Air Mata Ayanda

Air Mata Ayanda
110. The Wedding


__ADS_3

Hari ini Gio dan juga Ayanda sedang mengecek persiapan untuk acara pernikahan mereka besok. Dekorasi yang sangat mewah dan indah membuat Ayanda melengkungkan senyuman sangat lebar.


"Kamu suka?" tanya Gio yang sudah memeluknya dari belakang. Ayanda menatap Gio dengan seulas senyum. "makasih, Sayang," seraya mengusap pipi Giondra.


Senyum bahagia terpancar dari wajah Gio. Baru kali ini ia mendapat panggilan sayang dari Ayanda. Biasanya panggilan sayangnya seperti ke tukang bakso, abang.


"Kok aku bahagia banget ya kamu panggil sayang," Gio meletakkan kepalanya di bahu calon istrinya.


"Kalo kamu bahagia, aku akan memanggil kamu dengan sebutan itu setiap hari," balasnya. Gio merasa gemas sekali dengan ucapan dari Ayanda. Ingin rasanya cepat-cepat menghalalkan wanita di dalam dekapannya ini.


"Ehem," suara deheman seseorang membuat dua insan calon pengantin ini melepaskan pelukannya.


"Echa," Ayanda sangat bahagia dan memeluk tubuh mungil putrinya. Di belakang Echa sudah ada Bu Dina, Nisa, Arya, Andri dan juga Rion, mantan suaminya. Rona bahagia sangat terpancar dari wajah Ayanda.


"I'm so sorry, Pa," kata Echa yang sudah menunduk. Gio tersenyum dan memeluk tubuh putrinya.


"Echa ...."


"Papa yang harusnya minta maaf karena telah mengecewakan Mamahmu. Maafkan Papa," ucapan dari Papa Gi membuat Echa menitikan air matanya.


"Papa adalah pria terbaik yang Echa kenal. Bahagiakan Mamah, buat Mamah tersenyum setiap hari," Gio hanya menganggukkan kepala dan Echa semakin mengeratkan pelukannya. Ayanda merasa bahagia melihat momen ini.


"Makasih, Mas. Udah mau datang ke acara pernikahan aku," ucap tulusnya pada Rion yang kini berada di sampingnya.


"Aku kan diundang, jadi harus datang, kan," balasnya dengan senyuman tulus.


Ayanda merasa sangat bahagia sekali malam ini. Orang-orang yang ia cintai dan juga mencintainya sudah berada bersamanya untuk menjadi saksi pernikahan dirinya bersama Giondra. Rasa bahagia juga terpancar dari wajah Gio, sudah tidak ada kecanggungan lagi diantara dirinya dan juga Rion. Mereka terlihat seperti saudara, ditambah Arya yang membuat suasana menjadi hidup.


-------


Malam berganti dengan pagi. Di ruangan make up sudah sangat riuh karena melihat penampilan sangat cantik dari mempelai wanita. Sedangkan di ruangan lain, sedikit terjadi kegugupan.


"Gimana?" tanya Rion yang sedang membenarkan kopiah yang dipakai Gio.


"Nervous pake banget," jawabnya dengan terus mengelap telapak tangannya yang basah.


"Lebih nervous lagi pas malam pertama," timpal Arya yang baru saja masuk ke ruangan itu.


"Kayak yang pernah nikmatin malam pertama aja lu," sungut Rion.


"Kata orang gua juga," jawabnya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Bang Du-da," panggil seseorang yang amat manja.


Rion berdecak kesal, ingin rasanya ia mengubur hidup-hidip manusia jadi-jadian ini.


"Bentar lagi sah dong ya jadi Bang duda. Kan Aya udah paten jadi milik Mas Korea," cela Andri yang diikuti tertawa renyah para pria di sana.


Acara akad pun akan segera dimulai. Gio didampingi Arya dan juga Rion menuju tempat diadakannya ijab kabul. Sedangkan Genta sudah duduk di kursi yang telah disediakan untuk wali kedua mempelai.


Tak lama kedatangan calon mempelai wanita yang didampingi Echa dan Nisa membuat mata para undangan yang hadir terperangah. Tak terkecuali Gio dan Rion yang memandang kagum pada sosok cantik dan anggun yang sedang berjalan pelan menuju kursi kedua mempelai.


"Punya orang, biasa aja liatnya," bisik Arya pada Rion. Rion pun mengalihkan pandangannya, benar apa yang diucapkan oleh Arya. Tidak seharusnya ia mengagumi milik orang.


Ayanda sudah duduk berdampingan dengan Gio. Penghulu sudah memulai acaranya. Wejangan-wejangan untuk kedua calon mempelai sudah disampaikan. Kini tiba saatnya prosesi sakral. Pak penghulu menjabat tangan Gio.


Saya nikahkan dan kawinkan engkau, saudara Giondra Aresta Wiguna bin Genta Wiguna dengan saudari Ayanda Rashani binti Bima Aditya dengan mas kawin cincin berlian 10 karat dan seperangkat alat sholat dibayar tu-nai.


