Akibat Dilarang KB

Akibat Dilarang KB
Kelakuan ibu


__ADS_3

Seketika Lisa langsung terdiam mendengar perkataan dariku yang tidak main-main untuk mengusirnya dari rumah, aku tidak ingin menyimpan toxic dalam rumahku. Aku tidak masalah jika dia tidak ingin membantuku untuk mencari uang, tapi harga diriku seakan diinjaknya dan menganggapku sebagai seorang pembantu yang tidak ada artinya.


Aku sudah mau menampungnya di rumahku, tapi tidak pernah mengerjakan apapun. Dia juga pernah menyelipkan pakaiannya di dalam keranjang pakaian kotor ku dan anak-anak, sekali dua kali aku tidak masalah, tapi kalau sudah berlanjut itu sungguh keterlaluan. Dan bahkan aku juga mencuci pakaian dalamnya membuat aku sangat kesal dan juga jengkel, bukankah ada mesin cuci yang hanya tinggal memasukkan air, deterjen, dan juga pakaian kotor, selain itu mesin akan bekerja. 


"Selalu saja menggunakan kalimat itu untuk mengancamku begitu, aku punya hak di rumah ini jadi bebas untuk melakukan apa saja."


"Hak apa yang sedang kamu katakan?" aku sudah muak dengan Lisa yang selalu saja membuat aku marah, kebiasaannya yang selalu dimanja oleh ibu membuat anak itu menjadi gadis pemberontak. 

__ADS_1


"Mba menikah dengan kakakku, itu berarti rumah ini juga milik kakakku dan juga aku." 


Aku tersenyum melihat kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh Lisa, gadis kecil itu berupaya untuk melawak yang membuat hatiku tergeli. "Rumah ini adalah milikku, bahkan sudah ada sebelum menikah dengan kakakmu. Jadi ini adalah rumahku sendiri, ingatlah posisimu yang hanya menumpang." 


"Berani sekali kamu mengungkit itu di hadapanku, anakku hanya memintamu untuk mencuci pakaiannya tapi kamu bermulut tajam." 


"Ibu lihat sendiri kan, dia hanya baik dan berpura-pura kepada kita jika berhadapan dengan kak Angga, dan setelah kakakku pergi dia malah menindas kita." Lisa berlari memeluk ibunya, memasang wajah sedih dan mulai berakting agar dia tidak jadi diusir. Emangnya dia mau tinggal di mana setelah diusir? Toh, uangnya juga sudah habis dia buat foya-foya. Sekarang hanya bisa bergantung kepada ibu dan juga kakak iparnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

__ADS_1


"Kamu itu keterlaluan sekali jadi menantu, akan Ibu adukan kamu pada Angga." 


"Adukan saj,  aku tidak takut. Oh ya … ini peringatan terakhir untuk Lisa jika sekali lagi dia melakukan hal yang membuat aku marah dan melewati semua peraturan yang telah dibuat, maka aku tidak segan-segan akan mengusirnya dari sini. Aku tidak peduli kemana dia mau pergi, bukankah dia memiliki banyak uang dan juga sudah dewasa." Tuturku dengan tegas bukan bermaksud membenci mereka tapi aku sangat menyayangi Lisa seperti adikku sendiri, hingga Aku ingin dia menjadi gadis yang mandiri dan bisa merubah sikapnya yang arogannya juga sombong.


Semenjak hari itu, Lisa tidak lagi pernah menyinggung tetapi ibu malah berkoar-koar pada orang-orang dan mengatakan kalau aku ini selalu menindas mereka. Aku mendengar semua itu dari salah satu customer yang telah menjadi pelanggan ku, dia sangat mengetahui bagaimana sifatku yang sebenarnya dan mengatakan hal ini karena lebih mempercayaiku.


Aku hanya mengelus dada karena ada saja yang diperbuat oleh ibu, bahkan selalu memfitnahku di depan orang-orang di saat aku tidak ada. Kini aku dipandang sinis oleh beberapa orang yang percaya dengan mulut ibu mertuaku, begitu indah permainan darinya untuk membalaskan dendam karena sudah membuat putrinya mulai patuh padaku.

__ADS_1


__ADS_2