
Sementara di mansion nya, Rian tampak gelisah pasalnya Maira sejak tadi sore hingga tengah malam ini masih belum bisa di hubungi,. Rupanya Dewa telah menyita ponsel Maira dan membuang ponsel tersebut agar Rian dan Maira tidak dapat berhubungan lagi.
Rian bahkan mengirimkan orang untuk memantau keadaan rumah Maira malam itu untuk melihat ada hal janggal apa yang terjadi di sana namun sayangnya tidak terjadi hal janggal apapun di rumah tersebut karena Dewa sudah tahu jika Rian akan mengirim orang-orang suruhannya untuk memantau keadaan rumahnya sehingga dia tidak membuat keributan apapun di sana.
"Akan ku manfaatkan kelemahan kalian satu sama lain untuk memisahkan kalian berdua, sampai kapanpun aku tidak akan rela melihat kau bahagia bersama istriku Rian, lagipula aku yakin jika kau melakukan semua ini hanya untuk membalaskan sakit hatimu karena aku dan Ayuna telah mengkhianati mu dulu". Gumam Dewa pada dirinya sendiri.
Namun setelah kejadian dimana Dewa marah besar kepada Maira, pria itu berubah drastis dalam memperlakukan sang istri. Dewa selalu memperlakukan Maira dengan sangat lembut dan layaknya seorang istri yang amat dia cintai bahkan dia selalu meminta maaf kepada Maira karena perlakuan kasarnya terhadap Maira tempo hari. Entah itu tulus dari hatinya atau hanya sandiwara belaka agar Maira bertahan dengannya namun yang pasti Dewa sangat takut kehilangan Maira dari hidupnya.
"Maafkan aku Maira, tidak seharusnya aku memperlakukan kamu dengan kasar waktu itu". Ujar Dewa lembut sambil menggenggam erat tangan Maira.
"Aku bisa mengerti mas, kita tidak perlu mengingatnya lagi". Jawab Maira.
"Maira, aku tahu jika yang kamu lakukan dengan Rian memang salah namun aku juga bukanlah suami yang baik untukmu sebelumnya, maka dari itu mari kita mulai kehidupan rumah tangga kita dengan melupakan semua yang tersakiti di masa lalu. Aku juga ingin jujur kepadamu jika selama menikah denganmu pernah berbuat salah dengan menjalin hubungan terlarang dengan wanita lain tapi itu dulu Maira, saat kamu belum ada di hatiku tapi sekarang di hati ini cuma ada nama kamu. Dan aku tidak akan memaksa kamu untuk menerimaku karena aku akan sabar menunggu sampai hati kamu yakin jika tidak ada cinta yang melebihi cintaku padamu di dunia ini". Jelas Dewa panjang lebar, dia bertekad untuk jujur kepada istrinya karena untuk memulai kehidupan baru dia tidak ada lagi kebohongan di antara dia dan Maira.
__ADS_1
Maira terdiam mendengar kejujuran suaminya, awalnya dia berpikir jika Dewa tidak akan pernah jujur padanya perihal hubungan terlarang yang dilakukannya di belakang Maira selama ini namun ternyata Maira salah. Tapi hati Maira tidak bisa berbohong jika sampai saat ini dia masih memikirkan Rian namun dia juga tidak akan menaruh atau memberikan harapan apapun lagi kepada Rian karena dia akan mengubur semua kenangan dan rasa cintanya bersama pria itu.
Keputusannya untuk mempertahankan pernikahannya adalah keputusan yang sangat tepat menurutnya apalagi dia takut jika Dewa sampai murka lagi dan benar-benar akan menghabisi Rian.
Hubungan Maira fan suaminya sekarang sangatlah baik, tidak ada lagi kecanggungan di antara mereka kecuali hanya urusan ranjang karena setiap kali Dewa ingin menyentuh istrinya Maira seolah menolaknya meskipun dia tidak mengucapkan secara langsung namun Dewantara cukup mengerti bahasa tubuh Maira yang risih jika dia mendekati Maira apalagi sampai menyentuhnya.
Namun karena Dewantara sudah bertekad untuk menunggu Maira siap menerimanya secara utuh sebagai suami maka dia selalu mengerti dan tidak memaksa Maira sehingga Maira sendiri juga merasa nyaman dengan kehadiran Dewantara di sisiNya saat ini.
