Adik Seorang CEO

Adik Seorang CEO
12. MERENCANAKAN PERJODOHAN


__ADS_3

setelah pertemuan empat hari yang lalu, kini keluarga OUNUR BAYEZID yang mengundang keluarga sahabatnya untuk makan malam di restoran ellite yang terkenal sejakarta, tapi kali ini mereka tidak membawa serta anak-anaknya. keluarga OUNUR BAYEZID yang meminta untuk tidak membawa serta anak-anak mereka agar rencana yang sudah disusun olehnya berjalan lancar. keluarga sahabatnya pun menyetujuinya.


"bunda sudah rapi begini mau kemana?" tanya rania heran.


"bunda sama ayah di undang makan malam sama tante hanum dan suaminya" jawab sintia lembut.


"berdua saja, adek sama abang gak ikut?" tanya rania lagi dan diangguki oleh sintia.


"apa tante hanum marah, karena waktu itu adek gak menemuinya dan ikut makan malam bersama bunda?" tanya rania hati-hati.


"tidak begitu sayang, ini hanya makan malam bersama sahabat dan pasangannya masing-masing seperti anak muda zaman sekarang, hmm... istilahnya double date seperti itu". jawab sintia asal


"memang harus seperti itu ya bunda?" selidik rania".


"may be, darling" jawab sintia lebay. "ih bunda genit, apa bunda seperti itu ayah ketika masa mudanya?" tanya rania pada rudi yang begitu melihat ayahnya datang menghampiri mereka.


"hmm..." jawab rudi malas.


aku semakin penasaran dengan masa muda bunda dan kisah persahabatannya... gumam rania.


"ayah sama bunda mau langsung berangkat, gak menunggu kak kenan pulang?" tanya rania


"tidak nak, kalau menunggu abang pulang ayah khawatir akan terjebak macet, adek tahu sendiri jakarta sering macet". jelas rudi.


"baiklah, hati-hati di jalan yah, jangan pulang terlalu larut angin malam gak baik untuk kesehatan ayah sama bunda, ayah bawa mobil sendiri?" tanya rania kembali pada orang tuanya.


"bawa supir" jawab rudi yang tidak ingin membuat putrinya khawatir. " ingat pesan adek yah". rania mengingatkan. "siap tuan putri". canda rudi pada putrinya dan rania tersenyum.


orang tua rania pun berangkat memenuhi undangan dinner bareng bersama sahabatnya. semenjak menggantikan ayahnya di perusahaan kenan sudah jarang sekali berada di rumah, membuat rania merasa kesepian.


"apa nona menginginkan sesuatu?" tanya pak syam


"tidak pak syam, terimakasih, saya mau istirahat dulu" jawab rania sopan.


"apa tidak sebaiknya nona makan dulu ini sudah waktunya makan nona" ujar pak syam kemudian.


"nanti saja setelah kak kenan pulang" jawab rania.


****


Hari ini kenan sangat sibuk di kantor hingga pulang sedikit terlambat. meskipun kenan adalah big boss tapi dia tidak ingin menunjukkan sikap seenaknya di kantor, dia harus memberi contoh kepada karyawannya terhadap kedisiplinan dalam bekerja.


"apakah masih ada berkas yang harus ku selesaikan?". tanya kenan pada asistennya tanpa menoleh.

__ADS_1


"tidak ada tuan, semua berkas hari ini sudah terselesaikan". jelas rizal.


"rizal, besok kamu carikan sekretaris baru untuk saya tentunya dengan kriteria standart perusahaan kita". perintah kenan.


"sekretaris baru untuk tuan?" rizal heran. apakah aku akan di pecat? gumam hati rizal kemudian.


"iya, untuk membantu meringankan tugasmu, dan mulai besok kamu menjadi sekretaris pribadi saya yang akan mengatur segala keperluan saya, paham?". lanjut kenan


"mengerti tuan". menganggukkan kepala.


"apakah semua karyawan sudah pulang"


"sudah tuan" menganggukkan kepala.


"ok, ayo kita pulang, dan jangan lupa besok kamu harus sudah menyiapkan semuanya dengan baik". kenan mengingatkan. "iya, tuan". "saya tidak mau ada kesalahan sedikitpun, jika itu terjadi kamu tahu akibatnya". tegas kenan sambil masuk lift menuju lobby kantor.


rizal keluar lebih dulu untuk mengambil mobil di parkiran. selang beberapa menit kenanpun masuk mobil dan melaju dengan kecepatan sedang, tiga puluh menit kemudian kenan sampai di halaman rumahnya dan di sambut oleh pak syam pelayan rumah utama.


"kamu boleh pulang dan istirahatlah". perintah kenan


"baik tuan, selamat malam" jawab rizal setelah membukakan pintu untuk kenan. rizal pun kembali melajukan mobilnya menuju apartemen pribadinya yang sengaja disediakan oleh perusahaan untuknya.


