
Tak ada pilihan lain selain menikah. Dengan berat hati, Adam merelakan adiknya dipinang oleh Hanafi detik itu juga. Bahkan Adam yang menjadi wali nikah untuk Ais karena saat ini orang tuanya masih dalam perjalanan menuju Jakarta. Sedangkan ijab dilakukan secepatnya, karena desakan warga.
Air mata Ais terus berlinang, karena tak ada satupun warga yang mempercayai penjelasannya dan kini dua dipaksa menikah dengan Hanafi hanya karena sebuah kesalahpahaman. Tentu saja ini tak adil untuknya, tetapi Ais tidak bisa berbuat apa-apa.
Hari ini tanpa sebuah persiapan, dua insan telah disatukan dalam ikatan pernikahan yang sah. Hanya dalam satu tarikan napas, Hanafi berhasil mengucapkan ijab didepan pak penghulu dan para warga yang menjadi saksi atas ijab kabulnya dengan Ais.
"Alhamdulillah, sekarang kalian berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri. Mulai saat ini kalian bebas melakukan apa saja karena saat ini kalian berdua sudah sah dan sudah halal," ucap pak penghulu yang sedikit termakan dengan kabar berita yang beredar.
Adam yang sebelumnya telah berjanji akan menjaga dan melindungi Ais hingga adiknya lulus, ternyata tak bisa dia buktikan. Semua janjinya pupus ditengah jalan karena dia harus merelakan adiknya dinikahi Hanafi secepatnya. Padahal Adam sudah mengatakan pada Hanafi tidak akan memberikan Ais pada siapa sebelum dia lulus. Namun, karena sebuah insiden salah paham, Adam harus merelakan Ais dipinang oleh Hanafi lebih awal.
__ADS_1
"Han, aku telah gagal tidak bisa menepati janjiku pada Ais, tolong setelah ini kamu yang jaga dan lindungi Ais sebagaimana aku menjaga dan melindunginya," ucap Adam dengan dada yang terasa sesak.
Hanafi hanya menganggukan kepalanya dengan pelan. Tak pernah terpikirkan sedikitpun dia akan menikahi Ais, meskipun saat itu Adam pernah meminta bantuannya untuk menghibur Ais. Namun, karena sebuah kesalahpahaman yang tak ada satu orangpun mempercayainya, akhirnya Hanafi dipaksa menikahi Ais detik itu juga.
"Insyaallah, aku akan menggantikan peranmu untuk menjaga Ais. Semoga saja kesalahpahaman ini tidak sampai ke kampusnya Ais. Aku sangat takut jika ada pihak yang tak bertanggung jawab dan membuat keributan di kampus dengan cara menyebar fitnah dan juga menyebarkan video itu."
Kini ibu Hanafi tidak tau harus bahagia atau bersedih. Mungkinkah ini adalah jawaban atas doa yang selalu dipanjatkan setiap malamnya, yang selalu menginginkan sang anak bisa berjodoh dan langsung menikah. Hanya saja dengan cara sedikit rumit.
"Ais, Ibu percaya denganmu, tapi maafkan ibu yang tidak bisa berbuat apa-apa saat warga memaksakan pernikahanmu dengan Hanaf," ujar ibunya Hanafi dengan rasa sesalnya.
__ADS_1
"Ais tidak apa-apa, Bu. Ais juga minta maaf karena kecerobohan Ais, keluarga ibu didemo oleh warga dan pada akhirnya mas Hanaf harus bertanggung jawab, meksipun dia tidak melakukan apapun. Tak seharusnya Mas Hanaf menikahi Ais, karena mas Hanaf berhak untuk mendapatkan yang lebih baik. Ais hanya seorang janda, Bu."
Ibunya Hanafi langsung memeluk Ais yang selalu merendah. Mungkin karena kegagalan sebelumnya membuat Ais sulit untuk membuka pintu hatinya kembali.
"Ais, ibu tidak memandang status kamu. Ibu menerima segala kekurangan yang kamu miliki asalkan kamu bisa bahagia bersama dengan Hanaf. Ibu tidak akan memaksamu untuk memberikan keturunan secepatnya. Kamu mau menikah dengan Hanaf saja ibu sudah merasa sangat bahagia, karena anak ibu tidak menjadi bujang lapuk," jelas ibunya Hanafi panjang lebar.
Dalam hati Ais tak henti mengucap kata syukur karena bisa diterima baik oleh keluarga Hanafi, sekalipun dia adalah seorang janda.
...***...
__ADS_1