Air Mata Ayanda

Air Mata Ayanda
bab 56. Bangunlah!


__ADS_3

Pagi hari Remon sudah ada didepan pintu gerbang sekolah Echa. Ia dengan sabar menunggu sahabat putri angkat Bossnya. Banyak murid yang berbisik bisik tentang Remon.


"Guru baru kali ya, ganteng masih muda lagi," ucap salah satu murid kepada temannya yang hendak memasuki sekolah.


Percuma gua dibilang ganteng dan keren juga kalo harus nunggu disini mah. Berasa satpam sekolah gua, udah gagah gagah pake dasi eh malah disuruh begini. Kemauan si Boss selalu merepotkan gua. gumamnya pelan.


Ada dua murid perempuan yang baru keluar dari mobil, mereka berjalan beriringan hendak masuk kedalam sekolah.


"Mima! Sasa!" panggil Remon. Langkah kedua murid itu pun terhenti.


Remon sedikit berlari ke arah mereka. Mima dan Sasa hanya saling pandang, mereka sama sekali tidak mengenal Remon.


"Ada apa Pak?" tanya Mima.


"Kalian temannya Echa, kan," seru Remon sambil menunjukkan foto Echa.


"Iya," balas Sasa.


"Bisa ikut Om sebentar," pintanya pada Mima dan Sasa. Kedua murid itu hanya terdiam, tidak menjawab dan juga tidak mengikuti permintaan Remon. Mereka sedikit takut, karena sekarang ini lagi ramainya pemberitaan penculikan.


"Jangan takut, Om bukan culik. Om orang baik," ujarnya sambil tersenyum.


"Ikut aja neng, Bapak akan jagain neng berdua kalo orang ini jahat ke kalian," sambung Pak Awal satpam sekolah.


Sasa dan Mima saling pandang dan menganggukkan kepala mereka. Remon pun mengajak Sasa dan Mima menuju sebuah mobil mewah berwarna hitam mengkilap. Remon membukakan pintu untuk mereka.


Mima dan Sasa membelalakkan matanya tak percaya, seorang laki laki tampan nan gagah berkaca mata hitam berada dihadapan mereka.


"Sa, gua gak mimpi, kan," ujar Mima.


"Lee Min Ho versi Indonesia Mimot," balas Sasa.


Gio membuka kacamatanya dan tersenyum kepada mereka.


"Gantengnya!!" seru mereka bersamaan. Membuat Gio tertawa melihat tingkah kedua ABG ini.


"Tawamu mengalihkan duniaku," ucap Mima sambil memegang dadanya.


Mereka terus memandang wajah tampan Gio, hingga tak berkedip. Gio hanya tertawa lucu dibuatnya.


"Mereka terhipnotis sama kegantenganmu, Boss," bisik Remon.


"Kegantengan gua emang hakiki, Mon," balasnya pada Remon.


Salah gua muji si Boss. gumamnya pelan namun dapat terdengar oleh Gio.


"Ehem," deheman kecil keluar dari mulut Gio, hingga kedua ABG itu tersadar dari lamunannya.


"Kalian sahabat Echa," serunya.


"Iya, Om. Ada apa ya?" tanya Sasa.


"Mau ya ikut Om ketemu Echa," katanya.


Sasa dan Mima terdiam, sudah dua Minggu sahabatnya itu memang tidak masuk sekolah karena sakit, tapi mereka pun tidak tau sakit apa sebenarnya Echa.


Setiap kali mereka mendatangi rumah Echa, selalu saja Mbak Ina mengatakan jika Echa dalam perawatan intensif. Tidak boleh ditengok oleh siapapun. Mbak Ina pun selalu saja merahasiakan Rumah Sakit tempat Echa dirawat. Mereka selalu menelan pil pahit jika ingin menjenguk Echa.


"Kami sekolah Om," jawab Sasa.


"Om yang akan meminta izin kepada Kepala Sekolah kalian," ujarnya. Gio langsung keluar dari mobilnya diikuti oleh Remon dan juga kedua sahabat Echa.


Kedatangan Gio membuat histeris seisi sekolah, semua mata murid perempuan tertuju pada Gio. Lelaki tampan nan gagah memakai kemeja berwarna hitam, berdasi maroon dan berkaca mata hitam memasuki ruang Kepala Sekolah.


Awalnya Kepala Sekolah ragu dan tidak mengizinkan muridnya dibawa pergi oleh Gio. Dengan terpaksa Gio memberitahukan siapa dirinya kepada Pak Mukti, Kepala Sekolah.

