Akibat Dilarang KB

Akibat Dilarang KB
Talak untuk Siska


__ADS_3

Siska sudah tidak tahan dengan suami barunya yang pengangguran, jangankan untuk membeli skincare, biaya kebutuhan sehari-hari tidak terpenuhi. Gaya hidup semakin menekan kehidupannya, dia sangat benci melihat pria pengangguran yang hanya modal perkataan manis juga rudalnya. 


Siska keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk, Angga yang melihat pemandangan indah segera meletakkan ponselnya di atas meja dan memeluk sang istri hendak menggodanya. 


"Kamu kenapa sih?" tanya Angga yang kaget Siska menolak ciumannya. 


"Udah deh Mas, aku lagi gak mood buat gituan." 


"Tapi aku pengen. Sebentar aja ya …." Bujuk Angga yang kembali berusaha, hasrat yang bergejolak ingin sekali di lampiaskan. 


"Gak ada Mas." 


"Sangat berdosa seorang istri menolak ajakan suaminya." Dalih Angga. 

__ADS_1


"Ck, gak perlu bawa-bawa agama deh Mas, toh awalnya juga kita gak buat gak mengingat Tuhan." Sarkas Siska yang juga membela dirinya sendiri. 


"Kamu menolak ajakanku? Begitu?" 


"Iya, aku gak mau melayani kamu lagi sebelum mendapatkan uang. Enak banget kamu santai berleha-leha di rumah, aku yang banting tulang di luar."


"Heh, tidak aku sangka kamu mengungkit hal ini, sangat berbeda dari Tari."


"Bandingin aja terus, istri kamu itu aku Mas bukan wanita jelek itu." Ucap Siska yang meninggikan suaranya, dia sangat kesal jika suami tak bergunanya itu membandingkannya dengan wanita lain. 


"Sana, rujuk sama dia." 


"Itu permintaan kamu? Oke, aku akan rujuk, bersiaplah gigit jari." Angga begitu percaya diri jika Tari akan menerimanya lagi, tapi wanita mana yang mu di jatuhkan ke lembah yang sama. 

__ADS_1


"Heh, siapa sih yang mau pelihara suami pengangguran. Modal dengkul dan otong aja belagu," sindir Siska yang masuk ke dalam kamarnya. 


Angga sangat kesal dan amarahnya memuncak, menarik rambut Siska kasar dan menyentaknya ke belakang membuat sang empunya merintih kesakitan.


"Istri kurang ajar kamu." Angga memukul wajah Siska beberapa kali, emosi mengalahkan akal sehatnya. 


Siska sangat marah dengan apa yang terjadi padanya, tidak terima dengan semua itu. Tanpa menggunakan kata-kata, dia langsung berjalan masuk ke dalam kamar dan mengemasi tas yang berisi pakaian Angga, sudah muak dengan semua yang terjadi padanya dan menyesal telah menikahi pria tak berguna yang menumpang hidup padanya. 


"Mau kemana kamu bawa koper?" tanya Angga yang tersenyum puas, namun senyumannya menghilang di kala koper itu di lemparkan ke arahnya. 


"Bukan koperku, tapi kopermu. Silahkan keluar dari sini! Aku tidak mau punya suami pengangguran dan juga kasar seperti kamu, Mas. Talak aku sekarang juga!" 


"Baik kalau itu yang kamu inginkan. Aku talak kamu, mulai sekarang kamu bukan lagi istriku. Puas kamu!" 

__ADS_1


"Sangat puas, modal janji tapi kere. Lebih baik menjanda daripada hidup memenuhi kebutuhan orang lain, sampah. Pergi sekarang juga!" Siska mendorong tubuh Angga dan mengunci pintu. Sementara Angga bingung mau kemana, dia tidak punya tempat tinggal maupun pekerjaan, uang di dompet tersisa untuk pulang kampung. 


"Sebaiknya aku menghilangkan harga diriku agar Tari mau menerima aku kembali sebagai suaminya, aku sangat yakin kalau dia masih mengharapkan aku, apalagi aku mempunyai dua anak darinya." Dengan penuh percaya diri, Angga membeli tiket untuk pulang kampung menemui istri pertama yang sudah dijatuhkan talak satu, dan masih ada kemungkinan untuk rujuk. 


__ADS_2