
Kabar pernikahan kilat antara Ais dengan Hanafi pun telah menyentuh ke telinga Azam dan juga mamanya yang belum pulang ke Jogja. Azam hampir tak percaya kabar yang didengarnya, tetapi setelah menyaksikan dengan matanya sendiri, tubuhnya mendadak membeku. Ternyata tak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki rumah tangganya yang telah usia. Semua itu karena kebodohannya yang telah melepaskan Ais begitu saja, tanpa memikirkan konsekuensi yang harus diterimanya.
"Aku tidak percaya ternyata mantan istri kamu itu adalah wanita yang tidak baik. Pakaian aja tertutup, tetapi lihatlah kelakuan. Untuk saja kamu melepaskan dia secepatnya, jika tidak dia hanya akan membuat malu keluarga aja!" seru mama Maya setelah melihat berita viral tentang kesalahpahaman Ais dengan Hanafi.
"Ma! Mama ngomong apa, sih! Ais gak mungkin melakukan perbuatan seperti itu! Azam tau betul bagaimana Ais!"
"Azam, sudahlah jangan membela Ais! Saat ini semua orang sudah tau seperti apa sifat aslinya. Mending kamu pikirkan bagaimana agar bisa memberikan mama cucu!" tegas Mama Maya.
Iza yang mendengar percakapan suami dan menantunya hanya merasa sangat terkejut, terlebih saat mendengar jika Hanafi telah menikahi Ais. Dadanya bergemuruh dengan kuat. Namun, saat dia menyadari jika saat ini dirinya juga telah menikah, Iza langsung mengucap istighfar.
"Astaghfirullahaladzim ....ya Allah, aku telah pasrah akan takdir yang Engkau berikan. Aku hanya bisa berharap jika Hanafi bahagia dengan pernikahannya," lirih dengan pelan.
__ADS_1
...***...
Pernikahan yang terjadi begitu saja membuat dua insan yang saat ini sudah menyandang status suami istri masih merasa canggung. Apalagi saat keduanya berada dalam satu kamar.
"Ais ... maafkan aku yang terpaksa harus menikahimu. Semua ini aku lakukan untuk kebaikan kita semua. Terutama untuk menjaga nama baikmu. Aku hanya tidak ingin orang-orang diluar sana langsung menilaimu dengan buruk. Sekali lagi aku minta maaf. Semua ini terjadi karena kecerobohanku," ucap Hanafi dengan rasa bersalahnya.
Ais tidak akan menyalahkan Hanafi, karena ini bukan salahnya. Masalah ini terjadi karena ulah seseorang yang mungkin sedang tidak menyukai mereka hingga menggiring opini negatif.
"Mas Hanaf enggak usah minta maaf, karena semua ini bukan salah Mas Hanaf," balas Ais dengan pelan.
Ais membuang napas beratnya. Meskipun pernikahan terjadi karena desakan dari para warga, tetapi Ais tidak ingin bermain-main dengan sebuah pernikahan, mengingat dirinya pernah gagal untuk membangun pernikahan yang sakinah bersama dengan Azam.
__ADS_1
"Mas Hanaf, aku telah ridho saat mas Hanaf mengucapkan akad. Bahkan aku tidak peduli apakah diantara kita tidak ada kata cinta atau tidak. Aku pernah mengalami kegagalan, dan untuk kali ini jika bisa meminta aku tidak ingin mengulangi kegagalan itu lagi. Namun, jika Mas Hanaf merasa sangat keberatan dengan pernikahan ini, aku ridho jika mas Hanaf ingin mengakhirinya," ucap Ais dengan lemah.
Hanafi tak pernah menyangka jika ternyata Ais bisa menerima pernikahan dengan hati yang lapang, meskipun dalam keadaan terpaksa.
"Apakah kamu yakin mau menerima pernikahan ini dengan ikhlas?" tanya Hanafi untuk meyakinkan.
Ais menganggap dengan pelan. "Insyaallah, Mas."
"Dengan segala kekurangan yang aku miliki? Aku tidak sempurna, Ais. Aku takut jika suatu saat kamu menyesali keputusanmu. Aku hanya pria penakut, yang mungkin tidak bisa melindungimu dalam kegelapan. Aku terlalu lemah. Apakah kamu yakin dengan keputusanmu?"
"Mas, Hanaf ... aku telah ikhsan dan ridho. Insyaallah aku tidak akan menyesali keputusanku."
__ADS_1
...****...
Semoga aja besok pagi level novel ini enggak anjlok ya, biar novelnya bisa lanjut. 🥺