Aku Mencintai Istrimu

Aku Mencintai Istrimu
Part 100


__ADS_3

Setelah kejadian memalukan yang terjadi di perusahaan Mahendra tempo lalu itu, baik Rian maupun Ricko tidak pernah membahasnya lagi, mereka menjalani kehidupan dan pekerjaan mereka layaknya tidak terjadi apapun di antara mereka karena seperti yang kita ketahui jika Rian memang tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadi asisten pribadi sekaligus sahabatnya itu dan dia yakin jika Ricko pasti bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik tanpa bantuan dirinya karena nyatanya selama ini pria itu yang selalu bisa di andalkan olehnya untuk menyelesaikan masalahnya.


Sedangkan hubungan antara Ricko dengan istrinya sendiri juga tidak ada kejelasan karena Shinta tidak pulang lagi kerumahnya dalam beberapa hari ini. Ricko sendiri sama sekali tidak ada keinginan untuk menjemput Shinta meskipun dia tahu dimana keberadaan wanita itu saat ini karena meskipun terlihat tidak peduli namun nyatanya dia tetap menyelidiki kemana istrinya itu pergi dan dimana wanita itu tinggal saat ini.


Tentu saja rumah Dewantara lah tujuan utama wanita itu, ya, Shinta sudah tidak berani pulang ke rumah suaminya setelah kejadian itu apalagi melihat kemarahan Ricko hari itu dia takut jika pria itu akan benar-benar menyakiti dirinya jika dia kembali kesana dan wanita itu juga sudah tidak berani menunjukkan wajahnya di hadapan Rian lagi karena rasa malu dan juga penyesalannya.


Shinta benar-benar sangat mengutuk tindakan bodoh yang dia lakukan tempo hari itu, bagaimana mungkin dia bisa berpikir pendek dan merendahkan harga dirinya sendiri di hadapan pria yang selama ini sangat di hormati karena kesetiaan pria itu terhadap sahabatnya Maira.


Awalnya baik Dewantara, Anna dan juga nyonya Dewi tidak peduli karena mereka mengerti jika mungkin Shinta dan suaminya sedang ada masalah dan ingin saling introspeksi diri sehingga mereka tidak saling komunikasi dan tinggal terpisah untuk sementara waktu namun melihat sudah satu minggu Shinta tidak menunjukkan niat atau gelagat akan kembali ke rumah suaminya dan Ricko juga tidak menjemputnya membuat mereka bertanya-tanya dan sedikit khawatir terutama nyonya Dewi yang memang sangat peduli kepada putrinya itu.


"Kenapa kamu masih di sini?". Tanya nyonya Dewi penuh selidik.


"Ya karena aku masih ingin di sini ma, lagipula ini rumah keluarga ku tentu saja aku ada di sini". Jawab Shinta datar jujur wanita itu akhir-akhir ini sering melamun dan entah apa yang sedang dia pikirkan.


"Jangan berlagak tidak tahu, jawab pertanyaan mama dengan benar". Seru nyonya Dewi semakin penasaran.


"Huft, Shinta tidak mau membahas ini ma". Shinta menghela napas dan hendak meninggalkan nyonya shinta namun langkahnya terhenti karena lengannya di tahan oleh seseorang orang yaitu Dewantara yang baru saja pulang dari kantor.


"Mas?". Protes Shinta berusaha menarik lengannya namun dia kalah kuat dengan Dewantara. Pria itu kemudian menuntun Shinta untuk kembali duduk di sofa ruang tengah itu.

__ADS_1


"Sudah satu minggu dan kami sudah berusaha memakluminya Shin, sekarang waktunya kamu pulang ke rumah suamimu jika memang kamu tidak ingin menceritakan tentang masalahmu kami bisa menghargainya". Ujar Dewantara tegas.


Dari atas Anna yang sedang menemani baby Kai akhirnya juga ikut turun ke bawah untuk melihat apa yang sedang terjadi di bawah.


"Aku tidak akan pulang lagi kesana mas". Jawab Shinta singkat, bahkan membayangkan pulang ke rumah itu saja sudah membuat dia sesak duluan.


"Kenapa?". Tanya Dewantara penuh selidik.


"Tadi kamu katakan akan menghargai jika aku tidak mau bercerita tentang masalah ku kan mas".


"Itu jika kamu bisa menyelesaikan masalahmu sendiri tapi sekarang kamu justru lari dari masalah itu jadi kami harus tahu apa alasannya siapa tahu kami bisa membantunya".


