Akibat Dilarang KB

Akibat Dilarang KB
Istri pertama Rusli?


__ADS_3

Aku menatap wanita cantik yang mengaku sebagai istri pertama Rusli, selama ini yang aku tahu kalau pria itu belum menikah. Aku shock saat dia mengaku-ngaku, timbul rasa yang mengganjal di hati setelah mencerna perkataan yang keluar di mulut wanita itu. 


"Maaf, aku tidak ingin ikut campur. Aku datang kesini murni mengantarkan kue pesanan Nona." Aku hendak beranjak pergi dari tempat itu, tapi sepasang tangan kekar memegang tanganku ke belakang seperti seorang polisi yang mendapatkan penjahatnya. 


"Tentu kamu harus ikut campur, kamu salah satu keluarga dari pelakor tak tahu diri itu." 


"Tolong, jangan menghakimi saya begini. Saya harus pergi mengejar waktu, kedua anak saya tertidur di rumah. Aku takut mereka menangis tanpa kehadiran ibunya." Aku langsung memasang wajah sedih agar mendapatkan perhatian dari wanita itu, tapi wanita itu seperti tak ingin tahu dengan urusanku.


Wanita kaya ibu mencengkram daguku, menatapku tajam dan menampar pipiku. Air mataku mengalir saat merasakan panas di wajahku, bukan sekali aku di tampar tapi sebanyak tiga kali. Tamparan itu meninggalkan bekas memerah, aku terbatuk tak kuasa menahan rasa sakit. Aku marah karena dia menuduhku berkomplot dengan Lisa, malahan aku di jadikan umpan oleh mereka dan sungguh memuakkan.

__ADS_1


"Ketiga tamparan keras itu tidak sebanding dengan apa yang aku rasakan adik iparmu itu, telah merebut suamiku dan meninggalkan aku demi wanita yang lebih muda." 


"Sesama wanita aku juga mengerti bagaimana perasaan anda, ditinggalkan oleh suami dan mengkhianati anda. jika aku berada di posisi anda mungkin juga melakukan hal yang sama, tapi aku tidak ingin melukai orang yang tidak bersalah dan menyelidikinya terlebih dahulu latar belakang mereka." 


Baru beberapa langkah saja aku pergi, wanita cantik itu menghentikan langkahku, tentu saja dia tidak ingin hal yang buruk terjadi padanya lagi. 


Aku tersenyum dan menganggukkan kepala dengan pelan. "Anda hanya melakukan hal yang sia-sia saja, tidak ada waktu memikirkan seorang suami yang ingin berpoligami. Prinsipku juga sama, tidak akan melepaskan apapun yang aku dapatkan setelah ujian yang kami lewati bersama. seharusnya anda lebih bahagia menjalankan hidup sendiri, dan carilah beberapa kegiatan yang merupakan Anda lupa pada laki-laki seperti itu. 


Wanita itu berjalan menuju sofa dan mengambil sesuatu di dalam tas mewahnya, satu ikat uang berwarna merah dia melempar tepat di hadapanku. 

__ADS_1


"Simpan itu! Kamu sudah membuatku benar-benar shock, jangan melakukan tindakan konyol seperti ini lagi. Setiap orang membutuhkan privasi, mengalah untuk meraih kemenangan. Membalaskan dendam tidak akan menyelesaikan masalah tapi malah mendatangkan kesalahan baru. 


Hampir satu jam aku berada di sana dan karena itulah aku terlambat mengantarkan pesanan orang, aku buru-buru pulang ke rumah untuk memberitahukan ibu mengenai masalah ini, semoga saja dia percaya dengan apa yang aku katakan. Suami dari Lisa juga membuat aku ragu saat pria itu mengucapkan ijab kabul di hadapan semua orang, aku yang melihat kejauhan membuat hatiku bergetar ada sesuatu yang tidak beres pada pria itu. 


Aku pergi dari tempat itu dan tidak sengaja melihat bayangan Ibuku yang melintasi di daerah yang aku lewati, sesampainya di rumah, teman baruku itu menyukai hal-hal yang mistik, setidaknya hal ini tidak akan membosankan jika menikahkan dua orang yang karakternya sangat jauh bertolak belakang. Aku melihat wajah Ibu ketua yang hendak menerkam ku hidup-hidup karena sudah berani meninggalkan kedua anak-anakku yang menangis histeris. 


Cup … cup … cup. 


"Diam ya Sayang, maaf Ibu yang terlambat pulang." Ucapku dengan penuh penyesalan. 

__ADS_1


__ADS_2