
Sebulan berlalu dan ketakutan Ayanda akan kembalinya masa lalu sang suami sudah memudar. Mungkin itu pertama dan terakhir kalinya ia melihat Dinda, karena sampai saat ini Ayanda tidak pernah melihatnya lagi ataupun mendengar kabar tentangnya. Perlahan-lahan Ayanda pun mulai membuka hatinya untuk Rion, karena perlakuan manis dan kasih sayang Rion yang setiap hari semakin besar untuknya, membuat Ayanda memantapkan hatinya.
"Sayang, hari ini ada meeting di luar kantor nanti aku jemput ya," ucapnya setelah mencium kening istrinya di dalam mobil. Dijawab dengan anggukan kepala oleh Ayanda.
Ayanda pun seperti biasa bergulat dengan pekerjaannya, fokus dengan laporan-laporan dari toko cabang lainnya. Selain wanita kuat Ayanda adalah wanita pintar dan hebat, baru sebulan ia kembali mengelola dan mengawasi toko cabang sekarang tokonya mengalami kemajuan pesat dan bisa membuka toko cabang lagi di daerah lain. Kesuksesan Rion sekarang ini karena adanya campur tangan Ayanda. Ayanda adalah pebisnis bertangan dingin, yang dikelolanya dalam sekejap bisa maju dan pesat.
*****
Di Toko Pusat.
"Pak boss, berangkat jam berapa kita?"
"Jam makan siang, kenapa emang? "
"Gua bareng lu aja, males bawa mobil," ujar rya sambil bersandar di sofa.
"Enak aja lu, gua mau jemput bini gua dulu," balasnya lalu bangkit dari duduknya.
"Ya gak apa-apa, gua mah gak masalah."
"Yang jadi masalahnya tuh lu, mau lu jadi laler di mobil gua."
"Ya ampun, emang di mobil lu sama bini lu mau ngapain sih?" tanyanya heran.
"Mau ngapain aja bebaslah, orang gua mah udah sah."
"Cih, dasar bucin Istiqomah," ledeknya.
"Biarinlah, daripada GGM."
"Apaan GGM?" tanya Arya penasaran.
"Ganteng ganteng Mubazir," jawabnya diiringi kekehan lucu.
"******* lu!" Kesalnya sambil melempar bantal ke wajah Rion.
Begitulah hubungan boss Dan asiaten di toko pusat. Serius dalam pekerjaan tapi kocak dalam persahabatan. Saling mengejek tapi semakin lengket.
Jika ada Rion disitu akan ada Arya, hanya sayangnya Arya masih sendiri menjadi jomblo abadi diumurnya yang sudah tak muda lagi.
*******
"Sayang, sekarang aku jemput kamu ya sekalian makan siang diluar," Isi pesan singkat Rion.
Ayanda pun bergegas membereskan barang barangnya karena ia tidak mau suaminya menunggu terlalu lama.
"Sita, kita berangkat sekarang," Ucap Ayanda setelah keluar dari ruangannya.
"Bukannya setelah makan siang ya Bu meetingnya?" balas Sita.
"Iya, tapi tadi Pak boss chat mau jemput sekarang sekalian makan siang bareng."
"Maaf Bu, tapi saya udah pesen makan siang dan sekarang abang ojolnya udah jalan kesini, gak apa-apa ibu berangkat duluan aja nanti saya nyusul," jawabnya seraya tersenyum. Padahal ia hanya tak ingin mengganggu kedua Bossnya.
"Ya udah, nanti saya akan share lokasinya ke kamu, saya berangkat ya."
"Iya Bu hati-hati."
Ayanda pun meninggalkan lantai atas dan turun ke lantai dasar untuk menunggu suaminya. Seperti biasa ia duduk di kursi tunggu di depan toko cabang, tapi kali ini dia tidak sendiri ada seorang anak laki laki berkupluk yang sudah duduk disitu.
Ayanda pun duduk di kursi seraya menunggu Rion. Anak itu hanya duduk dan mengayun ayunkan kakinya. Setelah 10 menit berlalu dengan kesunyian akhirnya Ayanda mulai membuka obrolan.
"Dek, kamu nunggu siapa?" tanyanya.
"Aku menunggu ibu, Tante," jawabnya seraya memandang wajah Ayanda dan tersenyum manis.
Tatapan anak itu begitu teduh, wajahnya yang tampan dan senyumnya yang manis membuat Ayanda suka kepada anak itu.
"Memang ibumu kerja dimana?"
__ADS_1
"Ibu kerja di Ruko seberang," sahutnya sambil menunjuk ke arah Ruko yang dimaksud.
"Apa boleh ibumu membawa anak ketika bekerja?"
"Boleh, karena aku anak yang istimewa," ujarnya dengan tersenyum manis memperlihatkan giginya kepada Ayanda. Ayanda mengusap-ngusap gemas kepala anak itu yang ditutupi oleh kupluk.
"Siapa namamu?"
"Raska Tante," balasnya, sambil mengulurkan tangannya.
"Ayanda," sahutnya dengan menyambut tangan Raska.
"Kamu ganteng dan lucu," ucal Ayanda sambil mencubit pipi putih Raska.
"Tante juga sangat cantik apalagi kalo tersenyum," jawab jujur Raska.
"Kecil-kecil udah pintar gombal."
"Kenyataan Tante, coba deh Tante ketawa."
