
"Ayo kita pergi dari sini sayang, kamu pasti lapar mari kita makan dulu". Ajak Dewa kepada Maira dengan suara yang sangat lembut.
Maira sampai tidak bisa berkata-kata saat Dewa memanggilnya dengan sebutan sayang karena selama pernikahan mereka baru kali inilah Maira mendengarkan sebutan seperti itu dari suaminya. Hal itu pula yang membuat Maira semakin yakin jika wanita cantik bernama Ayuna inilah yang membuat Dewa bahkan tidak tertarik untuk melirik kearahnya selama ini.
"Dewa, aku bahkan belum berkenalan dengan istrimu". Seru Ayuna geram.
"Aku rasa itu tidak perlu, ayo sayang". Jawab Dewa dingin kemudian langsung menggandeng tangan Maira untuk segera meninggalkan tempat tersebut.
Maira yang masih mencoba mencerna situasi yang terjadi hanya bisa pasrah untuk mengikuti kemana Dewa membawanya karena untuk bertanya atau mencari tahu siapa Ayuna sebenarnya dia juga tidak punya hak apa-apa.
"Makanlah aku akan pergi ke toilet sebentar". Ujar Dewa kepada Maira kali ini nada bicara Dewa sudah berubah seperti biasanya tanpa dia buat-buat lagi karena mereka hanya tinggal berdua di sana.
Maira tidak menjawab melainkan hanya menganggukkan kepalanya yang bahkan mungkin tidak di lihat oleh Dewa karena pria itu langsung melesat pergi menuju toilet namun ada yang menarik dari pandangannya yaitu Ayuna ternyata mengikuti Dewa kearah yang sama namun Maira tidak mau ambil pusing tentang kedua orang tersebut karena perutnya sudah kelaparan sejak tadi.
"Ayo kita makan makanan enak ini sepuasnya, bersandiwara juga membutuhkan banyak tenaga bukan". Gumamnya pada dirinya sendiri.
Maira memakan makanan yang tersedia di atas mejanya dengan lahap bahkan terkesan rakus untuk sekelas wanita cantik dan elegant di tempat mewah dimana orang-orang teroandang berkumpul di sana, namun Maira tidak mau ambil pusing dia berada dimana saat ini dan bersama siapa karena baginya menyia-nyiakan makanan enak di hadapannya sangatlah di sayangkan.
Maira sengaja duduk sendirian dan menghindari kerumunan karena dia tidak mau jadi pusat perhatian yang akan menghalangi misinya makan sebanyak mungkin namun sayangnya tetap saja ada sepasang mata yang sedang memperhatikan tingkah konyolnya itu, sepasang mata itu menatapnya dengan tatapan jijik namun anehnya matanya terus saja tertuju kepada Maira.
"Sungguh menjijikkan sekali wanita itu, apa dia belum makan selama satu bulan?". Ujar pemilik sepasang mata yang terus memandang Maira yang ternyata adalah seorang pria tampan.
Sudah setengah jam Maira berkutat dengan makanannya namun suaminya belum juga kembali menghampiri dirinya, entah kemana perginya Dewantara sehingga membuat Maira yang sudah kekenyangan dengan makanan jadi penasaran dan ingin mencari keberadaan suaminya itu namun di tengah perjalanan Maira malah melihat kerumunan anak-anak yang sedang mengantri es krim yang memang di sediakan khusus untuk mereka.
__ADS_1
Maira yang sangat menyukai es krim juga berinisiatif untuk memakannya dia tidak peduli jika di antara kerumunan itu tidak ada satupun orang dewasa, selain dia menginginkan es krim, melihat para anak kecil yang berebut es krim juga menjadi salah satu yang menarik perhatiannya di sana karena melihat anak-anak tersebut mengingatkan dirinya bagaimana masa kecil yang di lewati bersama dengan anak panti lainnya, saling berebut makanan dan es krim.
Maira tersenyum melihat tingkah polah mereka sambil tersenyum hingga pelayan yang menyajikan es krim memanggilnya beberapa kali dia tidak juga mendengarkannya karena asik dengan imajinasinya sendiri.
"Nona". Seru pelayan dengan suara agak keras.
"Ah, ya, aku juga mau es krim apakah orang dewasa boleh memakannya?". Tanya Maira.
"Tentu saja nona, anda mau rasa apa?".
"Vanilla saja". Jawab Maira antusias.
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan membuat Maira kegirangan dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk dapat menikmati es krimnya dengan aman tanpa ada yang mengganggunya sehingga dia memilih untuk keluar menuju taman namun karena takut es krimnya meleleh Maira berlarian kecil untuk segera mencapai tujuannya.
