
Gio masih dengan pikiran kalutnya, lalu ia mencari benda pipih miliknya. Ia scroll nama nama kontaknya hingga sambungan telpon tersambung pada ayahnya .
Ayah : Hallo Gi,
Gio : Apa aku ganggu ayah?
Ayah : Tidak, ada apa? Apakah ada kekacauan?
Gio : Apakah ayah sudah memperkirakan kejadian ini?
Ayah : Kejadian apa Gi?
Gio : Tentang ayank, makanya ayah ngirim aku kesini untuk menemani dan menjaga ayank kan?
Ayah : Apa yang ayah takutkan terjadikah?
Gio : Iya, aku melihat kerapuhannya lagi.
Ayah : Jaga dia Gi dan lindungi dia, ayah tidak mau ada hal yang buruk menimpanya.
Gio : Pasti ayah, Gi akan menjaganya. Meskipun Gi hanya dijadikan tempat berkeluh kesah tanpa ada arti baginya.
Ayah : Ayah percaya padamu Gi, karena ayah sangat menyayangi Ayanda seperti saudara kembarmu Giandra.
Gi : Ayah,, gak usah ingat ingat Giandra lagi. Dia sudah tenang di atas sana. Dia sudah bahagia dengan cucu ayah disana. Sekarang waktunya ayah untuk bahagia di usia ayah yang tidak muda lagi.
Ayah : Makanya kasih ayah cucu agar ayah tak kesepian.
Gio : Sabar yah, nunggu Ayank jadi janda dulu.
Ayah : Ayah tidak setuju, cari wanita lain!!
Gio : Masih aja gak ngasih restu, udah lah Gi tutup telponnya ya. Bye ayah,,
__ADS_1
Sambungan telpon pun berakhir.
Epilog.
Genta Wiguna adalah seorang pengusaha retail sukses dan dikenal oleh para pengusaha kelas kakap. Ia memiliki anak kembar tak identik. Giondra Aresta Wiguna dan Giandra Arella Wiguna. Sepuluh tahun yang lalu ia kehilangan anak perempuannya, ia pergi saat sedang mengandung di usia 7 bulan karena sakit yang dideritanya. Kejadian itu sangat memilukan baginya. Ia sangat terpukul dan jatuh sakit karena kepergian anak dan calon cucunya secara tiba tiba. Hanya Gio yang ia punya saat itu. Hingga pada suatu malam anak laki lakinya Giondra membawa seorang wanita yang sedang menggendong seorang anak. Dunianya seketika berubah, rona bahagia dan ceria terpampang nyata di wajahnya.
Ayanda sudah ia anggap seperti putrinya sendiri dan juga Echa sudah ia anggap seperti cucunya. Rumah megah yang tadinya sepi kini berubah jadi ramai penuh gelak tawa dengan tingkah menggemaskan Echa. Tapi seiring waktu berjalan Ayanda memutuskan untuk tidak tinggal di rumah itu karena ia ingin mandiri dan ia merasa tak layak hidup di rumah yang megah sedangkan dia bukan siapa siapa dari keluarga itu. Awalnya Genta tidak mengizinkan, karena Ayanda pintar merayu akhirnya ia mengizinkan Ayanda untuk mengontrak rumah kecil, dengan syarat Ayanda harus mau menerima salah satu cabang retailnya di kawasan Bogor dan juga sebuah villa megah di wilayah Puncak. Sekeras apapun Ayanda menolak tapi tak digubris oleh Genta, ia tetap membalik namakan retail dan villanya atas nama Ayanda. Genta benar benar menyayangi Ayanda, karena ia melihat sebagian dari diri Giandra ada pada Ayanda. Putrinya yang tidak mau menyusahkan orang lain hingga akhirnya sebuah penyakit menggerogoti tubuhnya tapi ia pendam sendiri dan akhirnya nyawanya tidak tertolong. Tak hanya sendiri calon cucunya pun ikut pergi meninggalkannya dan hanya menyisakan kepiluan yang mendalam. Itulah yang menyebabkan Genta selalu mengawasi Ayanda dari kejauhan, ia menempatkan beberapa orang kepercayaannya untuk terus mengawasi Ayanda karena ia tidak ingin terjadi apa apa dengan putri angkatnya itu. Ia belum terlalu percaya kepada suami Ayanda, Hingga ia harus terus melihat perkembangan hubungan Ayanda. Ia mengizinkan ayanda kembali kepada Rion tidak dengan mudah dan bukan tanpa alasan, karena masih ada rasa cinta yang sangat besar dari Ayanda maupun Rion sehingga ia menyetujui Ayanda kembali bersama Rion. Yang ia inginkan hanya kebahagiaan putri angkatnya.
