Air Mata Ayanda

Air Mata Ayanda
bab 91. Meminta Restu


__ADS_3

Pada akhirnya, Ayanda mau mengikuti permintaan Gio untuk meminta restu kepada mamah mertuanya. Hatinya sedikit ragu dan takut, jika nanti sang mamah malah membencinya. Meskipun ia tau, mamah mertuanya adalah wanita yang sangat baik. Senasib dengan dirinya yang dikhianati oleh suami.


Pagi harinya Gio dan Ayanda berangkat ke Indonesia. Hari ini Ayanda tampak sedikit murung tidak seperti hari-hari biasanya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Gio. Ayanda hanya menggelengkan kepalanya dan bersandar di bahu calon suaminya.


Tanpa Ayanda bicara, Gio tahu jika dirinya sedang gundah dengan hatinya sendiri. Pertemuan dengan mantan suami seolah menjadi hal yang sangat ia hindari. Bukan hanya Rion yang akan ia temui, melainkan ibu Dina mamah mertuanya dan juga Nisa adik iparnya. Gio hanya bisa menggenggam erat tangan Ayanda, menyalurkan ketenangan dan kehangatan untuk calon istrinya.


Melupakan tidak semudah yang sering diucapkan. Apalagi melupakan seseorang yang telah lama hidup di hati kita belasan tahun lamanya. Butuh waktu dan proses yang lama. Gio sangat tahu itu, karena ia pun merasakannya. Memaksa untuk menghilangkan sesorang dalam benaknya malah semakin membuat sosok itu masuk ke dalam pikirannya lebih dalam. Biarkanlah sang waktu yang menghapus bayang wajahnya secara perlahan.


Setibanya di Jakarta, Gio dan Ayanda langsung menuju kediaman Rion. Ini adalah permintaan dari calon istrinya. Ia hanya menurutinya saja.


Setibanya di rumahnya dan juga Rion, matanya berkaca-kaca. Menyiratkan kerinduan dan juga kesedihan. Ayanda menghela nafas kasar, memejamkan matanya sejenak untuk mengatur emosi. Dari belakang Gio sangat melihat jelas gurat kesedihan pada wajah kekasihnya.


"Ibu!" teriak Mbak Ina yang tengah membukakan pintu. Asistennya langsung berhambur memeluk tubuh majikannya dengan linangan air mata. Terasa seperti mimpi melihat Ayanda di hadapannya sekarang.


"Saya gak mimpi, kan," tanya Mbak Ina dalam pelukan Ayanda.


"Tidak, mbak. Ini saya, Ayanda," jawabnya.


Mbak Ina sangat bahagia akhirnya bertemu dengan majikannya yang sudah setahun ini pergi dari rumah ini.


"Teteh!" panggil Nisa yang sedang mematung di belakang Mbak Ina.


Peluk haru antara Nisa dan juga Ayanda pun tercipta. Sekuat apapun Ayanda untuk tidak mengeluarkan air mata ternyata goyah juga. Air matanya dengan bebas meluncur deras dari mata indahnya.


Mereka pun membawa Ayanda masuk ke dalam rumah sendiri seperti tamu dan melupakan Gio yang masih berada di depan pintu.


"Bang Gi," panggil Ayanda. Ia pun menghampiri Gio dan menarik tangan calon suaminya untuk ikut masuk.


"Aku kira kamu beneran lupa sama aku," bisiknya.


"Tidak Abangku," jawabnya dengan tersenyum manis.


"Makin love kalo liat senyum kamu itu," godanya.


Ayanda hanya tertawa dan mencubit pinggang Gio. "ampun, Sayang," seru Gio.

__ADS_1


Mbak Ina dan juga Nisa yang mendengar ucapan Gio hanya saling pandang. Mereka bergelut dengan pikiran masing-masing.


"Teteh," panggil sang mamah yang baru saja masuk ke ruang tamu. Ia pun langsung berhambur memeluk menantunya. Ya, mantan menantu. Hanya saja Bu Dina sudah menganggap Ayanda seperti putrinya sendiri.


"Duduk, Teh," pintanya dengan senyuman bahagia.


Mereka pun duduk bersama dalam ruang tamu, sedangkan mbak Ina pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk mereka.


"Akhirnya, Teteh datang ke rumah ini," ujar mamah mertuanya.


Ayanda hanya tersenyum, bibirnya tak sanggup untuk bicara. Terlebih melihat sang mamah sangat bahagia dengan kedatangannya.


Ayanda melihat ke arah Gio. Gio hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan. Nisa yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Ayanda dan juga Gio sudah bisa menebak tujuan kakak iparnya datang kesini.


"Apa Teteh datang kesini untuk meminta restu kepada Mamah?" sergap Nisa.


Ayanda melihat ke arah Nisa dengan tatapan terkejut. Tak lama ia pun menundukkan kepalanya, seperti orang yang bersalah.


Ibu Dina duduk di samping menantunya, menggenggam tangannya dengan hangat. Ia pun tersenyum.


"Siapa calonnya?" tanya lembut sang mamah.


Ibu Dina pun tersenyum bahagia karena Gio lah yang akan menjadi pendamping hidup menantunya kelak.


