Aku Mencintai Istrimu

Aku Mencintai Istrimu
Part 15


__ADS_3

Maira sebenarnya ingin mengatakan kepada Dewa jika dia sudah mendapatkan pekerjaan dan memberi tahu dimana dia bekerja namun sayangnya dia tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk itu karena pria yang menjadi suaminya itu tidak pulang ke rumah sudah beberapa hari ini sehingga dia mengurungkan niatnya itu sampai dia mempunyai waktu yang tepat.


Jikapun Maira tidak memberi tahu kan Dewa sebenarnya tidak akan menjadi masalah apapun juga karena Dewa memang tidak pernah melarang Maira melakukan apapun meskipun Maira tetap saja menghargainya sebagai suami dan meminta izin terlebih dahulu.


Hari ini Maira sangat bersemangat untuk pergi bekerja di hari pertamanya apalagi yang Maira tahu jika pemilik perusahaan adalah seorang pria yang sangat baik yaitu Ricko. Dia sama sekali tidak tahu jika sebenarnya pemilik perusahaan itu adalah Rian Mahendra yang sangat dingin dan arogan.


Maira yang saat itu baru tiba di perusahaan dengan mobil mewahnya tidak menyadari jika ada sepasang mata yang tanpa sengaja melihat kearahnya, siapa lagi dia jika buka Rian Mahendra yang juga masih berada di dalam mobilnya itu. Pria itu merasa jika wajah Maira tidaklah asing baginya namun dia juga tidak bisa mengingat dimana dia pernah melihat gadis itu.


"Aku sepertinya sudah pernah melihat dia sebelumnya tapi dimana?". Tanya Rian pada dirinya sendiri.


"Anda kenapa tuan?". Tanya Ricko melihat sang majikan yang sudah melamun di pagi hari.


"Tidak ada apa-apa". Jawab Rian kemudian langsung keluar dari mobil tanpa menunggu asisten pribadinya itu.


Rian kemudian segera menyusul Rian dan berkata "Untuk sekretaris anda yang baru, hari ini dia sudah langsung bekerja". Ujar Ricko dan hal tersebut membuat Rian menghentikan langkahnya.


"Secepatnya itu, bukankah kita baru saja membuka lowongan pekerjaan untuk itu?". Tanya Rian tak percaya.


"Bukankah lebih cepat maka akan lebih baik tuan". Jawab Ricko dan Rian langsung meneruskan langkahnya karena dia tahu jika asistennya itu memang sangat bisa di andalkan dalam hal pekerjaan.


"Anda pasti akan menyukai sekretaris baru anda tuan". Batin Ricko sambil tersenyum simpul.


"Apa dia seorang pria?". Tanya Rian lagi saat mereka berada di dalam lift.


"Wanita tuan". Jwab Ricko singkat.


"Apa tidak ada satupun pria yang melamar sebagai sekretaris?".

__ADS_1


"Ada tuan, hanya saja saya tidak memilihnya".


"Kamu sudah pastikan dia sudah menikah bukan?".


" Tentu saja tuan, saya sudah memiliki bukti yang kongkrit". Jawab Ricko penuh keyakinan.


Jika asistennya itu sudah menjawab demikian maka Rian tidak akan menanyakan apapun lagi karena dia tahu jika Ricko sangat tahu apa yang di butuhkan dan dia inginkan sehingga dia bisa tenang dalam menjalani aktivitas apapun selama Ricko berada bersamanya.


Saat ingin memasuki ruangannya Rian meminta kepada Ricko untuk memanggilkan sekretaris yang akan bekerja kepadanya karena dia dan Ricko harus menjelaskan cara kerja dan juga semua peraturan yang ada di perusahaannya.


Maira yang di minta Ricko ikut dengannya segera bergegas mengikuti langkah pri tampan yang di anggap pemilik perusahaan oleh Maira itu.


"Silahkan masuk nona Maira, tuan sudah menunggu anda di dalam, saya akan mengambil CV anda yang tertinggal di ruang saya terlebih dulu". Ujar Ricko.


