Akibat Dilarang KB

Akibat Dilarang KB
Perasaanku tidak enak


__ADS_3

Rasa rindu yang teramat dalam kepada suamiku sudah dua hari dia belum meneleponku juga, aku sangat cemas dan juga khawatir takut dia terjadi masalah di rantau orang. Selama kami berhubungan jarak jauh, tidak pernah lepas satu hari pun untuk video call, karena dia sendirilah yang sudah berjanji. 


Aku lirik jam yang sudah menunjukkan angka sembilan, pikiran cemas menyelimutiku saat ini, hingga aku terbersit untuk menghubunginya terlebih dahulu. Aku mencari nomor kontak dari mas Angga dan menghubungi, namun ponselnya tidak aktif membuatku kalang kabut. 


"Mengapa ponselnya tiba-tiba tidak aktif?" aku sangat cemas jantungku berdetak lebih cepat, aku khawatir mengenai kondisinya di sana. Sekali lagi aku mencoba untuk menghubungi mas Angga, sudah beberapa kali aku mencoba menghubunginya tetapi tidak tersambung. 


Aku tidak tahu harus bagaimana karena hatiku saat ini tidak tenang, sudah dua hari dia tidak menghubungiku, bahkan untuk membalas pesan pun tidak. Tidak ada cara lain selain berdoa kepada sang Pencipta alam semesta, karena komunikasi satu-satunya adalah lewat telepon yang sekarang tidak aktif menghantui pikiranku. 


Kutatap wajah kedua anakku yang tertidur pulas, aku menghampiri mereka dan memeluk mereka yang sudah tertidur berharap cemas ku ini segera menghilang.


Di pagi hari aku biasa bangun pagi dan terlebih dahulu mengecek ponsel, siapa tahu mas Angga menghubungiku lewat pesan singkat. Tapi harapanku itu tidak menjadi kenyataan, bahkan suamiku tidak mengirimkan pesan apapun. Aku yang cemas dari semalam mencoba untuk menghubunginya, tetap saja nomornya tidak aktif. 


"Apa yang sebenarnya terjadi?" 

__ADS_1


Buru-buru aku keluar dari kamar dan mengetuk pintu kamar ibu, terlihat wanita paruh baya itu tidak suka jika aku membangunkannya di pagi buta. 


"Apa sih Tari, ini masih pagi kamu udah ganggu Ibu tidur."


"Bu, aku sekarang sangat cemas karena dari semalam telepon mas Angga tidak aktif, ini tidak seperti biasanya."


"Gak usah berlebihan deh, mungkin saja ponselnya lowbat dan tidak sempat untuk men charge terlebih dulu."


"Kalau semuanya sudah selesai bisakah kamu pergi karena Ibu ingin melanjutkan tidur! Kepala Ibu sekarang sangat pusing karenamu."


"Maafkan aku yang sudah mengganggu Ibu." 


Aku segera pergi dari sana dan segera mengerjakan pekerjaan rumah dengan cepat, aku memasak sarapan pagi. Aku masih kepikiran dengan suamiku itu membuatku tidak fokus memasak, aku meringis kesakitan di saat tanganku tidak sengaja mengenai pisau. Aku menarik tangannya ke dalam mulut untuk menghentikan pendarahan, hatiku semakin tidak tenang dan memikirkan bagaimana kondisi suamiku. Aku mencoba untuk menghubungi kembali mas Angga, lagi dan lagi nomor teleponnya tidak aktif.

__ADS_1


"Ada apa dengan mas Angga? Perasaan ku enak."


Setelah bergelut dengan hati dan juga pikiranku, aku melanjutkan memasak dan setelah itu membuat kue brownies dan juga bolu pesanan orang. Aku tidak bisa mengecewakan mereka, mencoba untuk menghubungi mas Angga setelah mengantarkan pesanan.


Satu jam telah berlalu, tiba-tiba ada telepon masuk dan aku segera mengangkatnya. 


"Ini aku Tari, aku pakai ponsel teman." 


"Mas Angga, aku sangat khawatir padamu mas kenapa teleponmu tiba-tiba tidak bisa dihubungi?" 


"Aku mengalami kecelakaan di proyek, ponselku rusak jadi aku sekarang berada di rumah sakit."


"Apa?" 

__ADS_1


__ADS_2