
Setelah di rawat selama beberapa hari di rumah sakit, kondisi Rian semakin membaik dan hal pertama yang sangat ingin dia lakukan sepulangnya dari rumah sakit adalah menemui Maira untuk meminta maaf dan mengatakan yang sejujurnya kepada wanita tersebut karena dia tidak ingin mendapatkan hari Maira atas dasar kebohongan.
Rian langsung menuju kediaman Dewantara karena dia tidak ingin membuat keributan lagi di tempat umum sehingga membuat Maira akan semakin marah dan malu melihat tingkahnya. Dengan penuh rasa percaya diri Rian melangkah menuju halaman rumah Dewantara namun rumah tersebut tampak sepi seperti tidak berpenghuni.
Rian menekan bel dan setelah beberapa saat sosok wanita yang sangat dia kenal muncul di balik pintu.
"An, dimana Maira?". Tanya Rian kepada Tini yang menyambut Rian dengan senyuman.
"Nona Maira tidak di rumah tuan". Jawab Tini.
"Tidak di rumah?, apa dia sedang keluar atau ikut bersama Dewantara ke kantor?". Rian mulai penasaran dengan keberadaan Maira.
"Tidak tuan, tuan Dewantara dan nona Maira tidak berada di rumah atau di kantor karena mereka sedang tidak berada di indonesia". Jelas Tini.
"Ma-maksudnya An?".
"Saya tidak tahu keberadaan pasti mereka tuan, tapi beberapa hari yang lalu tuan Dewantara dan nona Maira meninggalkan Indonesia dan saya tidak tahu mereka pergi kemana".
__ADS_1
"Kenapa kamu yakin mereka meninggalkan Indonesia?".
"Karena samar-samar saya sempat mendengarkan pembicaraan mereka tentang paspor beberapa hari yang lalu dan nona Maira juga berpamitan dengan saya hanya saja nona Maira tidak mau memberitahukan saya negara tujuannya".
"Oh my god, Anna, aku menyuruhmu menjaga Maira dan mencari informasi apapun yang berkaitan dengannya sehingga aku tahu semua tentang Maira, bagaimana bisa kamu mengatakan jika kamu tidak tahu apa-apa". Sentak Rian kepada Tini.
"Maafkan saya tuan, seperti yang kita ketahui jika tuan Dewantara itu sangatlah licik. Tuan Dewantara membawa nona Maira saat saya tidak berada di rumah". Jawab Anna datar.
"Justru karena aku tahu jika dia pria licik makanya aku menyuruh mu memantaunya setiap saat Anna, kamu benar-benar tidak berguna". Sentak Rian geram sehingga membuat hati Tini sangat sedih, ingin sekali dia menangis namun dia tetap harus menunjukkan kepada Rian jika dia bukanlah wanita lemah.
Selama ada Anna di dalam rumah Dewantara, Rian merasa jika Maira akan selalu aman karena memang Anna di tugaskan untuk itu namun Rian tidak tahu kebenarannya jika Anna ternyata tidak mengatakan semua yang dia ketahui di dalam rumah tersebut bahkan ada pula yang dia lebih-lebihkan.
Seperti halnya dengan saat ini, mustahil Anna tidak tahu kemana Dewantara membawa Maira namun wanita yang diam-diam mengharapkan cinta dari Rian Mahendra itu sengaja menutupi dan menyamarkan keberadaan Maira dengan harapan jika Maira dan Rian akan semakin menjauh dan akan saling melupakan.
Kesalahpahaman yang terjadi antara Maira dan Rian saat kejadian di perusahaan Dewantara juga terjadi karena andil dari wanita itu dimana dia yang mengetahui jika Rian akan datang ke perusahaan Dewantara mengajak Maira mencoba resep masakan baru dan menyarankan kepada Maira untuk mengantarkannya kepada Dewantara sehingga Maira mendengarkan perdebatan antara Dewantara dan Rian.