Namun karena kecerobohannya Maira sampai tidak memperhatikan jalan dan apa saja yang ada di depannya hingga tubuhnya menabrak sesuatu.
"Aws". Ringis Maira dan sesuatu yang di tabrak Maira yang ternyata adalah seorang pria tampan.
Maira melihat es krimnya terjatuh tepat di sepatu orang di tabrak sehingga membuatnya sedikit ketakutan dan dengan susah payah mengangkat pandangannya untuk melihat kearah di pemilik sepatu yang terlihat sangat mahal itu.
Pria di hadapannya itu menundukkan melihat kondisi sepatunya yang kotor akibat ulah Maira dengan rahang yang mengeras menandakan jika dia sangat tidak Terima dengan apa yang terjadi pada sepatunya. Melihat hal itu nyali Maira menciut karena susah pasti pria itu akan memarahi habis-habisan sehingga sebelum dia di marahi Maira langsung berinisiatif meminta maaf.
"Tu-tuan, maafkan saya, say tidak sengaja". Ujar Maira selembut mungkin, pria tampan itu kemudian menatap Maira dengan tatapan tajam sehingga Maira langsung berlutut di hadapan pria itu dan membersihkan sepatu pria itu tanpa dia suruh bahkan Maira membersihkannya dengan menggunakan dress yang di kenakan.
__ADS_1
Hal tersebut spontan saja membuat pria tampan yang ternyata adalah pria yang memperhatikan Maira makan sejak tadi di dalam restoran itu sangat terkejut dan langsung menghindar.
"Apa yang kau lakukan?". Sentak pria itu.
"Saya hanya ingin membersihkan sepatu anda tuan". Jawab Maira.
"Kau memang harus membersihkan sepatuku tapi tidak menggunakan bajumu juga kau lihat sekarang bukan hanya sepatuku saja yang kotor, bajumu juga".
"Oh ya ampun, anda benar tuan, aku ceroboh sekali". Ujar Maira sambil bangun dan menggosok-gosokan bajunya yang sudah kotor akibat es krim. "Tu-tunggu sebentar tuan aku akan segera kembali". Maira teringat akan sesuatu dan langsung melesat pergi.
Pria itu melihat gerak-gerik Maira yang mencurigakan karena langsung berlarian meninggalkannya, dia sempat berpikir Maira akan pergi begitu saja tanpa mau membersihkan sepatunya lagi sehingga dia ingin menghubungi asisten pribadibya untuk membawakannya sepatu yang baru namun baru saja dia mengambil ponsel yang berada di saku celananya Maira sudah kembali lagi dan berdiri di hadapannya.
"Tuan, aku sudah mengambilkan tissue". Maira langsung berlutut lagi di hadapan pria itu dan membersihkan sepatunya dengan sangat hati-hati tanpa di suruh.
Pria itu menatap Maira dengan tatapan aneh karena sekelas gadis seperti Maira dengan setelan dress mewah bermerk dan berada di kalangan para pembisnis sukses mau melakukan hal seperti itu, biasanya gadis dari kalangan mereka sangatlah angkuh dan sombong bahkan untuk mengakui kesalahannya saja mereka tidak mau. Pria itu bahkan sibuk memikirkan sebenarnya siapa gadis itu atau putri siapa dia sebenarnya.
"Sudah selesai tuan, sekali lagi saya minta maaf". Ujar Maira sambil menundukkan kepala.
Baru saja pria itu mau menjawab permintaan maaf dari Maira, tiba-tiba seseorang datang dan langsung menyapanya. "Tuan Rian Mahendra, kau disini rupanya aku sudah dari tadi mencarimu". Ujar pria yang di ketahui sebagai salah satu koleksi bisnis Rian Mahendra.
"Oh ya Tuhan pantas saja kah menghilang rupanya kau sedang bersama seorang wanita cantik, wow, sungguh ini pemandangan yang sangat langka, ayo kenalkan wanita cantik ini padaku". Ujar pria itu lagi ketika dia melihat Maira berada di samping Rian.
"Jaga bicaramu, ayo kita masuk ada hal penting yang harus kita bahas". Ajak Rian, dia berusaha mengalihkan pembicaraan tentang Maira karena dia tahu jika pria bernama Nino itu membahasnya akan semakin panjang urusannya. Kemudian Rian dan Nino kemudian meninggalkan Maira begitu saja.
__ADS_1
"Rian Mahendra". Gumam Maira kemudian dia segera menuju toilet untuk membersihkan bajunya yang kotor akibat terkena es krim.
Bersambung....