"Tuan?, jadi anda bukan pemilik perusahaan ini?". Tanya Maira yang tak menyangka apalagi melihat pegawai di perusahaan itu yang sangat sopan dan menghormati Ricko.


"Bukan nona, tuan ada di dalam". Ujarnya lagi kemudian langsung pergi meninggalkan Maira.


"Permisi tuan, saya Maira sekretaris baru anda". Ujar Maira sopan dan Rian langsung menatap Maira dengan tatapan tidak percaya. Maira sendiri juga merasa sudah pernah bertemu dengan Rian sebelumnya namun dia juga lupa dimana mereka pernah bertemu.


Pria tanpa yang tidak pernah ada senyum di wajahnya itu melihat Maira dari atas ke bawah tanpa menyuruh Maira duduk terlebih dulu sehingga membuat Maira sedikit canggung.


"Apa kamu benar-benar sudah menikah?". Tanya Rian kemudian.


"Benar tuan". Jawab Maira penuh keyakinan dia bisa mengerti jika sulit untuk percaya jika dia sudah m nikah karena memang usianya yang masih sangat muda.


Ricko yang baru tiba lagi di ruangan mencium aroma ketegangan yang begitu kental di ruangan tersebut sehingga pria itu kembali tersenyum simpul.

__ADS_1


"Nona Maira silahkan duduk". Titah Ricko dan Maira langsung duduk karena dia sudah lelah berdiri sejak tadi.


Rian menatap tajam kearah Ricko karena merasa jika sekretaris yang Ricko dapatkan tidaklah sesuai dengan apa yang dia inginkan, ya, Rian memang sangat tidak mau mempunyai sekretaris seorang wanita apalagi wanita muda dan cantik karena pria itu sangat membatasi diri dengan para wanita.


Dan apa yang di lakukan Ricko pria itu justru mempekerjakan Maira yang masih sangat muda dan harus di akui oleh Rian jika wanita itu memang sangatlah cantik sehingga Rian merasa kesal kepada Ricko. Ricko yang sangat hapal dengan tatapan tersebut langsung tersenyum dan mendekati Rian.


"Meskipun nona Maira masih sangat muda, dia benar-benar sudah menikah tuan". Ujar Ricko penuh penekanan kemudian menyodorkan berkas milik Maira di hadapan tuannya.


Rian melihat dengan seksama isi berkas tersebut kemudian kembali melihat kearah Maira dengan tatapan tidak percaya. "Kamu kembalilah ke ruangan mu terlebih dahulu nanti Ricko akan menjelaskan bagaimana cara kerjanya". Titah Rian dan Maira langsung menurutinya.


"Dewantara?". Tanya Rian tak percaya.


"Iya tuan dan saya sudah menyelidikinya, Maira tidak berbohong dia benar-benar istri Dewantara". Jawab Ricko.


"Sulit di percaya, sejak kapan dia menikah kenapa aku tidak tahu". Gumam Rian namun dia tidak meragukannya lagi jika Ricko sudah menjamin kebenarannya.


"Lalu untuk apa kamu justru mempekerjakan dia di sini?". Tanya Rian lagi.


"Tentu saja untuk menjadi sekretaris anda tuan". Jawab Ricko datar.


"Ko, aku sedang tidak bercanda". Sentak Rian.


"Aku juga serius tuan, bukankah anda ingin bermain-main dengan Dewantara kenapa tidak memulainya dari istrinya terlebih dulu". Jawab Rian serius.


"Bagaimana jika justru dia yang ingin bermain-main dengan kita?".


"Tentu kita tidak akan sebodoh itu tuan". Ujar Ricko dengan senyum yang sulit untuk di artikan.

__ADS_1


Jika Ricko sudah menjawab seperti itu maka Rian tidak akan menanyakan apapun lagi karena dia tahu jika Ricko selalu punya cara untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Namun baik Ricko maupun Rian masih berharap jika Maira bukanlah istri Dewantara karena entah mengapa mereka merasa kasihan melihat gadis cantik yang polos itu.


...----------------...


__ADS_2