*******
Disinilah Rion sekarang, di kamar utama sendirian tanpa sang istri. Pikirannya sangat kacau dan wajahnya pun terlihat sangat frustasi. Waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 wib tapi matanya enggan untuk terpejam, bayang bayang kekecewaan Ayanda selalu memutari otaknya. Ia mencari benda pipih miliknya dan menelpon seseorang.
Arya : Hallo, Kenapa bro ganggu gua tidur aja. Suarany, terdengar sangat berat.
Rion ; Besok lu temuin wanita liar itu.
Arya : Wanita liar siapa?
Arya : Oh iya gua tau, kenapa emang?
Rion : Gua pengen Test DNA anak itu.
Arya : Ha? Lu gak salah ngomong.
Rion : Nggak, gua serius. Gua mau buktiin ke Yanda kalo tuh bocah bukan anak gua.
Arya : Tapi kalo anak itu positif anak lu gimana? Apa lu gak mikirin perasaan Ayanda dan Echa?
Rion : Gua ngelakuin ini juga karena Yanda nyuruh gua tanggung jawab, inilah jalan satu satunya untuk ngebuktiinnya.
Arya : Ya terserahlah, kalo kenyataannya gak sesuai yang lu pikirkan jangan ngerepotin gua lu.
Rion : Temen macam apa lu? Kampret!!
__ADS_1
Sambungan telpon pun diputuskan secara sepihak oleh Rion.
Di Kamar atas, Ayanda juga tidak bisa memejamkan matanya. Bayang bayang wajah Raska selalu berputar putar di kepalanya. Takdir Tuhan yang sangat mengejutkan untuknya. Terlepas itu anak biologis suaminya atau bukan. Sejak awal pertemuannya dengan Raska ia sudah mulai menyayangi Raska. Cairan bening pun jatuh membasahi pipinya. Terkadang ia merasa hidupnya tidak adil, Dewi Fortuna selalu tidak memihak padanya.
Keesokan paginya, keluarga kecilnya sarapan seperti biasanya. Di meja makan hanya terdengar dentingan sendok dan piring tidak seperti sarapan sarapan sebelum sebelumnya yang dipenuhi kebucinan dan juga canda tawa.
Ketika Ayanda mendudukkan diri di kursi meja makan, Rion melihat sangat jelas kesedihan dan kekacauan pada mata Ayanda. Meskipun ia sudah menutupinya dengan senyuman paling manis nan terpaksa. Rion hanya bisa memandangnya namun sungkan untuk bertanya, sifat istrinya yang teguh membuatnya luruh.
"Mah, kenapa mata mamah bengkak dan idung mamah merah? Mamah abis nangis semaleman?" Tanya Echa tanpa ampun.
Deg,
Ayanda terkejut dengan pertanyaan Echa.
"Semalam mamah abis nonton maraton drama Korea yang lagi hitz tentang pelakor itu, jadinya mamah kebawa baper sampe nangis guling guling." Ucapnya bohong tapi dengan nada meyakinkan agar Echa percaya.
Jleb,
Ucapan istrinya seolah menyindir dirinya. Ia hanya bisa terdiam, sarapan pun terasa hambar di mulutnya.
"Dih, punya emak yang kelewat gaul begini nih tontonannya aja drama Korea, oppa oppa ganteng. Kalahlah aku mah sama mamah." Jawab Echa sewot.
Ayanda tertawa mendengar ocehan anaknya sambil mengacak acak poninya. Echa selalu menjadi penghibur baginya, selalu menjadi penguat untuknya agar terus berjuang menjalani hidup. Malaikat kecil tak bersayap julukan yang pantas untuknya, membuatnya menjadi wanita tangguh pantang menyerah, meskipun kepedihan selalu mendatanginya. Tanpa Echa mungkin dari dulu ia akan menyerah, tidak akan kembali lagi ke dalam pelukan lelaki yang sudah memberikan sejuta luka yang teramat dalam untuknya. Meskipun masih ada cinta tapi luka selalu mendominasi perasaannya. Demi anak semata wayangnya itu ia perlahan lahan menutup lukanya, meskipun masih teramat sakit jika ia mengingatnya, selalu berkorban untuk anaknya adalah bukti cinta kasihnya sebagai seorang ibu meskipun ia harus terluka akan ia terima asalkan anaknya bahagia.
*******
Hayo,,,
Apakah Rion benar benar ayah biologis Raska??
Favoritkan dulu Air Mata Ayanda biar gak ketinggalan episode episodenya. Setelah baca kasih jempolnya dan komen kalian, kalo ada poin kasihlah votenya😁
Happy reading sayang sayangkuh,,,😘
__ADS_1