"Tidak perlu, pokonya aku tidak akan pulang kesana lagi". Jawab Shinta acuh kemudian dia melirik kearah Anna dan mendekati Anna. "An, katakan pada mas Dewa jangan memaksa ku kembali ke sana". Rengek Shinta, Anna sendiri bingung dengan situasi yang terjadi karena di satu sisi dia setuju dengan yang dikatakan oleh Dewantara namun di sisi lain dia tidak tega melihat sahabatnya yang seolah tak berdaya itu.


"Sudah, sudah tidak perlu bersitegang, sekarang ayo nak kamu siap-siap saja biar nanti malam Dewantara akan mengantarkan kamu ke rumah Ricko". Kilah nyonya Dewi menengahi suasana yang mulai memanas.


"Tapi ma, aku benar-benar tidak ingin kembali kesana dan bila perlu aku ingin bercerai saja dengan pria itu". Seru Shinta yang membuat semua orang yang berada di sana sangat terkejut.


"Shinta apa yang kamu katakan?". Sentak nyonya Dewi yang sejak tadi sudah cukup sabar menghadapi Shinta. Dia tidak bisa membayangkan jika benar perceraian itu terjadi maka anak perempuannya itu pasti akan menjadi buah bibir semua orang karena pernikahan yang Shinta dan Ricko jalani baru seumur jagung.

__ADS_1


Dewantara sendiri langsung menghampiri Shinta dan mencengkram lengan sangat adik dengan wajah yang sudah tidak bersahabat lagi. "Coba ulangi ucapanmu barusan". Titah Dewantara tegas sehingga membuat nyali Shinta menciut dan dia tidak berani lagi mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya lagi.


"Shinta, dengarkan aku jangan sampai aku ikut campur dalam masalah rumah tangga mu dan mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi karena jika aku sudah melakukannya dan kau lah yang melakukan kesalahan maka aku tidak akan tinggal diam". Ancam Dewantara kemudian melepaskan cengkeraman tangannya di lengan Shinta. "Sekarang kembali ke kamarmu dan bersiaplah karena malam ini juga kau harus kembali ke rumah suami mu". Titah Dewantara tegas.


"Mas Dewa tega sekali, kalian semua tega sekali padaku kalian memaksaku tinggal bersama pria yang memanfaatkan diriku untuk kesenangan dirinya saja tanpa mempedulikan perasaan ku". Isak tangis Shinta akhirnya pecah setelah beberapa hari ini di mencoba memendam segala kekecewaannya sendirian.


Dewantara yang sudah melangkah menuju kamarnya langsung berhenti dan berbalik menatap tajam kearah Shinta. "Apa maksud dari ucapanmu?". Tanya Dewantara.


"Mas, aku tidak mencintainya aku tidak menginginkan pernikahan ini sama halnya dengan dia yang menikahi ku hanya karena memenuhi perintah dari atasannya". Jawab Shinta sambil terisak.


"Maksud mu Ricko menikahi mu karena perintah Rian?". Tanya Dewantara mempertegas ucapan adiknya lagi dan Shinta hanya menganggukkan kepalanya sambil sesekali menyeka air matanya yang jatuh di pipinya.


"Siapa yang mengatakan hal itu padamu, apa Ricko sendiri?". Tanya Dewantara yang mulai marah kepada Ricko jika benar apa yang di katakan oleh adiknya itu namun Shinta hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya.


"Lalu?". Kali ini nyonya Dewi yang sangat penasaran dengan cerita sebenarnya.


"Tentu saja akh menyimpulkannya sendiri ma, kenapa lagi dia tiba-tiba menikahi ku jika buka karena mas Rian takut jika Maira terus mendesak ku menikah dengannya sehingga dia memerintahkan anak buahnya untuk menikahi ku dengan begitu rumah tangga akan tetap aman dengan mengorbankan masa depanku". Jelas Shinta panjang lebar dan langsung membuat semua orang tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Ya Tuhan, sejak kapan kamu punya pikiran sedangkan ini nak, mana mungkin suami mu melakukan hal sebodoh ini hanya untuk atasannya". Jawab nyonya Dewi geram.

__ADS_1


"Shinta, aku tahu jika kamu belum mencintai Ricko namun bukan berarti jika kamu tidak bisa mencoba membuka hatimu untuknya, apalagi Ricko menikah denganmu karena dia benar-benar mencintaimu". Timpal Dewantara kemudian, mendengarkan jawaban Dewantara itu Shinta langsung menatap pria itu dengan penuh tanda tanya dan rasa tak percaya seolah dia sedang menuntut penjelasan dari ucapan pria itu barusan.


...----------------...


__ADS_2