Air Mata Ayanda

Air Mata Ayanda
bab 22. Kenangan Bersamamu


__ADS_3


dr. Giondra Aresta Wiguna Sp.Pd.


Dokter muda spesialis penyakit dalam. Profesi yang ia jalani lima tahun yang lalu, dan sekarang ia adalah pengusaha muda pewaris tunggal retail besar "Wigumart" yang sudah berkembang di Asean dan Australia. Ia sosok lelaki idaman para wanita, memiliki wajah sangat tampan, senyuman yang sangat menawan, hati selembut awan dan juga tajir melintir. Membuatnya semakin terlihat sempurna. Hartanya tidak akan habis tujuh turunan meskipun di pakai foya-foya setiap hari. Si playboy kelas kakap julukannya. Banyak wanita yang ia pacari tapi tidak satupun yang ia seriusi. Hanya ada satu wanita yang ingin ia ajak menjalin hubungan serius, namun sayang seribu sayang wanita itu milik orang. Hanya wanita itu yang membuatnya gagal move on sampai sekarang ini.


*****


"Gi, aku pergi dulu ya soalnya ada meeting setelah jam makan siang," pamitnya.


"Iya, aku juga harus kembali ke kantor. Bilang ke incessku Papa Gi kembali."


Ayanda hanya tersenyum, mendengar panggilan Papa Gi, panggilan sayang dari anak semata wayangnya untuk Gio.


"Iya, pasti akan aku beritahu incessmu yang sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik," jawabnya dengan senyum kebahagiaan mengingat wajah putrinya sekarang.


Ayanda pun pergi meninggalkan Gio, sedangkan Gio masih betah berada disana. Ia tenggelam dalam kenangan bersama Ayanda.


Apakah aku harus bahagia melihatmu bahagia seperti ini? Tapi pada kenyataannya dadaku sesak saat kamu berbincang mesra dan penuh kebahagiaan dengan suamimu, batinnya lirih.


#flashback


Delapan tahun lalu, saat hujan deras Gio melihat ada seorang wanita muda yang membawa anak kecil di sebuah pos ronda. Ia sedang berteduh, karena merasa iba ia menghampiri wanita itu dan menawarkan bantuan, namun wanita itu bersikukuh tidak mau. Padahal hujan semakin deras dan malam semakin larut. Mengetahui sifatnya yang berpendirian teguh Gio mulai tertarik dengan wanita itu, sekeras apapun ia menawarkan bantuan, dengan sangat keras kepala juga wanita itu menolaknya. Hingga sang putri yang berada dalam gendongannya berbicara dengan suara gemetar "Mah, dingin."


Di situlah pendirian wanita itu sedikit goyah dan Gio pun perlahan-lahan membujuknya. Pada akhirnya wanita itu menyerah juga dan menerima bantuan dari Gio.


Wanita itu adalah Ayanda, wanita yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Ayanda banyak merubah hidupnya dari seorang playboy menjadi lelaki yang sangat menghargai perasaan perempuan terutama perasaan Ayanda.


Satu tahun mengenal Ayanda tidak membuatnya mengenal lebih dalam sosok Ayanda. Yang ia tau bahwa Ayanda adalah single mother yang hebat. Hingga ia diam-diam mengikuti Ayanda ke sebuah taman. Baru kali ini ia melihat Ayanda menangis pilu. Ternyata selama satu tahun ini ia hanya pura-pura bahagia untuk menutupi setiap kerapuhannya. Dari situlah Gio mulai bersedia menjadi tempat untuk menampung semua kerapuhan dan air mata Ayanda, meskipun terkadang hatinya sesak mendengar kisahnya dan melihatnya menangis. Yang ia inginkan saat itu hanya membuat Ayanda nyaman dan bahagia disampingnya. Ternyata berhasil, hanya saja Ayanda menganggap Gio hanya sebagai kakak tidak lebih tidak kurang.


******


Full musik membuat para pengunjung betah berlama lama di kedai kopi tersebut. Hingga lagu ini yang sekarang diputar.


Membuatmu tersenyum,


Walau tak pernah berbalas


Bahagiamu juga bahagiaku,,


Saat kau terlalu rapuh

__ADS_1


Pundak siapa yang tersandar?


Tangan siapa yang tak melepas?


Ku yakin aku,,


Bahkan saat kau memilih


Untuk meninggalkan aku


Tak pernah lelah menanti


Meskipun engkau tak akan kembali


"*****, lagunya kenapa pas banget begini ya. Kayak soundtrack hidup gua yang mengenaskan," lirihnya.


