Air Mata Ayanda

Air Mata Ayanda
bab 77. Duda dan Janda


__ADS_3

Sudah satu bulan berlalu, kondisi Echa sudah semakin membaik. Saat ini ia hanya menjalani terapi berjalan dan juga program menaikan berat badannya dan sudah boleh keluar dari rumah sakit. Selama menjalani terapi di rumah sang Kakek ia ditemani satu orang perawat dan juga beberapa dokter yang setiap hari datang ke rumah besar untuk melakukan pengecekan kondisi Echa.


Hari ini tepat pembacaan putusan persidangan Ayanda dan juga Rion. Mereka sama-sama tidak pernah menghadiri sidang hanya diwakilkan kepada pengacara masing-masing sehingga proses perceraian mereka terbilang cepat.


Rion belum kembali lagi ke Jakarta semenjak kepulangannya dari Singapura. Ia tinggal di rumah orangtuanya di Bandung untuk menenangkan pikiran dan hatinya. Sesekali Arya datang ke Bandung dan juga menginap di sana hanya untuk memastikan keadaan sahabatnya ini.


Banyak yang berubah dari Bossnya, badannya yang lebih kurus, wajah yang dipenuhi bulu-bulu halus di sekitaran rahangnya, lingkaran hitam di matanya atau istilahnya mata panda. Sekarang ia lebih senang menyendiri di kamar.


Sang Ibu selalu membujuknya untuk keluar kamar meskipun hanya untuk makan bersama di meja makan. Sang putra tetap tidak mau dan lebih memilih melakukan apapun di dalam kamarnya.


"Mau sampai kapan aa kayak gini?" gumam sang Mamah dengan sangat lirih yang sedang mengintip putranya di balik pintu.


"Tante," panggil Arya yang baru saja datang.


"Eh, Arya," sahutnya sedikit terkejut.


Arya sedikit mengintip ke dalam, ia hanya menghela nafas berat.


Lama-lama gila juga nih orang, gumamnya dalam hati.


"Masuk gih, mungkin aa butuh teman. Tante tinggal ya," ujarnya.


Arya hanya menganggukkan kepalanya. Perlahan ia membuka pintu dan mendekat ke arah sahabatnya yang sedang melamun di samping tempat tidurnya.


"Mau sampai kapan lu kayak gini? Life must go on bro," ucap Arya.


Seperti biasa Rion hanya terdiam, selama satu bulan ini dia tidak pernah membalas ocehan-ocehan dari Arya. Mulutnya seolah terkunci rapat dan ia benar-benar menutup diri dari siapapun.


"Hari ini lu resmi jadi duda," seru Arya.


Hanya helaan nafas kasar yang terdengar, Rion menundukkan kepalanya menjenggut rambutnya dengan keras dan menjerit sekencang-kencangnya.


Arya hanya terdiam melihatnya, hatinya ikut perih melihat sahabat sekaligus Bossnya ini seperti ini tapi inilah yang akhirnya harus ia terima karena sudah mencoba menyalakan api yang sudah lama padam.


*****


Disinilah Ayanda, di sebuah cafe di Singapura. Ia sedang duduk manis menikmati secangkir kopi panas ditemani alunan musik melow nan syahdu.


šŸŽµšŸŽµšŸŽµšŸŽµšŸŽµ


I can hold the weight of worlds


Bisa ku tahankan beban dunia


If that's what you need


Jika memang itu kau butuhkan


Be your everything


Jadi segalanya untukmu


I can do it


Aku bisa lakukan itu


I'll get through it


Aku akan lalui itu


But I'm only human


Tapi aku hanya manusia biasa


And I bleed when I fall down

__ADS_1


Dan aku berdarah di saat ku terjatuh


I'm only human


Aku hanya manusia biasa


And I crash and I break down


Dan aku hancur dan remuk


Your word in my head knives in my heart


Kata-katamu terngiang di kepala bak pisau dihatiku


You build me up and then I fall a part


Kau kuatkan aku lalu aku hancur berkeping


Cause I'm only human


Karena aku manusia biasa


šŸŽµšŸŽµšŸŽµšŸŽµšŸŽµ


Tanpa terasa bulir air matanya jatuh, lagunya seakan menceritakan tentang dirinya yang memilih untuk pergi mengakhiri rumah tangganya karena ia hanya manusia biasa yang tidak sanggup dan mampu untuk bertahan lagi jika terus dilukai dan disakiti lagi.


Hari ini aku resmi jadi janda dan kamu jadi duda. Semoga kamu bisa menemukan pasangan yang lebih baik dan lebih sabar lagi dari aku. Aku mendoakanmu semoga kamu selalu bahagia.


"Sayang," sapa seseorang.


Ayanda langsung menghapus air matanya dan tersenyum manis kepada arah orang itu.


Gio mengecup kepala Ayanda lalu duduk disampingnya.


Sudah dua Minggu ini Ayanda memutuskan untuk membuka hatinya sedikit demi sedikit untuk Gio. Bukan karena iba tapi karena ia sangat melihat ketulusan cinta Gio untuknya dan juga Echa. Semua biaya pengobatan Echa pun ditanggung olehnya.