Saya terima nikah dan kawinnya Ayanda Rashani binti Bima Aditya dengan mas kawin cincin berlian 10 karat dan seperangkat alat sholat dibayar tunai.


Gio mampu melafalkan ijab kabul hanya dengan satu tarikan nafas dengan sangat baik.


"Sah," jawaban para saksi.


"Alhamdulillah," jawab serentak para tamu undangan.


"Sah, jadi Bang duda," bisik Arya pada Rion. Wajah kesal Rion sangat nyata adanya.


"Gelut yuk," bisiknya balik. Hanya tertawa renyah sebagai jawaban dari Arya.


Gio dan Ayanda menghampiri Genta. Ayahnya sangat bahagia hari ini. Putra kebanggaannya akhirnya menikah dengan wanita yang sangat cantik dan baik. Kemudian Gio beralih kepada Bu Dina yang sedang memeluk Ayanda.


"Mah, perlakukan aku seperti putra Mamah sendiri," Bu Dina mulai berkaca-kaca mendengar ucapan tulus dari Gio. Beliau langsung memeluk tubuh Gio.


"Kamu putra Mamah sekarang, jangan sungkan terhadap Mamah," tuturnya. Ucapan hangat dari Bu Dina membuat kekosongan hidup Gio akan seorang ibu kini mulai terisi lagi. Kasih sayang tulus Bu Dina mampu Gio rasakan.


Acara pun berjalan dengan khidmat dan lancar.


Kini tiba saatnya acara dengan kolega-kolega Gio dari berbagai negara. Turut hadir Hansen dan juga Diandra (istrinya) didampingi dua pengawal wanita yaitu Markonah dan juga si alis Shinchan, Arianti dan Namira. Ada juga pasangan harmonis Adam dan Reva, Lexy dan Mona, Calvin dan Lisa serta couple goal's Vante dan Rosanti. (Karakter dari author-author famous NT. Bisa cek di karya Vitamin A dan juga Rniehamizan. Aku tulis karena telah dapat izin dari mereka ya)


Gio dan istrinya nampak bahagia berbincang dengan para kolega yang hadir. Ditambah dengan backsound Beautiful In White dari Shane Filan yang menambah romatis ruangan. Suara bising dengan gelak tawa, saling bercerita dan bercengkrama tiba-tiba berubah hening. Pandangan semua orang tertuju pada mini panggung yang telah disediakan.


Mau dikatakan apalagi

__ADS_1


Kita tak akan pernah satu


Engkau di sana (menunjuk ke arah Gio dan Ayanda)


Aku di sini (menunjuk dirinya)


Meski hatiku memilihmu


Andai ku bisa


Ingin aku memelukmu lagi


Di hati ini hanya engkau mantan terindah


Yang selalu ku rindukan ...


Ayanda memandang ke arah Gio, hanya seulas senyum yang ia berikan. Mereka menuju ke mini panggung dengan sorakan para tamu undangan. Karena banyak yang mengetahui siapa Ayanda Rashani.


Ayanda menatap Rion dengan senyuman tulus. "Thank you," sambil memegang dadanya dan menundukkan sedikit kepalanya. Rion membalasnya dengan senyuman bahagia. Ayanda merentangkan tangannya, Rion melihat ke arah Gio yang dijawab dengan anggukan. Mereka pun saling berpelukan, menyampaikan rasa terimakasihnya untuk 15 tahun kebersamaan mereka.


Suara tepuk tangan gemuruh meramaikan ruangan itu. Air mata haru menetes di mata teduh Bu Dina dan Nisa. Echa yang sedari tadi hanya jadi penonton kini telah bergabung dengan kedua orangtuanya dan juga Papa sambungnya.


"Terimakasih telah jadi orangtua yang luar biasa untuk Echa. I love you Mah, i love you Ayah and I love you Papa," mereka saling berpelukan. Kebahagiaan menyelimuti hati mereka masing-masing.


Inilah akhir dari Air Mata Ayanda yang berubah menjadi air mata bahagia. Kesabaran dan keikhlasannya membawanya ke dalam pelukan seorang pria yang luar biasa. Pria yang tak pernah menyerah berjuang mengejar cintanya. Hingga Tuhan menakdirkan mereka bersama.


*****


Maaf, kemarin aku gak up🙏


Aku masih dalam proses pemulihan.


Ada yang nanya gimana nasib Rion?


Rion punya kisah sendiri, udah aku siapin. Setelah novel ini tamat pasti aku kasih tau judulnya apa. Masih proses penggarapan juga belum bisa aku serahin ke NT.


Follow Ig aku @fiet82, Itu Ig baru khusus karya aku ya. Pasti aku akan follback kalian.


Ini belum tamat ya, masih ada beberapa episode lagi tapi banyak mengandung ranjau pakunya😁


Jangan lupa like, komen, dan juga vote agar bisa secepatnya pindah buku. Lelah dihujat emak-emak bermulut pedas berlevel mampoezzzzzz🤧

__ADS_1


Happy reading semua ...


__ADS_2