Akibat Dilarang KB

Akibat Dilarang KB
Dihampiri karma


__ADS_3

Akhirnya pernikahan yang di dasari oleh nafsu menyatukan dua orang pezina, terlihat jelas di raut wajah Angga yang tidak menginginkan pernikahan ini terjadi, penggerebekan para warga sekitar yang ternyata sudah di rencanakan saat mereka mengintai seorang pria yang masuk ke kontrakan sang janda lewat pintu belakang. 


Wajah Angga penuh dengan luka lebam di pukuli oleh beberapa orang karena sudah membuat komplek mereka tercemar atas pezina. 


Setelah pernikahan mereka sah, keduanya sudah di perbolehkan melakukan apapun, para warga sekitar komplek, satu persatu meninggalkan tempat itu, tak lupa kalimat sindiran dan memaki dua pasangan suami istri baru. 


"Bagus, walaupun ini sulit tapi aku sekarang sudah menjadi istri mas Angga, dan pastinya menjadi istri satu-satunya." Batin Siska tersenyum menyeringai, pekerjaan dari suami barunya itu cukup menafkahinya dan bisa memenuhi kehidupannya yang elit. 


"Kok kamu cemberut gitu sih, Mas? Gak suka kalau kita nikah atau kamu menyesal?" 


"Ini sudah keluar jalur, aku masih punya istri dan gak mungkin aku menikahi wanita lain." 


"Tapi kita sudah sah Mas, jangan mau enaknya aja dong." 


"Kamu lupa, perjanjian kita hanya sebatas rekan di atas ranjang. Lagipula aku beri uang setelah itu." 


Angga berlalu pergi meninggalkan istri barunya, wajahnya yang kusut memikirkan istri pertama yang menginginkan perceraian. "Kenapa semuanya jadi kacau begini sih? Jangan sampai Tari tahu atau dia menceraikanku." Gumamnya yang tidak ingin kehilangan istri pertama yang hampir sempurna dalam merawat keluarganya, apalagi Tari punya rumah dan dia lihat usaha istrinya semakin maju. "Masih talak satu, itu aku masih bisa rujuk." Dia tersenyum dan berharap harapannya terkabulkan, pernikahan kedua yang akan dia sembunyikan dari siapapun termasuk di tempat kerjanya yang sudah tahu kalau Tari adalah istrinya. 


"Baguslah, tinggal bujuk mas Angga untuk tidak mengirimkan uang pada Tari, dengan begitu aku bisa menguasai sepenuhnya." Pikir Siska di dalam hati, dia tersenyum puas mendapatkan keuntungan dari pernikahan secara mendadak. Lagipula dia seorang janda, bagaimana dia bisa hamil kapan saja jika nasib apes menimpa.


****


Aku bingung bagaimana menolong Lisa, orang kaya itu pasti punya segala macam alasan menghindari bukti dan kebal pada hukum. Dengan terpaksa aku menghubungi mas Angga, suruh dia sendiri yang ikut turun tangan membantu adiknya, karena aku tidak punya apapun pembelaan diri. 


Aku meraih ponsel dan menghubungi, belum beberapa detik dia sudah mengangkatnya dan mengalihkan ke panggilan video call. Hah, jujur saja aku sangat malas jika harus melihat wajahnya si pengkhianat itu tapi terpaksa demi perikemanusiaan. 


"Kamu menghubungiku Tari? Ini tak bisa di percaya." 

__ADS_1


Aku jijik melihat wajahnya yang tersenyum sumringah melihatku begitu, pengkhianatan yang sudah di ciptakan olehnya sendiri. 


"Hem, ada yang perlu aku bicarakan Mas, dan ini sangat penting." 


"Hah, biar aku tebak. Kamu pasti mau rujuk sama aku kan? Iya kan Sayang." 


"Stop mengharapkan yang tidak pasti. Aku menghubungimu bukan mengenai kita melainkan adikmu Lisa."


"Lisa? Dia sudah bahagia dengan Rusli, suami kaya pasti dia sekarang bersenang-senang." 


"Bersenang-senang di dalam neraka maksud kamu mas? Lisa butuh bantuanmu, dia meneleponku diam-diam dan meminta tolong membawanya pergi dari rumah suaminya." 


"Udah deh Tari, bilang aja kamu gak suka lihat kebahagiaan adikku." 


