Air Mata Ayanda

Air Mata Ayanda
bab 100. Kesempatan Kedua


__ADS_3

Hanya suara dentingan jam dinding yang terdengar di tengah heningnya dua manusia yang sedang menyelami pandangan mereka. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Gio dan juga Ayanda.


Wajah sendu Gio menghampiri Ayanda yang masih mematung di tempatnya.


"Aku sangat merindukanmu," ucapnya yang telah berdiri dengan jarak satu meter dari Ayanda. Dengan cepat Gio memeluk tubuh Ayanda. Rasa rindu yang sangat besar, mampu membuat seorang Giondra menitikan air mata.


"Aku sangat mencintaimu. Maafkan aku," kata Giondra yang masih memeluk erat tubuh Ayanda.


Ucapan Gio mampu menghangatkan hati Ayanda yang telah membeku. Air mata pun berhasil terjun bebas dari mata indahnya.


Tidak ada balasan dan penolakan kali ini, karena sesungguhnya Ayanda pun sangat merindukan Gio. Merindukan dekapan hangat seorang Giondra yang mampu menenangkan hatinya.


Gio menghapus jejak air mata di pipi wanita yang sangat ia rindukan. "I love you so much, maaf aku telah ragu dengan hatiku sendiri. Maaf telat buatmu kecewa," sesalnya.


Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Ayanda. Ia hanya menatap dalam wajah Giondra. Dari matanya ia bisa merasakan penyesalan yang sangat dalam yang Gio rasakan. Tidak ada kebohongan sedikit pun.


Di jalan Malioboro, ada dua insan manusia yang sedang berfoto ria dengan gembiranya. Seperti anak kecil yang yang begitu senangnya diajak berlibur.


"A, sini! Kita selfie bareng," ajak Nisa pada Rion.


Rion menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia lebih memilih duduk di kursi pinggiran jalan sambil memandang wajah putri dan mantan istrinya di ponsel miliknya.


"Jika berlibur dengan kalian, mungkin akan sangat menyenangkan," gumamnya lirih.


Rion larut dalam kerinduan akan sosok dua perempuannya. Suara tertawa khas yang sangat ia hafal mengusik pendengarannya. "saking rindunya Ayah padamu, halusinasi suaramu menggema di telinga Ayah," ucapnya pelan.


Suara khas itu semakin terdengar dan semakin dekat. Dengan rasa penasaran ia menegakkan wajahnya. Mencari suara khas yang sangat ia rindukan. Tatapan matanya terhenti pada seorang gadis yang sedang bercanda dengan laki-laki berbadan tegap. Rona bahagia nampak pada wajah gadis itu.


"Echa," panggil Rion dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Aktifitas Echa pun terhenti, matanya nanar ketika melihat sosok yang sangat ia rindukan berada di hadapannya.


"Ayah," teriaknya, dan berlari ke arah sang ayah.

__ADS_1


"I miss you," lirihnya dalam pelukan Rion.


"Miss you too, Dek," balas Rion dengan air mata yang sudah ingin terjatuh.


Pertemuan tak sengaja antara ayah dan putrinya membuat Andri mengusap ujung matanya. "beruntungnya kamu memiliki ayah dan papa yang sangat menyayangimu," gumamnya.


Di toserba, Ayanda sudah menutup tokonya sementara. Memilih berbicara di ruangannya.


"Sayang, aku tau kamu dan Echa kecewa sama aku. Berilah kesempatan kedua untukku untuk memperbaiki hubungan kita. Aku hanya tidak ingin menjadi orang ketiga dalam pernikahanmu dan juga mantan suamimu," jelasnya.


"Kenapa kamu berpikiran seperti itu?" tanya Ayanda datar.


"Setelah aku melihatmu dengan Rion berdua di kamar atas rumahnya. Aku melihat masih ada rasa sayang yang sangat besar dari mata mantan suamimu. Dan masih ada sedikit cinta di hatimu untuknya," jawabnya.


Ayanda terdiam mendengarnya. Memori otaknya dengan cepat memutar kejadian yang Gio maksud.


"Aku sangat cemburu. Dari situlah aku sedikit ragu dengan cintamu padaku. Hingga ada perkataan yang mampu membuatku tenggelam dalam keraguan. Ya, aku adalah perusak rumah tanggamu," lanjutnya dengan penuh kesenduan.


"Aku tidak pernah ragu dengan hatiku yang mencintaimu," balas Ayanda.


"Hanya saja, tidak mudah untukku melupakan masa laluku. Melupakan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semuanya butuh waktu dan mungkin butuh proses yang panjang," terangnya.


Gio bersimpuh di hadapan Ayanda, membuka kalungnya yang berliontin kan cincin milik Ayanda yang dilepas.


"Will you marry, again?"


Dengan cepat, Ayanda menggelengkan kepalanya. Membuat Gio membeku di tempatnya.


"Kali ini aku tidak akan terburu-buru menolak atau menerima lamaran mu lagi. Aku hanya butuh pembuktian dan ketulusan. Bukan keraguan," jawabnya.


"Jika kamu memberikanku kesempatan kedua, aku pasti akan membuktikan keseriusanku kepadamu," balasnya sangat yakin.


Ayanda menangkup wajah Gio yang berada di hadapannya. Ia menganggukkan kepalanya dan seraya tersenyum tulus pada Gio.

__ADS_1


"Terimakasih," ucapnya, sambil menarik tangan Ayanda agar masuk ke dalam pelukannya.


"Aku akan membuktikannya sampai kamu benar-benar yakin akan ketulusan dan keseriusanku," bisik Giondra. Ayanda semakin mengeratkan pelukannya, menyalurkan rasa rindu selama ini.


Sore hari, Ayanda telah sampai di rumahnya dengan diantar Gio. Hanya saja, Ayanda meminta Gio untuk menurunkannya sedikit jauh dari rumahnya. Ia tidak ingin menjadi ghibahan para tetangga.


Baru saja ia membuka pintu, matanya seakan hendak keluar dari tempatnya. Mantan suaminya yang tengah tersenyum manis ke arahnya dengan rona bahagia yang wajah Echa pancarkan.


"Mamah," sapanya. Lalu menarik tangan Ayanda untuk duduk di sofa bersamanya dan juga Rion. Dengan posisi Echa berada di tengah.


"Perfect family," ucapnya, dengan melihat ayah dan mamahnya secara bergantian dengan senyuman yang sangat bahagia.


Echa menarik tangan ayah dan juga mamahnya. lalu menyatukannya. "apakah kalian tidak ingin bersatu lagi seperti ini?" tanyanya.


*****


Maaf telat up, karena terlalu sibuk ngeghibah semalam 😁


Warning!


Hargailah karya para author tercinta kalian. Sebisa mungkin berilah masukan yang positif yang sekiranya membangun, bukan menjatuhkan mental para author.


Penulis cerita melow kayak aku bukan berarti aku ini orangnya melow dan lembek juga. Malah bisa sebaliknya, bisa lebih gila yang kalian pikirkan. So, jika ada yang mau bikin aku down dengan komentar-komentarnya kalian salah tempat.


Udah ah, ntar tanduk aku keluar lagi,,


Eh, ini udah cepe episode ya,,,😁


Mau ngasih apa ya ke kalian di episode 100 ini?


Crazy up kah??🙄


Kencengin dulu jempolnya, komennya dan votenya dong,,,

__ADS_1


Happy reading semua,,


__ADS_2