Aisyah Bukan Istri Mandul

Aisyah Bukan Istri Mandul
Bab 17


__ADS_3

Kemunculan Azam yang secara tiba-tiba membuat luka yang semula sudah dibalut kini ternganga kembali. Kedatangan Azam yang secara tiba-tiba membuat Ais sangat shock dan tak bisa berkata apa-apa. Bahkan Ais tak bisa mencegah saat Adam melayangkan sebuah bogeman ke pipi Azam, karena Azam tak mau pergi dari rumah. Beruntung saja Hanafi cepat datang dsn langsung menahan Adam untuk tidak terus memukul Azam.


"Astaghfirullahaladzim ... Adam! Apa yang kamu lakukan? Nyebu, Dam, Nyebut!"


Adam yang berada dalam pegangan Hanafi terus menetap Azam dengan tatapan penuh kebencian. Pria yang seharusnya bisa menjaga adiknya dengan baik malah berani mengoleskan luka yang teramat menyakitkan.

__ADS_1


"Han, suruh pria itu segera meninggalkan rumahku jika kamu menginginkan aku untuk berhenti memukul dia. Dia itu penjahat, Han! Dia orang yang sangat aku percayai untuk menjaga dan melindungi Ais, tapi apa nyatanya? Dia sama sekali tidak bisa membela Ais di depan mamanya. Yang lebih kurang aja*r lagi hanya dalam hitungan tiga hari Ais meninggalkan rumah dia langsung bisa menikahi wanita lain. Dimana hati nuraninya, Han? Lalu seolah tanpa rasa bersalah sedikitpun, dia masih sanggup untuk menunjukkan wajahnya di depanku. Coba kamu berikan pencerahan pada pria itu agar dia memahami segala kesalahannya!" Azam berkata dengan dada naik turun, karena benar-benar merasa sangat kecewa dengan Azam.


Hanafi kini paham mengapa Adam sangat emosi dan membabi buta untuk terus menghajar pria yang ada disampingnya, ternyata dia adalah orang yang telah melukai hati Ais.


"Oke, aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini. Tapi kamu juga harus bisa mengontrol emosi kamu, jangan sampai pria ini kenapa-napa dan tanggung malah akan dituntut karena telah melakukan penganiayaan kepadanya. Lebih baik masalah ini kita selesaikan dengan kepala dingin. Bagaimana?" celetuk Hanafi yang silih berganti untuk menatap dua orang yang sama-sama masih membeku.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan membawa pria ini pergi dari hadapanmu tetapi kamu harus tenang." Hanafi pun memilih untuk membawa Azam meninggalkan rumah Adam, karena dia tidak ingin sahabatnya sampai hilangkan dalil dan melakukan sebuah kesalahan terbesar.


"Tolong lepaskan aku karena aku harus berbicara dengan Ais!" Azam mencoba untuk memberontak saat tangannya ditarik paksa keluar oleh Hanafi.


"Tapi Adam sama sekali tidak memberikan izin padamu. Tolong kamu juga harus mengerti jika saat ini Adam dan juga Ais belum bisa untuk bertemu ataupun berbicara denganmu. Mereka berdua masih kecewa dengan keputusanmu. Andika saja kamu bisa membela Ais di depan mamamu, mungkin Adam yang tidak akan marah besar dan tidak akan membawa Ais sampai ke sini." Hanafi mencoba untuk memberikan sedikit pencerahan kepada Azam.

__ADS_1


"Aku tahu jika aku memang salah. Dan aku kesini untuk meminta maaf kepadanya. Aku sangat merasa menyesal karena tidak bisa memperjuangkan cintaku padanya. Please, tolong bantu aku. Aku hanya ingin meminta maaf kepada Ais. Aku tidak akan pernah bisa hidup dengan tenang jika aku tidak mendapatkan kata maaf darinya." Azam mencoba untuk mengiba kepada Hanafi, berharap pria itu mempunyai sedikit hati padanya. Namun, sayangnya Hanafi sama sekali tidak peduli dengan penyesalan Azam.


Penyesalan hanya akan datang ketika kita sudah tidak memiliki apa-apa dan pada akhirnya ingin menginginkan sebuah kebersamaan lagi.


__ADS_2