Akibat Dilarang KB

Akibat Dilarang KB
Hidup sesuai kemampuan


__ADS_3

Aku tidak akan menuntut apapun pada mas Angga, karena sejatinya justru dia yang harus datang padaku untuk menjelaskan masalah itu. Aku harus bangkit, memperjuangkan masa depan anak-anakku. Tidak ada waktu untuk menangis, air mataku terlalu berharga untuk menangisi pria seperti suamiku.


Tanpa kenal lelah, aku membuat pesanan para pelanggan, aku bersyukur karena tidak terpengaruh. Memang hatiku sakit dan membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan hati yang hancur seperti serpihan kaca. 


Berita mengenai perselingkuhan mas Angga sudah tersebar, semua orang tahu apa yang terjadi dan permasalahan yang menimpaku. Aku terdiam jika ada yang menanyakan mengenai hubungan kami, aku hanya menjawabnya dengan senyuman tipis karena memang tidak ingin membahas hal yang bisa membuka luka di hatiku. 


"Kamu tuh gimana sih? Selalu masak sayur bening atau gak sayur ubi tumbuk."


"Apa sih Bu?" tanyaku yang sebenarnya tahu mengenai pembahannya, hanya saja aku lebih baik pura-pura tidak tahu. 

__ADS_1


"Kamu itu menantu paling pelit. Sesekali kamu buat rendang daging kek, jangan asik sayur ke sayur aja. Ibu gak selera makan jadinya!" protesnya, sedangkan aku hanya diam saja. "Tuh si Ramlah, menantu dia selalu belikan perhiasan emas dan makan enak. Sedangkan kamu, jangankan membelikan Ibu perhiasan emas, makan juga pelit."


Aku menghela nafas dan menatap ibu datar. "Ibu jangan banyak mengeluh, setidaknya aku masih kasih Ibu makan setiap harinya dan jangan lupakan gula diabetes Ibu, aku yang membelinya. Mengenai makanan yang Ibu makan? Aku juga sering masak ayam dan masak ikan, harga daging itu mahal Bu dan lebih baik aku menghemat untuk itu." Tegasku pada Ibu. Aku masih menghormati dia sebagai mertuaku, dia juga selalu menjelekkan aku kesana dan kemari pada tetangga dan yang lainnya mengenai aku. Siapa yang tidak sakit hati mendengarnya, dia menceritakan aku dan menggosipkan aku pada orang lain, dan hal itu teramat sangat menyakiti aku. 


"Tapi kan ibu maunya daging sapi, masak rendang atau buat dendeng balado kek." 


"Masak rendang ayam mau? Hanya bahan itu yang ada di kulkas." Tawarku yang berusaha untuk sabar. 


Masih ingat dengan uang lima belas juta yang dia pinjam dari temannya? Ya, sekarang aku yang membayar cicilannya dan aku terkejut dengan bunganya. Tidak aku sangka ternyata uang itu di bungakan, pinjaman lima belas juta harus ku bayar dua puluh juta. Sekitar tiga puluh persen uang yang harus aku bayar, mas Angga membayarnya tiga kali dan selebihnya aku. Hal itu membuatku pusing, bahkan aku mengembalikan seluruh uang itu pada temannya yang menjadi rentenir. 

__ADS_1


"Kamu pelit! Nyesal saya restui kamu jadi mantu!" umpat nya yang kesal seraya berlalu pergi. 


Sebelum Ibu benar-benar pergi aku berkata sesuatu hingga dia tidak berkutik. "Saya lebih menyesal menikah dengan mas Angga, hanya bisa menanam saham tanpa berniat untuk menafkahi anak-anaknya." 


Aku tahu ibu pergi untuk menggosipkan aku yang tidak tidak kepada para tetangga, beberapa orang yang baik mengatakan hal ini padaku dan sampai ke telingaku sendiri. Padahal yang dia ceritakan itu hanyalah karangan saja, hatiku sakit saat dia mengatakan kalau aku tidak memberinya makan dan selalu mempekerjakannya, padahal aku menghormatinya seperti ibu kandungku sendiri. 


Miris sungguh miris, kini aku harus menjalani kehidupan secara mandiri mengurus anak-anakku dan juga calon bayiku yang sebentar lagi akan lahir. Aku tidak peduli lagi pada mas Angga begitupun yang lainnya, aku sudah capek dan juga lelah memikirkan orang lain ataupun omongan buruk dari orang-orang yang membenciku karena perkataan buruk ibu. 


Aku kembali melanjutkan pekerjaanku karena banyaknya pesanan membuat aku merasa bersyukur bisa menghidupi anak-anak, tapi suara dering ponsel membuat aku menghentikannya sejenak, aku melihat siapa yang menghubungiku dan itu adalah nomor baru mas Angga.

__ADS_1


Batinku dan pikiranku saling memberontak satu sama lain dan segera ku angkat telepon itu, walau sebenarnya aku tidak ingin mendengar suaranya.


__ADS_2