaan dan yang paling penting saling mencintai". Jawab kenan.
"menikah soal gampang tapi membina yang sulit, apalagi kalau pernikahan itu karena perjodohan pasti kita akan melewati masa yang sulit, karena bisa jadi kedua pasangan itu belum saling mengenal atau tidak saling cinta dan masih banyak lagi problem yang ditimbulkan karena perjodohan" jelas kenan lanjut.
"jadi gue harus gimana?" kevin makin frustasi.
"apa lo dijodohkan". kevin menggelengkan kepala. "jika memang lo gak dijodohkan itu lebih mudah". ujar kenan dan kevin jadi bingung.
"lo tinggal buka hati lo untuk para gadis dan temukan cinta lo, jika sudah ketemu kenalkan ke bonyok lo dan nikahin tu cewek, gampangkan? apalagi kalau bonyok lo gak ngasih batas waktu." jelas kenan.
"omongan lo kadang-kadang ada benernya juga ya, gak nyangka jomblo kayak lo bisa sebijak itu" ledek kevin.
"soplak lo vin, bukannya makasih malah ngebully, sahabat durhaka lo". oceh kenan.
"makasih ken lo emang best friend gue". menepuk pundak kenan.
"semoga cewek yang akan mendampingi lo bisa mencintai dan setia sama lo". harapan kenan untuk sahabatnya.
"lo juga kapan mau mikirin kebahagiaan lo sendiri?" tanya kevin.
"kalau gue masih jauh, sebelum adik gue bahagia gue belum mau mikirin kebahagiaan gue sendiri" suara kenan berat, mengingat kondisi ayahnya yang semakin memburuk dan tanggung jawabnya semakin berat untuk tetap menjaga adiknya, seperti janjinya kepada ayahnya.
"selain sebagai sahabat, lo juga abang yang baik dan bertanggung jawab yang menyayangi adiknya, gue salut sama lo, pasti nia bangga punya abang kayak lo". ujar kevin. kenan tersenyum.
malam semakin larut obrolan kedua sahabat itu terhenti, karena kevin harus pulang.
__ADS_1
****
**BERSAMBUNG**