__ADS_1


Akhirnya, Pak Mukti pun mengizinkan Sasa dan Mima dibawa oleh Gio, karena ia tau keluarga Gio bukanlah orang biasa dan salah satu orang berpengaruh di negara ini.


Mereka pun akhirnya meninggalkan sekolah dan menuju landasan. Sasa dan Mima dibuat kaget untuk kesekian kalinya.


"Kita ngapain kesini, Om?" tanya Mima.


"Kita ke Singapur," jelasnya. Remon membukakan pintu untuk Gio, kemudian menyuruh Sasa dan Mima untuk keluar dari mobil. Mereka pun mengekori Gio dan Remon.


Sasa dan Mima sangat terkejut ketika Gio menaiki jet pribadi, mereka diam mematung membuat Remon harus memanggil dan menyuruhnya naik kedalam pesawat.


Didalam pesawat, hanya keheningan tercipta. Tidak ada pembicaraan sama sekali.


"Om, apa Echa dirawat di Singapura? Sebenarnya Echa sakit apa?" Mima mencoba bertanya kepada Gio.


"Nanti juga kalian akan tau," tegasnya.


Mereka pun harus berada diatas awan selama dua jam, waktu yang sangat membosankan karena hanya ada keheningan.


Hanya ini yang bisa Papa Gi lakukan untukmu Cess, semoga ada keajaiban. gumamnya sambil memejamkan matanya.


*****


Pagi-pagi Arya sudah ada di Rumah Sakit karena ada janji dengan sahabatnya. Ia melewati taman Rumah Sakit, tak sengaja matanya melihat sosok yang sangat ia hafal, seorang bocah laki laki sedang berada di kursi roda didampingi perawatnya. Arya pun menghampirinya.


"Ndul!" panggil Arya.


Raska sudah khatam dengan panggilan itu, ia pun menoleh dengan tatapan sinis.


"Biasa aja tuh matanya, ntar gua congkel lu," celanya. Raska hanya mendengus kesal.


"Mbak, biar saya yang jaga anak ini," ucap Arya pada perawat. Perawat itu pun meninggalkan mereka berdua.


"Emak lu kemana ndul?" tanyanya.


"Kenapa sih Om itu manggil aku gundul, botak atau tuyul? Aku kan punya nama Om," sarkasnya. Dijawab dengan kekehan oleh Arya.


"Kalo orang yang gak punya rambut disebut apa?" tanyanya lagi.


"Botak, gundul," jawabnya polos.


"Jadi ...." seru Arya.


"Aku punya nama Om, namaku Raska," tegasnya, membuat Arya semakin tertawa.


"Anggap aja itu panggilan sayang dari gua, ok!" tegasnya. Namun, tidak dijawab oleh Raska. Ia masih sebal dengan Arya.


"Lu belum jawab pertanyaan gua ndul," katanya. Raska hanya meliriknya tajam.


"Ibu pulang dari semalam," ucapnya sedikit lirih.


"Semalam lu sama siapa?" tanyanya lagi.


"Setiap malam aku sendiri," lirihnya. Matanya mencoba menatap lurus kedepan entah apa yang ia lihat.


Hati Arya mulai tersentuh dengan perkataan anak tuyul ini. Diusia yang masih kecil ini ternyata hidupnya penuh penderitaan dan kebohongan, dan sekarang harus menghadapi keacuhan ibu kandungnya.


Dasar ibu berhati iblis! Anak sakit malah ditinggalin. Karma berlaku woiy. teriaknya dalam hati.


"Om, aku boleh tanya," kata Raska.


Arya hanya menganggukkan kepalanya tanpa menoleh kearah Raska, karena ia sedang fokus pada ponselnya.


"Kenapa Ayah Rion gak pernah mau manggil namaku dan juga berbicara padaku? Apa salah aku Om?" tanyanya


"Kamu merasa dekat gak dengan Ayah kamu?" Raska hanya menggelengka kepalanya.

__ADS_1


"Papa Dokter?" tanyanya lagi.


Pertanyaan Arya yang ini membuat Raska menganggukkan kepalanya. Arya tersenyum dan mengusap kepala Raska dengan lembut.


"Itulah jawabannya," ucap Arya. Semakin membuat Raska tak mengerti.


Arya terus menemani Raska berjemur, hingga suara yang tak asing baginya terdengar.


"Ikut gua," ujar Eki pada Arya. Arya pun mendorong tubuh lemas Raska ke ruang rawatnya sebelum meninggalkannya.


