
Karena semakin banyak orang yang datang ke rumah Hanafi, dengan berat orang tua Hanafi langsung keluar untuk menanggapi orang-orang yang terus berteriak menyuruh Hanafi keluar.
"Ibu-ibu, Bapak-bapak, ini ada apa?" tanya bapaknya Hanafi untuk menyapa para warga yang telah mengerumuni rumahnya, meskipun dia sudah tau dari tujuan para warga mendemo rumahnya.
"Pak Taufik, kami sebagai warga kompleks merasa sangat malu dan kecewa dengan kelakuan anak bapak yang sudah tidur dengan seorang wanita tanpa sebuah ikatan apapun. Itu sama saja anak bapak telah berzina, Pak. Apakah seperti itu sifat dari guru ngaji? Sungguh kami tak menyangka jika anak bapak bisa berbuat zina!" teriak salah satu ibu-ibu yang ada dihadapan pak Taufik, bapak dari Hanafi.
"Dengan tegas kami menolak Hanafi untuk tinggal disini lagi, Pak. Kami juga tidak sudi mengantarkan anak kami untuk mengaji padanya. Kami tidak peduli dengan status bapak di kompleks ini, tetapi anak bapak sudah mengotori kompleks. Mau tidak mau anak bapak harus keluar dari kompleks ini!" tegas salah seorang lagi.
Pak Taufik dan Bu Maryam tetap berusaha untuk menjelaskan jika apa yang terjadi kepada Hanafi dan juga Ais hanyalah sebuah kesalahpahaman saja. Hanafi dan Ais tidak melakukan perbuatan zina seperti yang dituduhkan. Namun, karena sebuah video yang memperlihatkan Hanafi dan Ais tertangkap sedang tidur dalam satu ruangan, semua warga sama sekali tidak mempercayai apa yang dijelaskan oleh orang tua Hanafi. Semua warga bersikukuh menginginkan Hanafi keluar dari kompleks karena telah melakukan perbuatan sangat memalukan, terlebih dia adalah guru ngaji dari anak-anak kompleks.
"Bu Maryam dan Pak Taufik jangan membela anak bapak. Kami telah mau kompleks kita di azab oleh Allah karena kelakuan anak bapak. Topengnya sok agamis, tapi lihat kelakuan. Tidak jauh beda sama anak zaman sekarang. Pokoknya kami ingin mereka berdua keluar dari kompleks ini!" Suara lantang dari seorang ibu-ibu langsung disahut dengan suara persetujuan. Mereka semua sudah sepakat untuk mengeluarkan Hanafi dari kompleks, karena sudah mencemari nama baik kompleks mereka, terlihat telah melakukan perbuatan zina yang sangat dibenci oleh warga kompleks.
__ADS_1
"Tapi saya dan Ais memang tidak melakukan apa-apa. Kami berdua hanya terjebak dalam keadaan hujan dan mati lampu. Demi Allah, kami berdua tidak melakukan perburuan zina," ujar Hanafi yang tiba-tiba muncul dari belakang orang tuanya.
Suara riuh dan sorakan terdengar lebih keras saat Hanafi keluar bersama dengan Ais dan juga Adam.
"Bohong! Sudah jelas didalam video yang beredar kamu dan juga dia tidur bersama dan saling menggenggam erat. Apakah seorang yang disebut guru ngaji? Kami menentang dengan keras perbuatanmu dan kami meminta agar kamu meninggalkan kompleks ini!"
Bahkan keributan yang terjadi pagi ini membuat ketua RT harus turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Pagi yang seharusnya digunakan untuk melakukan aktivitas seperti biasanya, kini malah digunakan untuk melakukan mediasi antara warga kompleks dengan keluarga Hanafi. Padahal sudah berulang kali keluarga Hanafi mengatakan jika kejadian tadi malam hanyalah sebuah kesalahpahaman saja.
Namun, sebagai warga yang telah melihat video tentang Hanafi dan Aisyah yang telah tersebar di sosial media membuat semua warga tidak percaya begitu saja dengan penjelasan keluarga Hanafi.
"Bapak-bapak, Ibu-ibu kita tidak boleh menghakimi orang lain sendiri. Disini kita harus menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut. Jika apa yang dituduhkan tidak benar, itu sama saja fitnah, Bapak-bapak, ibu-ibu!" tegas pak RT.
__ADS_1
"Tapi udah jelas pak dalam video itu jika Hanafi dan juga Ais tidur dalam satu ruangan satu malam. Mustahil mereka tidak melakukan apa-apa," sahut seorang ibu-ibu dari belakang.
Entah dengan seperti apa lagi Pak RT meyakinkan para warganya yang sama sekali tidak mau mempercayai ucapan Hanafi.
"Baiklah, demi menjaga mana baik kompleks kita bagaimana kalau yang bersangkutan menikah. Jika benar tadi malam telah terjadi sesuatu pada mereka berdua, maka menikah adalah cara mereka untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka lakukan. Namun, jika tidak benar mungkin dengan cara seperti ini Allah menyatukan mereka berdua. Bagaimana?" Pak RT memberi saran.
Sejenak beberapa orang saling berbisik sebelum memberikan suara mereka. Namun, tiba-tiba dari arah paling belakang langsung menyahut.
"Nikahkan saja mereka sekarang, Pak! Biar gak berbuat zina dikemudian hari."
Sontak ucapan dari barisan paling belakang langsung setujui oleh para warga. "Bagus, itu! Nikahkan mereka berdua!" sahut yang lainya.
__ADS_1
...***...
Dah siap kondang belum š