
Enam bulan berlalu,,
Ayanda semakin sukses dengan toserba miliknya, dan kini ia ingin membangun toserba lain di jantung kota. Di kawasan Malioboro. Selama enam bulan ini juga tak seorang pun yang bisa melacak keberadaan Ayanda dan juga Echa. Ya, ini berkat campur tangan sang ayah. Karena ia tahu bukan hanya Giondra yang kebakaran jenggot atas kepergian Ayanda, mantan suaminya pun pasti akan sibuk mencarinya. Genta hanya ingin Ayanda dan Echa hidup bahagia. Harapan sederhana seorang ayah untuk putrinya.
Sejak Ayanda pergi, hidup Gio hanya difokuskan untuk mencari wanita yang ia cintai. Sudah beberapa wanita yang ayahnya kenalkan pada Giondra tapi tetap saja ia selalu menolak.
"Aku hanya akan menikah dengan Ayank," jawaban itu yang selalu terlontar dari mulutnya.
Remon khawatir dengan keadaan Bossnya yang kian hari kian kacau, walaupun tak sedikit pun menghilangkan kharismanya.
"Boss, hari ini kita harus terbang ke Yogyakarta untuk mengecek proyek baru di sana," ucap Remon hati-hati.
"Atur saja," Hanya itu yang keluar dari mulutnya.
Remon hanya bisa menghela nafas. Ia merasa kehilangan sosok Giondra yang sebenarnya. Sudah hampir tiga bulan ini Bossnya tidur di kantor, dengan alasan jika kembali ke rumah besar akan mengingat kembali kenangannya bersama Ayanda.
Tanpa sepengetahuan Remon dan ayahnya, Gio masih mencari Ayanda secara diam-diam. Ia megerahkan semua anak buahnya untuk mencari Ayanda. Ia sangat yakin jika Ayanda ada di Indonesia dan di bawah perlindungan ayahnya. Hanya ayahnya yang mampu mengunci semua akses seseorang hingga sangat sulit ditembus oleh siapapun.
"Aku akan menemukanmu, Sayang," kata Gio, seraya memegang cincin pertunangan yang Ayanda lepaskan.
Di Jakarta, kedua orang pria sedang duduk di sofa. Mereka sibuk dengan ponselnya masing-masing.
"Yanda, belum ketemu?" tanya Arya membuka obrolan.
"Belum, apa dia gak di Indonesia?" tanya balik Rion.
"Gua sih yakin Ayanda ada di negara yang sama dengan kita. Hanya saja ada campur tangan Om Genta hingga kita sulit menemukan Ayanda," jawab Arya.
"Kenapa masih harus ikut campur sih? Pernikahan sama anaknya juga gak jadi," sewot Rion.
__ADS_1
"Bodoh!" cela Arya.
Rion menatap Arya dengan tatapan sangat tidak suka.
"Om Genta lebih sayang sama Ayanda dibanding dengan Giondra. Jadi, dia akan melakukan apa saja untuk anaknya."
Rion terdiam mendengar ucapan dari Arya. Selama ini ia belum mengetahui banyak tentang Ayanda. Yang ia tahu, jika Ayanda sudah tidak memiliki siapapun. Ayahnya yang sudah meninggal, ibu dan adiknya yang entah berada dimana. Pada nyatanya, ada orang lain yang menyayangi Ayanda seperti anaknya sendiri. Termasuk dengan harta yang mantan istrinya miliki. Sepengetahuan Rion, Ayanda hanya mengurus toko cabang miliknya dan juga jualan online. Ternyata salah, ada beberapa aset toko di Bogor dan sebuah villa milik Ayanda yang jika ditotalkan setara dengan sepuluh anak cabang toko miliknya.
"A,," panggil Nisa dan kini bergelayut manja di tangan kakaknya.
"Naon sih? Jeung gagalayutan kieu," ucap Rion.
Arya yang melihat adegan adik kakak di depannya hanya bersikap acuh. Terlebih ia tidak mengerti dengan ucapan Rion yang memakai bahasa Pluto.
"Liburan yuk, besok kan weekend," ajaknya pada Rion.
"Males," jawab sang kakak singkat.
"Boleh tuh," sahut Arya.
"Emang lu ngerti apa yang Nisa bilang?" tanyanya pada Arya.
"Nggak, tapi gau ngertinya Jogja doang," jawab Arya.
"Beg* "
"Tapi bener kan, bocah bangor lu pengen ke Jogja?" tanyanya pada Nisa. Nisa pun mengangguk cepat.
"Lu yang beg*. Adik sendiri pengen liburan diem bae," celanya pada Rion.
__ADS_1
"Tau nih, gak bakal ngabisin semus uang aa ini kalo kita liburan 2-3 hari di Jogja. Jangan kayak orang susah lah a," tutur Nisa.
Arya tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Nisa. "belangsak lah, ke Jogja aja kagak mampu," ledek Arya
Tak terima direndahkan oleh Arya dan juga adiknya akhirnya Rion mengiyakan ajakan dari adiknya untuk pergi ke Jogja. Tidak ada salahnya sekali-kali ia memanjakan adik satu-satunya ini.
Sore hari, pesawat pribadi yang membawa Giondra dan juga Remon tiba di Yogyakarta. Mereka langsung menuju hotel. Di sepanjang perjalanan, Gio hanya terdiam dan menyandarkan kepalanya pada jok mobil. Matanya menatap jalanan dari pinggir kaca. Ketika melewati kawasan Malioboro dengan tiba-tiba Gio meminta Remon untuk menghentikan mobilnya.
"Kenapa boss?" tanya Remon.
"Gua mau kesini dulu," jawabnya dan langsung keluar dari mobil. Remon hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah atasannya.
Entah apa yang membuat Gio tertarik berjalan mengelilingi kawasan Malioboro ini. Seperti ada magnet yang menariknya. Ia melangkahkan kakinya tanpa arah. Mengikuti alur saja. Hingga ia berhenti di sebuah kedai kopi. Melihat nama kedai kopi itu membuat Gio teringat akan sosok wanita yang selama ini ia cari. Hatinya kembali sendu, hingga senyuman manis seseorang mampu membuatnya tak berkedip. Hatinya kembali bahagia.
"Ayank," gumamnya.
*****
Hay,
Maaf telat up, karena terlalu lelah ikut lomba lari dari kenyataan yang pada akhirnya aku harus kalah๐
Pada nyatanya, kenyataan itu harus kita lalui bukan kita hindari,,
Menuju End, ada yang bisa nebak gak pada akhirnya Ayanda bahagia dengan siapa???
Kencengin lagi dong like, komen. dan votenya. Kalo pada kenceng aku janji akan up 2 bab sekaligus.
Tapi kalo masih loyo, ya up tiap hari satu bab aja ya. Karena memang gak ada yang aku kejar jadi santai aja nulisnya. Aku hanya ingin memuaskan kalian para readers dengan cerita remahan peyek ini.๐
__ADS_1
Ramein yuk Grup Chat Nyonyahalu kalian bisa ngobrol bareng aku dan yang lainnya. Biar semakin akrab.
Happy reading semua,,,