Ayanda hanya tersenyum menjawab permintaan anak itu.
"Tuh kan senyum aja udah cantik banget apalagi kalo ketawa cantik maksimal," kata Raska sambil tertawa.
"Kamu lucu banget sih, pengen deh punya anak kaya kamu," ungkap Ayanda sambil mencubit hidung Raska.
"Apakah Tante menginginkan anak sepertiku? Padahal Ibuku sendiri tidak menginginkan aku," imbuhnya Raska sambil tertunduk.
"Kenapa?" tanya Ayanda.
"Ibu hanya bilang aku hanya anak yang selalu merepotkan, membuat susah dan tak pernah diinginkan hanya itu ucapan Ibu," jawab Raska dan semakin menunduk dalam.
Ayanda merasa tak enak karena telah membuat Raska sedih.
"Maafkan Tante Raska, Tante ga bermaksud buat kamu sedih," terangnya sambil memeluk tubuh kecil Raska.
"Kok nangis, maafkan Tante," ucapnya lagi sambil mengusap lembut air mata Raska.
"Raska bahagia Tante, karena Raska bisa merasakan hangatnya pelukan seorang ibu walaupun Tante bukan Ibu Raska."
"Kamu boleh kok anggap Tante Ibu keduamu, malah Tante senang punya anak yang tampan dan lucu seperti kamu."
"Makasih Tante," serunya dengan tersenyum amat sangat bahagia.
"Kamu udah makan?"
Raska hanya menggelengkan kepalanya.
Ayanda hendak menghubungi Sita namun tak lama Sita sudah ada di bawah.
"Ibu belum berangkat?" tanya Sita.
"Belum, mungkin Pak boss kena macet. Oh iya tolong pesankan makanan untuk anak ini," ucapnya yang sedang menunjuk Raska.
"Ini saya beli makan siangnya dua bu, tadinya buat Ibu sama buat saya tapi ibu mau pergi sama Pak noss."
"Ya udah saya ambil makan siang saya ya buat anak ini."
"Iya Bu."
Sita pun masuk ke dalam dan Ayanda memberikan makan siangnya kepada Raska.
"Ini buat kamu, makan ya."
"Makasih tante, Tante gak makan?"
"Sebentar lagi Tante di jemput," jawaba lembut.
Tin tin,,
__ADS_1
Suara klakson mobil Rion.
"Tante duluan ya, udah dijemput."
"Hati hati Tante," ucap Raska dan melambaikan tangannya.
Ayanda menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Raska.
"Tante!" panggil Raska yang berlari ke arahnya.
Langkah Ayanda pun terhenti dan berbalik ke arah Raska.
"Apa boleh aku peluk Tante?" pinta Raska dengan sorot mata memohon.
"Tentu saja boleh sayang," sahut Ayanda yang sduaj merentangkan kedua tangannya. Mereka pun saling berpelukan. Tak lama Ayanda melepaskan pelukannya dan pamit kepada Raska karena Rion sudah menunggunya terlalu lama.
Ayanda pun masuk ke dalam mobil.
"Maaf buat kamu nunggu," kata Ayanda sambil mengecup pipi suaminya.
"Siapa anak itu?" tanya Rion sambil menghidupkan mobil dan melajukannya.
"Dia Raska," jawabnya tersenyum.
"Kayanya kamu senang banget ketemu anak itu," timpal Rion.
"Abisnya dia ganteng dan lucu."
"Gantengan akulah," sahutnya tak mau kalah.
Ayanda hanya melirikkan matanya malas karena mendengar ucapan suaminya.
"Oh berarti aku gak ganteng nih, ya udah," ujarnya berlagak ngambek.
"Iya suamiku memang yang paling tampan ga ada yang menyaingi ketampanannya, puas?" jawabmya dengan penuh penekanan.
Rion hanya tertawa mendengar jawaban istrinya.
"Belum puas, cium dulu," pinta Rion Sambil menunjuk pipinya.
"Nggak mau!" Tolak Ayanda.
"Bener nih gak mau," ucap Rion yang langsung menepikan mobilnya.
"Kok berhenti?"
Rion mendekatkan wajahnya ke wajah Ayanda, hingga menyisakan jarak lima senti.
"Kan kamu yang gak mau cium aku, jadi ...." bisiknya.
"Iya, aku yang akan cium kamu tapi jalanin dulu mobilnya aku udah lapar," rengek Ayanda.
"Oke,"
Rion pun melajukan kembali mobilnya, dan Ayanda pun mencium pipi Rion dan menyandarkan kepalanya di bahu Rion yang sedang menyetir. Rion tersenyum bahagia karena istrinya sudah kembali seperti dulu lagi. Tak segan bermanja dan bermesraan dengannya dan menandakan bahwa istrinya sudah membuka hatinya untuknya.
"Kalo kamu ingin anak laki laki, ayo kita buat sekarang," ajak Rion. Langsung mendapat cubitan keras dipinggangnya.
*****
Hay para readers ,,
Aku up lagi,
Maaf ya aku kan Tim Sesempetnya jadi Sesempetnya aja aku nulisnya gak bisa ditentuin kapan updatenya gak kaya karya karya yang lain. Sebuntu apapun otak aku aku akan berusaha up setiap hari. Jadi mohon dukungannya ya,,
Like, comment and vote,,
Happy reading sayangkuh,,😘😘
__ADS_1