"Heh mas, dengerin ya! Walaupun aku dan Lisa tidak akur, tapi aku juga punya hati nurani. Suaranya bergetar dan dia sangat ketakutan, cepat bantu dia atau mas akan menyesal di kemudian hari." 


"Masalah dalam rumah tangga sudah menjadi makanan sehari-hari, biarkan dia sendiri yang menyelesaikannya." 


Aku sangat kesal kalau mas Angga masih tidak percaya dengan apa yang aku katakan padanya, bukan karena aku iri dengan kehidupan Lisa tapi ini murni nuraniku. 


Aku hendak membuat adonan kue pesanan yang belum selesai, tapi ponselku berdering. Aku melihat siapa yang menghubungi aku, ternyata itu Siska. 


"Ada apa menelponku?" 


"Ada kabar penting untukmu dan ini kejutan." 


"Katakan! Aku tak punya banyak waktu." 

__ADS_1


"Aku dan mas Angga sudah menikah, dan kami sudah resmi menjadi suami istri. Aku ingin kamu menyerahkan mas Angga dan jangan buat alasan apapun, lagipula mas Angga sudah menjatuhkan talak satu." 


"Wow, benarkah? Selamat untuk kalian, pasangan pezina. Ternyata berita viral itu benar, jangan berbangga diri menikah tapi malu yang harus kalian tanggung, seluruh penjuru mengetahui penggerebekan kalian." Balasku yang bukannya sedih melainkan senang, terlepas dari beban yang hanya membuat sakit kepala. "Kenapa diam? Ooh jadi kamu belum melihat berita terkini? Setelah selesai meneleponku, silahkan update berita viral yang sudah di tonton ratusan ribu orang."


"Aku gak peduli, yang penting mas Angga menjadi milikku sekarang."


"Ahh itu … ambil sajalah, aku hibahkan untukmu." 


Setelah sambungan telepon terputus secara sepihak, Siska segera mencari tahu mengenai berita viral yang ada di jejaring sosial. Ternyata apa yang dikatakan oleh Tari benar adanya, bahkan wajahnya dan suaminya terlihat sangat-sangag jelas di depan kamera tanpa ada sensor, hal itu membuat aktivitasnya nanti akan terganggu setelah berita viral. 


"Sialan. Harusnya aku yang memanasinya, kenapa malah aku yang kepanasan. Bagaimana ini? Wajah kamu terlihat jelas, semoga tidak mempengaruhi kehidupan kedepannya." Monolognya yang merutuki orang yang mengambil video dan men-share  penggerebekan di dalam kamar. 


****


Di hari berikutnya, Angga pergi bekerja seperti biasanya tapi suasananya sangatlah berbeda. Sekarang dia dilayani oleh Siska dengan baik, antara bahagia dan juga sedih. Ingin sekali Tarindan Siska menjadi istrinya, saat pulang kampung di sambut dan bekerja juga di layani istri muda yang bohay dan menantang hasratnya. 


"Mulai sekarang kamu tidak boleh bekerja lagi di sini menjadi mandor, kamu dipecat!" 


"Bukankah pekerjaan aku selama ini baik-baik saja, kenapa tiba-tiba Bos memecat ku? Ini tidak adil." 


"Pekerjaanmu memang bagus, tapi akhlakmu yang tidak saya sukai." 


"Maksud Bos apa?" tanya Angga yang mengerutkan dahinya penasaran, dia tidak tahu bahkan tidak memberitahu mengenai kejadian kemarin secara mendadak. 


"Saya tidak menjelaskan apapun, kamu lihat saja sendiri di ponselmu!" 


Secepatnya Angga melihat berita yang ada di ponselnya, betapa terkejutnya dia saat penggerebekan itu. Ternyata sudah viral dan ditonton oleh ratusan ribu orang yang isi komentarnya dipenuhi hujatan kebencian, dia merasa ini tidak adil karena berpengaruh pada pekerjaannya, dan sebentar lagi menjadi pengangguran karena susahnya mencari pekerjaan menjadi seorang mandor.

__ADS_1


"Sial. Bagaimana berita kemarin bisa se viral ini? Bagaimana kalau sampai Tari tahu dan menutup pintuku untuk rujuk padanya." 


Karena tidak ada pekerjaan dan dia juga sudah mencari di tempat lain, tapi gajinya yang minim membuatnya enggan untuk bekerja. Dia memutuskan untuk pulang lebih awal, dan hal itu membuat Siska penasaran.


__ADS_2