"Ada apa?" tanyanya sambil memeluk tubuh Ayanda dari samping.


Ayanda hanya menggelengkan kepalanya.


"Kapan meetingnya?" tanya Ayanda.


"Paling sebentar lagi, kliennya belum datang," jawabnya.


Ayanda hanya mengangguk pelan.


"Selamat siang Pak Gio," ucap seorang pria diikuti wanita cantik disampingnya.


Gio bangun dari duduknya diikuti Ayanda. Mereka saling bersalaman.


"Silahkan duduk Pak Rifki," pinta Gio.


Pak Rifki pun menuruti perintah Gio dan matanya tak berpaling dari wajah Ayanda yang duduk di depannya.


Gio merasa sangat tidak nyaman dengan tatapan kliennya ini kepada kekasihnya.


"Jika kamu bosan kamu bisa pergi bersama Remon berkeliling," ucapnya.


Ayanda yang sedang fokus melihat ponselnya, menoleh ke arah Gio.


"Aku disini saja nemenin kamu," ucapnya seraya tersenyum manis.


Gio hanya menghela nafas kasar, melihat Pak Rifki yang tak henti-hentinya memandangi wajah Ayanda ingin rasanya ia membawa pergi pujaan hatinya sekarang juga. Demi profesionalisme ia mengesampingkan rasa cemburunya.


"Apa bisa kita mulai Pak meetingnya?" tanya Desi sekretaris dari Pak Rifki sambil tersenyum.

__ADS_1


Seketika Ayanda menghentikan kegiatannya, melihat ke arah sekretaris dari klien Gio. Desi sedang tersenyum manis dihadapan Gio.


"Mandang boleh kagum jangan udah ada yang punya," katanya dengan penuh penekanan.


Gio, Pak Rifki, dan Desi langsung melirik ke arah Ayanda. Hanya Desi yang mengerti akan maksud dari perkataan Ayanda.


"Hanya baca qoutes ini," balasnya sambil menunjukkan ponselnya.


Gio tersenyum tipis, ia tau Ayanda tidak suka dengan sekretaris dari kliennya itu.


"Ya sudah kita mulai saja meetingnya," lanjut Gio.


Mereka mulai membahas tentang project kerjasama. Gio menerangkan secara detail hingga tak satu pun yang terlewat. Pembahasan utama yaitu mengenai kelebihan dan keuntungan project ini.


Ayanda hanya mendengarkan penjelasan dari Gio sambil terus melirik ke arah sekretaris Pak Rifki yang menatap intens wajah Gio. Ingin rasanya ia beranjak dari tempatnya sekarang juga.


Ia melirik ke arah Gio yang sedang fokus menjelaskan, ia hanya bisa menghela nafas kasar sambil menyeruput kopinya.


Satu jam sudah Gio menerangkan tentang kerjasama projectnya kepada klien, selama itu pula wajah bosan nan masam Ayanda terlihat.


"Pak Gio hebat, masih muda dan sangat cerdas," puji Desi.


"Terimakasih," jawabnya dengan menunjukkan senyum tulus.


Ingin rasanya Ayanda mencakar-cakar wajah Gio agar menjadi pria buruk rupa agar tidak di lirik wanita manapun. Rasa kesalnya sudah tak tertahan, ia berdiri dari duduknya membuat Gio sedikit terkejut.


"Mau kemana?" tanyanya sambil menahan tangan Ayanda.


"Masih lama, kan. Aku mau keliling cari angin sama Remon," ketusnya.


"Duduk dulu, nanti cari anginnya sama aku aja," pintanya dengan lembut.


Pak Rifki dan Desi pun saling melirik melihat kedua orang di depannya ini.


Ayanda pun menuruti permintaan Gio. Ia duduk kembali di kursinya dengan wajah ditekuk.


"Oh iya, perkenalkan ini calon istri saya," ucap Gio kepada Pak Rifki dan juga Desi.


Seketika raut wajah klien dari Gio dan sekretarisnya mendadak berubah.


"Saya kira dia sekretaris Anda," ujar Pak Rifki.


"Dia calon ibu dari anak-anak saya, dia hanya boleh menikmati harta saya tanpa harus ikut bekerja, karena saya yang akan bekerja keras untuknya," jelasnya.


Perkataan Gio menghipnotis semua orang yang berada di meja itu termasuk Ayanda. Mata Ayanda mulai berkaca-kaca memandang ke arah Gio.


Selama bersama Gio hari-harinya selalu manis dan indah. Perlakuannya yang sangat lembut dan romantis membuat Ayanda merasakan kehangatan di hatinya.


Akankah Ayanda benar-benar membuka hatinya untuk Gio?


*****


Hay,,


Maaf aku baru up lagi, kemarin badanku pada remuk semua karena terlalu padat aktifitasku.


Mau nanya nih ,,


Kenapa ya viewsku makin turun aja sekarang? Sedih loh aku🤧


Boleh gak sih (untuk para readersku yang setia) aku libur up untuk beberapa hari ke depan?


Tolong jawab di kolom komentar ya beserta alasannya,,


Jangan lupa like, komen dan vote ya sayang biar aku di mode semangat lagi ini,,

__ADS_1


Happy reading semua,,,


__ADS_2