
Iza benar-benar merasa panik ketika pintu tidak bisa dibuka. Berulangkali Iza memutar kenop berharap pintu bisa dibuka kembali, karena sebelumnya tidak ada dengan pintarnya.
“Ini pintunya kenapa, sih?”
Iza menyerah, saat usahanya tak membuahkan hasil. Tangannya pun langsung menggedor untuk meminta tolong berharap ada seseorang di sekitar dan menyadari jika saat ini dia sedang terkurung didalam kamar mandi.
“Tolong .... ! Apakah ada orang diluar? Jika ada tolong bantu bukain pintunya!” Namun, sayangnya tak ada sahutan apapun dari luar, membuatnya hanya bisa membelah nafas panjang. Seketika dia mencoba untuk merogoh saku untuk mengambil ponselnya, akan tetapi hasilnya kosong. Ternyata Iza tidak membawa ponselnya.
“Ya ampun, bagaimana ini?”
Kepanikan Iza semakin bertambah ketika tidak mempunyai cara lain untuk minta pertolongan. Entah mengapa bisa tiba-tiba pintu tidak dapat dibuka, mungkinkah ada orang iseng yang sedang ingin mengerjai dirinya? Namun, seketika Iza menepis, karena rasanya tidak mungkin jika rekan guru tega melakukannya. Terlebih dia tidak mempunyai masalah dengan siapapun.
“Tolooong .... !”
Bel berbunyi pertanda pelajaran akan segera dimulai, tetapi Iza masih tidak bisa berkutik dari dalam dalam kamar mandi. Rasanya hampir menyerah karena tak ada satupun orang yang mendengar permintaan tolongnya. Namun, dalam hati dia tetap meminta tolong kepada Allah agar segera dikirimkan penolong untuknya.
Ya Allah, bantulah hamba-Mu ini agar bisa segera keluar dari tempat ini. batin Iza dengan penuh harap.
Disisi lain Bian tersenyum puas guru yang dia kunci di kamar mandi tak juga masuk kedalam kelasnya. Dan seperti biasa, kelas akan riuh ketika tak ada gurunya. Namun, kali ini Bian memilih diam di tempat tanpa ingin membuat keributan, karena saat ini hatinya sedang tertawa bahagia.
“Eh, ngomong-ngomong Bu Iza kemana ya, kok enggak masuk ke kelas kita? Apa lagi ngajar ke kelas sebelah?” tanya Ailin, salah seorang murid yang duduk di depan Bian.
“Bisa jadi. Tapi tumben aja enggak ada guru pengganti untuk ngajar kelas kita?” balas teman satu mejanya.
__ADS_1
“Nah aneh kan ... ! Karena selama ini para guru tidak akan pernah membiarkan kelas kita kosong tanpa ada yang mengajar. Ya tapi gak papa sih. Itung-itung bonus! Otakku biar istirahat dulu, sebelum bener-bener menghadapi ujian semester akhir.”
“Iya, kamu benar.”
Cukup lama kelas Riuh, karena tak ada guru guru yang mengajar, hingga tiba-tiba masuklah seorang guru yang paling mereka takuti, karena dia tidak segan-segan untuk memberikan hukuman yang berat jika ada salah satu diantara siswanya tidak bisa diarahkan.
Baru saja Hanafi masuk, seketika suasana kelas menjadi hening. Tak ada satupun yang berani untuk buka suara.
“Kenapa diam?” tanya Hanafi dengan tatapan tajamnya. “Apakah sudah selesai mengerjakan latihannya?”
Hanya gelengan kepala yang menjadi jawaban atas pertanyaan Hanafi. “Jika belum, mengapa kalian seperti sedang berjualan sembako? Apakah kalian pikir ini pasar? Cepat selesai soal latihan kalian dan jangan ribut!”
Tak ada satupun yang berani untuk menjawab pertanyaan guru itu. Mereka semua memilih untuk membisu. Namun, karena merasa tidak diberikan tugas latihan, ketau kelas pun akhirnya memberikan diri untuk mengatakan jika belum ada guru yang datang ke kelasnya.
Hanafi mengernyit heran. “Tidak ada guru yang masuk? Lalu kemana guru kalian?”
“Kami tidak tau, Pak.”
“Oke, kalian jangan ribut! Bapak akan ambilkan kertas latihan dulu. Arif, kamu sebagai ketua kelas, pasti teman-temanmu tidak ribut! Jika masih ribut, kamu yang akan bapak hukum!”
“Lho, kok saya, Pak?” protes Arif tak terima.
Namun, Hanafi tak peduli dan berlalu begitu saja untuk ke kantor mengambil kertas latihannya. Dalam hati dia bertanya-tanya kemana perginya Iza, mengapa dia tidak ada di kelas. Bahk uq PPan di dalam ruang guru pun juga tidak ada.
__ADS_1
Sesampainya di ruang guru, Hanafi segera mencari keberadaan Iza. Namun, nyatanya sosok Iza juga tak ada di dalam ruangan itu.
“Kemana pergi Iza, ya?”
adu
Karena tak menemukan keberadaan Iza di ruang Luffy guru, Hanafi mencoba untuk bertanya kepada satu persatu guru yang ada di ruang guru.
“Bu Indah, apakah Ibu melihat bu Iza?” tanya Hanafi pada salah satu guru yang tinggal di ruangan itu.
“Bukannya udah masuk ke kelasnya?”
“Tapi itu tas dan kertas latihannya masih diatas meja. Dan di kelas pun juga tidak ada. Jadi kemana perginya dia?”
Kini satu sekolah heboh karena Iza yang tiba-tiba menghilang. Semua guru dan murid pun di kerahkan untuk mencarinya, karena ini adalah kasus pertama seorang guru hilang di lingkungan sekolah.
“Jangan-jangan bu Iza di culik, Pak,” celetuk Bu Indah.
“Diculik? Tidak mungkin, karena keamanan sekolah kita ini ketat. Coba cek CCTVnya!” titah Pak Burhan, kepala sekolahnya.
Dengan cepat CCTV pun di cek. Dan terlihat dalam rekaman itu jika Iza masuk kedalam kamar mandi, tetapi tak kunjung keluar. Namun, satu kejanggalan pun bisa dilihat dengan jelas, dimana sosok Sabian masuk ke dalam kamar itu membuat para guru langsung bisa menyimpulkan jika hilangnya Iza ada hubungannya dengan Sabian.
( Sambung nanti lagi, othor sibuk di real 🙏 Selamat tahun baru 1 Muharram 1445 H. Semoga kita semua dalam lindungan Allah swt 🙏 )
__ADS_1