"selamat malam tuan". sambut pak syam dan membawa tas kerjanya seperti biasa.


"tuan besar dan nyonya tidak ada di rumah sejak sore tadi tuan". jawab pak syam.


"kemana?". pak syam terdiam menunduk, kenan mengerti.


"adek dimana? apa dia ikut ayah sama bunda? apa dia sudah makan?" tanya kenan posesif.


"nona muda di kamarnya dan nona ingin makan bersama tuan" jawab pak syam.


"baiklah siapkan makan malam untuk kami berdua" ucap kenan seraya melenggang menuju kamarnya.


***


di tempat lain...


perjalanan rudi dan istrinya sedikit terganggu karena jalan yang di lalui kendaraannnya terjadi insiden kecelakaan namun itu tak berlangsung lama dan kemacetanpun dapat terurai.


"maaf ounur, apa kami sudah sangat terlambat?" tanya rudi yang baru saja sampai restoran dan sudah melihat sahabatnya duduk di meja yang telah dipesan.


"sama sekali tidak, kami baru saja sampai lima menit yang lalu" jawab ounur sembari mempersilahkan sahabatnya.

__ADS_1


"kamu baik-baik saja kan rud?". tanya ounur pada sahabatnya


"iya, aku baik-baik saja, kenapa?" tanya rudi balik.


"wajahmu pucat sekali seperti kurang sehat, apa tidak sebaiknya kita tunda dulu pembicaraan kita ini?" pinta ounur karena merasa sahabatnya sedang tidak baik-baik saja.


"aku pun sependapat dengan mu, aku juga sering menanyakan perihal kesehatannya karena akhir-akhir ini wajah suamiku sering kelihatan pucat seperti orang sakit". ujar sintia.


"lebih baik cek dulu kesehatanmu pastikan dirimu baik-baik saja rudi" sahut hanum.


"apa yang dikatakan istriku benar rud, kalau perkara rencana keluarga kita masih bisa kita atur kembali pertemuannya yang terpenting sekarang kesehatanmu" ounur menimpali.


"percayalah aku baik-baik saja, lagi pula hal baik itu harus di segerakan jangan di tunda-tunda, pamali kata orang tua dulu". ucap rudi yang tahu kalau sahabat dan istrinya sedang mengkhawatirkannya.


apa obat yang selama ini aku konsumsi sudah tidak bekerja dengan baik, hingga semua orang dapat melihat buruknya kesehatanku, sekarang aku harus pastikan dulu bahwa kelak hidup putriku akan bahagia bersama orang yang menyayanginya jadi kalaupun aku telah tiada aku akan merasa tenang. gumam hati rudi.


"rud...rudi" melambaikan tangan dihadapannya. "apa yang kamu pikirkan" tanya ounur setelah rudi sadar dari lamunannya.


"aku hanya ingin rencana yang telah kita atur dapat segera terwujud" ucap rudi kemudian.


"jadi, kamu setuju jika putrimu menjadi menantu di rumahku?" tanya hanum, rudipun mengangguk.


"kapan niat baik ini akan terlaksana?" ujar ounur. "secepatnya, jangan ditunda-tunda lagi". jawab rudi pasti.


"tidak!" seru sintia, sontak membuat suami dan sahabatnya heran. "maksudku saat ini rania masih sekolah, setidaknya tunggulah sampai satu semester karena tahun ini rania lulus sekolah. jelas sintia dan mereka lega.


"aku setuju dengan sintia, selama enam bulan biarkan mereka saling mengenal dan kevin pun masih harus menunggu satu semester lagi untuk dapat mengajukan pindah kerja". uap hanum.


"tidak masalah, tapi harus kalian pastikan kevin tidak dekat dengan siapapun selama masa tunggu sekolah rania, jika sampai itu terjadi akan aku pastikan rencana perjodohan ini akan batal tanpa negosiasi".tutur rudi penuh penekanan dengan tatapan nanarnya.


"aku jadi tahu sekarang sikap dingin kenan itu turun dari siapa, ternyata kau masih saja posesif rudi" ujar ounur terkekeh.


"aku hanya ingin memastikan putriku bersanding dengan orang yang tepat" jawab rudi datar.


"aku bisa pastikan kamu tidak akan kecewa rudi, karena aku tahu siapa putraku, tapi apakah rania..." kata-kata hanum terpotong.


"jangan khawatir kenan sudah memberi batasan untuk rania, apapun yang dikatakan abangnya rania akan menurutinya, tapi sebaiknya perjodohan ini jangan di ketahui oleh anak-anak kita termasuk kenan, aku takut mengganggu sekolahnya rania, dia anaknya sangat sensitif". jelas sintia.


"maafkan aku sintia, seharusnya aku tidak perlu meragukan rania karna kenan dan rudi akan selalu mengawasinya dengan sikap posesif mereka" ujar hanum dan mereka tertawa.


****


**BERSAMBUNG**

__ADS_1


__ADS_2