Mengenai foto-foto kebersamaan Maira dan Rian saat berada di Korea, wanita itu juga yang menyarankan kepada Rian untuk mengirimkannya kepada Dewantara dengan alasan agar Dewantara marah dan menceraikan Maira sehingga Rian segera bisa memiliki wanita itu seutuhnya, padahal dia menggunakan hal tersebut untuk memancing emosi Rian dan Dewantara.
__ADS_1
Tapi Anna tidak mengetahui semua hal, mengenai apa yang sebenarnya terjadi saat Maira dan Rian berada di Korea, wanita itu sama sekali tidak mengetahui yang sebenarnya, sehingga begitu mengetahui jika Rian dan Maira pernah tidur bersama, tanpa sepengetahuan siapapun Anna langsung memberikan minuman yang dapat merangsang wanita untuk segera datang bulan, Anna rupanya sangat ketakutan jika Maira benar-benar mengandung anak Rian Mahendra.
Terdengar kejam memang namun bagi Anna hal tersebut adalah bentuk dari perjuangannya untuk mendapatkan Rian yang sejak lama sudah mengisi seluruh isi hatinya bahkan sejak Rian masih berhubungan dengan Ayuna, saat itu Anna belum memiliki keberanian untuk merencanakan hal-hal licik karena dia masih polos dan dia karyawan baru Rian sehingga belum tahu dimana titik kelemahan Rian Mahendra namun ketika Rian mulai jatuh cinta kepada Maira wanita itu mulai memikirkan hal-hal yang dapat memisahkan Rian dan Maira karena dia tahu jika sedang jatuh cinta Rian Mahendra akan hilang akal sehatnya dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan wanitanya.
Beruntung Dewantara sendiri yang membongkar kebusukan Ayuna sehingga mereka berpisah dan kesempatan Anna untuk mendekati Rian terbuka lebar pikirnya, namun yang terjadi malah sebaliknya, Rian justru semakin menutup diri dari seorang wanita sampai akhirnya dia mengenal dan jatuh cinta dengan sosok Maira, wanita cantik yang juga sangat baik dan tulus.
Namun demikian Anna sama sekali tidak berniat jahat kepada Maira karena wanita itu memang sangat baik kepada Anna dan tulus menyayangi meskipun yang Maira tahu jika Anna adalah seorang pelayan, beda dengan Ayuna dulu yang sangat angkuh dan juga sombong. Tapi dia tetap tidak bisa terima jika Maira dan Rian bersama karena sudah bertahun-tahun dia menunggu balasan cinta dari majikannya itu.
Annabelle memang sangatlah licik karena baik Rian maupun Ricko sekalipun tidaklah tahu akan apa yang ada dalam hatinya. Anna juga beberapa kali berusaha untuk membuka mata Dewantara agar pria itu membuka hatinya kepada Maira karena Maira adalah istri yang baik.
Rian meninggalkan Anna begitu saja tanpa mempedulikan jika perkataannya menyakiti Anna atau tidak karena memang saat ini prioritasnya adalah menemukan Maira. Rian langsung menghubungi semua orang suruhannya untuk melacak dimana keberadaan Maira karena dia takut jika Dewantara akan mencelakai wanita itu.
Rian juga memerintahkan orang-orang yang ahli di bidangnya untuk melacak keberadaan ponsel Maira karena Rian memang sudah memasang alat pelacak di ponsel tersebut. Bisa di bayangkan bagaimana khawatirnya Rian akan keselamatan Maira saat ini.
"Maafkan saya tuan, karena kali ini saya tidak akan membiarkan wanita manapun memiliki anda lagi selain saya dan saya juga yakin jika nona Maira akan baik-baik saja bersama tuan Dewantara". Batin Anna yang iba melihat Rian yang sangat cemas namun obsesinya akan cinta Rian menutupi mata hatinya.
...----------------...
__ADS_1