Gundul, lu hanya anak kecil yang tak berdosa dan tidak tau apa apa. Tapi lu harus menanggung semua kesalahan dan dosa orangtua lu yang gak berotak. gumamnya.


*****


Gio mengajak Sasa dan Mima ke lantai atas sebuah Rumah Sakit di Singapura. Mereka hanya bisa membuntuti Gio dan Remon. Langkah mereka berempat berhenti disalah satu ruangan. Remon membukakan pintu dan menyuruh Sasa dan Mima untuk masuk kedalam.


Kedua sahabat Echa masuk ke ruangan tersebut, baru beberapa langkah Sasa dan Mima terhenti. Ia melihat seorang perempuan yang sedang berbicara dengan pasien yang terbaring lemah di tempat tidur Rumah Sakit.


Mendengar langkah kaki, Ayanda menoleh keasal suara. Betapa terkejutnya ia karena ada Mima dan Sasa. Mata merek melihat jelas kearah tubuh yang sedang terbaring di ranjang pesakitan dengan segala alat medis yang menopang hidupnya.


Air mata keduanya pun jatuh, tubuh mereka lemas melihat kenyataan pahit ini seperti mimpi buruk yang datang dalam tidur mereka.


"Tante, aku mimpikan," lirih Sasa.


"Itu bukan Echa, kan," ucap pelan Sasa.


Ayanda menghampiri kedua sahabat anaknya yang sedang mematung dan menangis.


"Itulah Echa, sayang," ujarnya kepada Mima dan Sasa. Mereka pun langsung memeluk tubuh Ayanda dengan tangisan yang tak tertahan. Air mata Ayanda yang sudah sedikit mengering pun akhirnya menetes juga. Mereka bertiga berpelukan dengan menangis.


Gio dan Remon yang melihat mereka hanya bisa menghela nafas kasar, hingga Remon menyeka ujung matanya.


Ayanda melepaskan pelukannya, Sasa dan Mima masih menangis. Ia pun mengajak mereka mendekat kearah Echa. Air mata kedua ABG itu semakin mengalir deras. Sahabatnya yang bermulut pedas, suka ngemil kuaci dan ceria sekarang terbaring tak berdaya dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, dan badan semakin kurus. Sungguh tak sanggup mereka melihat Echa seperti ini.


"Lu jahat Chut, jahat! Lu gak sayang sama gua dan Sasa," ucapnya pada Echa yang hanya menutup matanya.


"Bangun Cha! Bangun! Gua sama Mima udah disini, gua akan selalu ada buat lu. Gua mohon bangun Cha, buka mata lu," kata Sasa yang terisak.


"Gua kangen sama ocehan pedas lu, gua kangen diceramahin lu, gua kangen dibeg* beg* sama lu, gua kangen semuanya dari lu, Cha. Ayo bangun!" ujarnya sambil terus menangis.


Melihat tidak ada pergerakan dari sahabatnya itu, tangis mereka semakin keras. Sasa dan Mima memeluk tubuh lemah Echa.


"Bangunlah demi persahabatan kita, bangun!" teriak Mima.


"Kita gak mau kehilangan lu, Cha. Gak mau! Kita harus sama sama terus," lirih Sasa.


Ayanda yang melihatnya sungguh tak sanggup, memilih untuk keluar. Di depan pintu sudah ada Gio yang memperhatikan mereka dari tadi.


Ayanda menghampiri Gio dan langsung memeluknya erat. Tangisnya sangat terdengar di telinga Gio. Gio memejamkan matanya.


Maafkan aku, inilah yang aku gak mau. Melihat air matamu jatuh lagi dan lagi. Dadaku terasa sesak Ayank, terlebih kondisi Echa yang sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Entah apa yang akan kamu lakukan jika kamu mengetahui kenyataan ini?


*****


Up lagi aku,


Rajin ya aku up tiap hari di Minggu ini, itu dikarenakan viewsnya naik sayang,,😄


Kalo views kemarin turun atau bahkan nyungsep, minggunya aku gak up ya😁


Padahal badan aku lagi gak enak banget harusnya istirahat, tapi demi kalian dan reader yang lainnya aku rela up.


Makanya jangan lupa like, komen dan vote ya kesayanganku biar aku rajin up tiap hari.


Jangan bosen mampir dan baca karya bubuk rengginang aku ya,

__ADS_1


Happy reading semuanya,,😘


__ADS_2