
Pagi ini Abah sengaja mengundang Yusuf untuk ke rumah utama sebelum memulai kelasnya. Begitu juga Aluna yang telah dipanggil lebih awal untuk diintrogasi terlebih dahulu. Karena Aluna tidak ingin menyembunyikan lagi apa yang selama ini telah dia sembunyikan, akhirnya Aluna mengakui jika dia dan Yusuf memang memiliki perasaan sejak tujuh tahun lalu.
Abah dan Umi hanya bisa menghela napas panjang, karena hampir tak percaya dengan pengakuan yang sebenarnya dari putrinya. Rasanya ingin kecewa karena semua nasehat yang selama ini terus-menerus sampaikan tak ada yang didengarnya. Dan yang membuat kedua orang tuannya merasa sangat kecewa, mengapa tidak mengatakan sejak awal jika memang kedua insan itu saling memiliki perasaan agar Abah bisa mengambil sebuah keputusan.
“Nak, mengapa kamu tak berterus terang kepada Abah jika kamu dan Yusuf saling memiliki perasaan. Abah tidak akan marah jika kamu mengatakan yang sejujurnya sejak awal. Jika sudah seperti ini, Abah tidak tahu apakah Abah harus marah atau kecewa kepada kalian berdua,” ucap Abahnya sambil membuang napas panjang.
“Luna salah, Bah. Luna minta maaf jika Luna telah mengecewakan Abah,” sesal Aluna yang masih tertunduk lesu.
__ADS_1
Sekalipun merasa kecewa, tetap saja Abah tidak akan bisa marah pada Aluna ataupun pada Yusuf, karena saat ini mereka berdualah yang menjadi penyangga untuk pesantren.
“Abah, Yusuf minta maaf jika telah berani memiliki perasaan kepada Ning Luna,” sambung Yusuf yang juga merasa sangat bersalah atas tindakannya. Seharusnya Yusuf tak mengikuti keinginan Aluna untuk menyembunyikan kenyataan yang ada. Sebenarnya Yusuf jujur sejak awal pada Abah.
“Kalian berdua benar-benar sangat mengecewakan Abah, terutama kamu Yusuf! Abah sudah menganggap kamu seperti anak Abah dan sebagai kakak untuk kedua putri Abah. Tapi nyatanya kamu malah jatuh cinta pada putri Abah.“
“Sekali lagi Yusuf minta maaf, Bah.”
“Abah ... maafkan Luna karena mengecewakan Abah dan Umi. Maafkan Luna jika Luna telah menjadi anak durhaka, tapi sungguh Luna tidak bisa menerima perjodohan keluarga, karena Luna hanya menginginkan Mas Yusuf yang menjadi imam untuk Luna, Bah!” ucap Aluna sambil tertunduk lesu.
__ADS_1
“Luna, kamu tidak bisa menolaknya begitu saja. Apapun ceritanya, perjodohan ini tetap akan berjalan, karena Abah sudah terlanjur menyetujuinya. Seharusnya jika kamu merasa sangat keberatan dengan perjodohan ini kamu berterus terang sejak awal. Jika sudah seperti ini Abah harus bagaimana? Tidak mungkin Abah mengatakan pada keluarga Sabian jika ingin membatalkan perjodohan kalian,” ucap Abah dengan helaan napas panjangnya.
Tiba-tiba suasana terasa sunyi kembali. Tak ada satu katapun yang keluar, hingga derap langkah memecahkan keheningan malam. Siapa lagi jika bukan sosok Zura yang datang dengan membawa koper.
“Biarkan Zura yang menggantikan perjodohan itu, Bah!”
Semua mata pun tertuju pada Zura yang baru muncul dan baru saja bergabung ke tempat duduknya. .
“Zura ... kamu serius ingin menggantikan perjodohannya kakak kamu?” tanya Umi dengan perasaan yang sangat shock dengan keputusan putri bungsunya. “Apakah kamu benar-benar telah siap?”
__ADS_1
“Insya Allah, Zura siap Umi asalkan Abah merestui hubungan kak Luna dengan kak Yusuf.”
...###...