Tak lama Remon asistenny menghampirinya.


"Boss, sudah waktunya kita kembali ke kantor," ucapnya.


"Pesen kopi buat lu, kita ngopi dulu disini," Jawab Gio.


"Mon," panggilnya ketika Remon susah berada dihadapannya.


"Kenapa boss?" tanyanya sedikit khawatir, karena melihat mimik muka yang sendu pada wajah bossnya.


"Salah gak sih kalo gua sayang sama bini orang dan mengharapkan dia jadi milik gua?" tanyanya sambil memutar mutar cangkir kopi di depannya.


"Boss jadi pebinor," sahut Remon reflek sambil menutup mulutnya.


"Ish, sembarangan lu kalo ngomong. Gua gak ngerebut bini orang tapi gua sayang sama bini orang," jelasnya.


"Tindakan boss sih gak apa-apa tapi apa apaan? Apalagi sayang sama bini orang. Move on boss, diluar masih banyak wanita yang mengharapkan cintamu boss. Come on!"


"Ck, lu mah enteng bilang move on, move on, itu kata yang mudah diucapin tapi susah untuk dilakuin."


"Nih ya Boss saya pernah baca kutipan di salah satu buku, kadang yang terindah tidak diciptakan untuk dimiliki. Cukup dipandangi dari jauh, lalu syukuri bahwa ia ada di sana untuk dikagumi dalam diam."


Gio tertegun mendengar sepenggal kutipan yang keluar dari mulut Remon. Ia mencerna pelan-pelan kutipan yang diberikan Remon. Cinta tak harus memiliki itulah inti dari kutipan Remon.


Gio hanya terdiam dan menyenderkan kepalanya di kursi dengan mata tertutup. Selama lima tahun bekerja jadi asisten bossnya, Remon tidak pernah melihat bossnya sekacau ini.

__ADS_1


Wanita seperti apa yang membuatmu kacau seperti ini Boss? tanyanya dalam hati.


*****


Di dalam mobil hanya keheningan yang ada antara Sita dan Ayanda.


Papa Gi? Sebenarnya siapa Gio itu? monolognya dalam hati.


Kenapa ia menyebutnya incess kecil?


Hanya pertanyaan itu yang berputar-putar diotak Sita sekarang.


"Bu, maaf sebenarnya Pak Gio itu siapa?" tanyq Sita sedikit ragu.


Ayanda tersenyum mendengar pertanyaannya, ternyata Sita kepo dengan hubungannya bersama Gio.


"Dia sahabat saya dan juga sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri," jawabnya dengan seulas senyum.


"Papa Gi?" tanyanya kembali.


"Itu panggilan sayang dari anak saya untuknya, seperti ia memanggil saya Ayank. Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba menjadi kepo tentang hidup saya?" tanya Ayanda lagi.


"E,, tidak apa-apa Bu, saya hanya penasaran saja karena daritadi tatapan Pak Gio beda terhadap Ibu," ujarnya sedikit takut.


"Gio memang seperti itu, ia playboy kelas kakap. Siapkan hati yang kuat kalo kamu suka sama dia," jelasnya sambil tersenyum. Membuat wajah Sita blushing karena malu.


"Dia masih single, orangnya juga baik dan sangat hangat jika kamu sudah mengenalnya lebih dalam. Hanya saja untuk sekarang ia susah didekati oleh wanita manapun. Saya juga tidak tau apa alasannya," ucapnya. Karena Ayanda tau dari tadi Sita memperhatikan Gio dengan tatapan berbeda.


Dia menyukaimu Bu Boss. Jawab Sita dalam hati.


Anda sangat beruntung dicintai dan disayangi oleh dua pria tampan nan sempurna. Mereka sangat tulus menyayangi Anda, bermonolog dalam hati.


****


Hay para readers,


Aku up lagi, Maaf ya jika visualisasi Gio tidak seperti yang kalian bayangkan, tapi inilah dia yang berada dalam haluan saya,,


Terus setia baca novel Air Mata Ayanda ya, dan jangan lupa berikan aku semangat lebih dengan cara Like, comment, Dan juga vote. Tekan tombol ❤️ jadikan novel favorit kalian agar kalian bisa tau update terbarunya.


Happy reading sayang sayangkuh😘

__ADS_1


__ADS_2