"Mamah akan merestui mu, Teh," ucap sang mamah mertua dengan rona bahagia.


Ayanda pun terharu dengan perkataan mamah mertuanya yang dengan mudah merestuinya. Apa yang Ayanda takutkan tidak terjadi. Akan tetapi, tatapan sinis adik iparnya membuat hati Ayanda kembali takut. Ia sangat tau, jika Nisa sangat menyayangi kakaknya. Gio menggenggam tangan calon istrinya dan mengusap lembut punggung tangannya.


Nisa menghampiri Ayanda masih dengan tatapan dingin. Ia pun berhambur memeluk tubuh kakak iparnya.


"Sudah waktunya Teteh bahagia," kata Nisa sambil menahan tangisnya.


Pada kenyataannya, hati Nisa seperti teriris ketika dugaannya benar. Bukan tanpa alasan, ia sangat tau bagaimana kakaknya sekarang ini. Masih larut dalam sebuah penyesalan yang sangat dalam. Dilain sisi, ia juga wanita bisa sedikit merasakan bagaimana rasanya disakiti oleh orang yang kita cintai. Hidup kakak iparnya tidaklah senang ketika berumah tangga dengan kakaknya. Dirinya lebih banyak menderita dari pada bahagia. Hanya saja, Ayanda mampu menyembunyikan semuanya dari orang-orang sekelilingnya. Kini, hanya restu yang mampu Nisa berikan untuk menggantikan kesakitan kakak iparnya dulu. Walaupun ia tahu rasa sakit kakak iparnya tidak akan bisa dibayar oleh apapun.


Air mata Ayanda ikut menetes membasahi pipinya. Ia sangat bersyukur memiliki mantan mamah mertua dan adik ipar yang benar-benar menyayanginya.


"Mamah titip si Teteh ya Nak Gio. Jaga dia untuk Mamah dan juga sayangi Echa seperti anakmu sendiri," kata bu Dina seraya menggenggam tangan calon menantunya.

__ADS_1


Gio pun tersenyum. "tanpa Tante minta, saya akan selalu menjaga Ayanda. Dari dulu saya sudah menganggap Echa seperti putri saya sendiri," jelas Gio.


Kemudian ia mencium tangan Bu Dina, hati Bu Dina sangat tersentuh dengan perlakuan sopan Gio padanya. Padahal Gio tau, bahwa ia adalah ibu dari mantan suami Ayanda. Bu Dina sangat yakin jika Gio akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk putri dan cucunya serta mampu membahagiakan mereka.


Di depan pintu sudah ada dua orang pria yang sedang mematung tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Terlebih Rion, menatap seorang wanita dengan tatapan nanar nan sendu.


Arya yang tau apa yang dipikirkan sahabatnya sekarang ini, mengajaknya untuk bergabung bersama orang-orang yang berada di ruang tamu.


"Aa," panggil Nisa yang melihat kakaknya masuk ke ruang tamu.


Ayanda menatap wajah Rion dengan hati yang sakit. Pria yang belum sepenuhnya menghilang dari pikiran dan hatinya, kini ada dihadapannya dengan mata yang menyiratkan kesedihan mendalam. Ayanda mencoba tersenyum ke arahnya, dan dibalas oleh Rion. Hatinya terasa sakit ketika melihat tangan mantan istrinya digenggam oleh pria lain.


"Ke Indo kok gak bilang dulu sih, Ndra," ucap Arya yang sudah duduk disamping Giondra. Sedangkan Rion dan Ayanda duduk saling berseberangan. Mereka berdua hanya saling tatap, ada rasa rindu di hati Ayanda begitu pula Rion. Sekarang ini, mereka terhalang oleh dinding pemisah yang sangat tinggi yang mustahil untuk bisa dilewati.


Ketika berbincang dengan Arya, sesekali Gio melirik ke arah calon istrinya yang sedang adu pandang dengan sang mantan suami. Ada rasa gerah dihatinya, tapi harus ia sejukkan sendiri dengan ber-positive thinking dan tidak boleh egois.


Mata Nisa dan Bu Dina tak terlepas melihat Rion dan Ayanda yang sedang berpandangan. Hati Bu Dina sedikit sesak, melihat mimik muka putranya. Ingin rasanya ia egois saat ini, menyatukan kembali Ayanda dan juga Rion.


Andai rasa sakit tidak mendominasi hatimu, pasti kamu mau kembali dengan putra Mamah, batinnya.


*****


Hay,,,


I'm back again,,


Yuhu,,


Dua hari sebenarnya kurang untuk istirahat, tapi aku juga kangen kalian para reader,,


Kangen komen kalian yang makin kesini makin sedikit, kangen jempol kalian yang semakin berkurang dan rindu dengan vote kalian yang ....


Entahlah, sedih kalo diceritain mah.😭


Kalo mau aku up tiap hari selalu komen dong di setiap bab-nya, jangan lupa tekan jempolnya dan kasih votenya. Dijamin aku rajin up😁


Happy reading semua

__ADS_1


*maaf proses review-nya lama jadi up gak sesuai jadwal,menyebalkan,,🤧


__ADS_2