Maira sendiri sudah tidak bekerja di perusahaan Rian lagi tentunya karena itu hanya akan menimbulkan masalah yang tiada akhirnya. Sehingga aktivitas Maira saat ini lebih banyak di habiskan di rumah dan mengurus segala kebutuhan suaminya namun Maira tidak merasa bosan karena hampir setiap malam Dewa mengajaknya makan di luar bahkan nonton bioskop bersama.
Dewa sangat menghargai keputusan Maira karena apapun yang di inginkan oleh Maira sekarang akan selalu di penuhi oleh Dewa tanpa ada bantahan sedikitpun. Maira yang dari hari ke hari melihat sifat asli Dewantara merasa semakin bersalah karena pernah mengkhianati suaminya itu dengan Rian karena ternyata Dewa memiliki sikap yang sangat baik fan lembut kepadanya.
Maira juga rajin belajar memasak sekarang karena Dewa mengatakan jika dia hanya ingin makan masakan istrinya itu, bahkan Maira juga sering mengantarkan makanan ke kantor suaminya untuk makan siang bersama. Mereka nyaris selalu makan tiga kali sehari berdua layaknya pengantin baru yang tidak terpisahkan.
__ADS_1
Satu bulan sudah Maira menikmati kehidupan barunya sebagai istri Dewantara dan ternyata Maira sangat menikmatinya kecuali urusan ranjang karena setiap Dewantara ingin menyentuhnya, Maira selalu membayangkan jika suaminya itu adalah Rian Mahendra, sungguh Rian memiliki pesona yang luar biasa bagi Maira.
"Mas, maaf aku belum siap, aku masih saja selalu melihat dia". Ujar Maira lirih, bukannya marah Dewantara justru langsung memeluk Maira untuk menenangkannya sehingga Maira merasa selain bersalah saja.
"It's okay, aku mengerti". Jawab Dewantara lembut. Entah dari apa terbuat hati pria itu tapi itulah yang terjadi saat ini.
Jika ada yang penasaran tentang bagaimana keadaan Rian Mahendra maka jawabannya pria itu tengah uring-uringan karena tidak bisa menemui atau menghubungi Maira bahkan dia juga tidak tahu apa saja yang sedang Maira kerjakan saat ini dan itu cukup menyiksanya sehingga dia berniat mengunjungi perusahaan Dewantara untuk mengatakan kepada pria itu jika dimanapun dia menyembunyikan Maira, wanita itu tetap selalu mengingatnya karena Maira telah jatuh cinta kepadanya.
Rian berharap dengan memanas-manasi Dewantara pria itu akan murka dan menceraikan Maira, bila perlu dia akan mengarang cerita bagaimana dia dan Maira menghabiskan malam yang penuh gairah bersama. Sungguh tidak masuk akal memang pikiran seorang Rian Mahendra namun begitulah yang dia rasakan saat ini karena kehilangan sosok Maira dari hidupnya.
Ricky sendiri sampai tidak habis pikir dengan kelakuan majikannya itu. Dia selalu berusaha menyadarkan Rian jika tindakannya itu sangatlah konyol dan akan menimbulkan masalah besar di kemudian hari karena Maira adalah istri sah Dewantara namun Rian tidak mempedulikannya.
Bukan Ricko saja yang berusaha menyadarkan Rian untuk tidak bertindak konyol, Nino sahabat baik Rian juga melakukan hal yang sama bahkan Nino selalu mengutuk perasaan yang di miliki Rian kepada Maira karena mengingat pengalamannya sendiri ketika istrinya di sukai oleh pria lain namun Rian tetaplah Rian dengan segala keegoisannya.
__ADS_1
Rian tidak peduli dengan bagaimana pandangan orang atau apa anggapan mereka terhadapnya karena dia sudah bertekad untuk menghancurkan hubungan Maira dengan Dewantara karena dia tidak terima jika Dewantara memenangkan hati Maira begitu saja karena baginya hal itu tidaklah egois karena dulu Dewantara juga pernah menghancurkan hubungannya dengan Ayuna.
...----------------...