Aku Mencintai Istrimu

Aku Mencintai Istrimu
Part 94


__ADS_3

Tiga hari setelah pernikahan Shinta dan Ricko, pasangan suami istri itu memutuskan untuk kembali ke jakarta karena Ricko tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama belum lagi nyonya Dewi dan juga tuan Anwar selalu memaksa mereka untuk segera kembali ke jakarta karena mereka ingin menyiapkan pesta pernikahan untuk Shinta dan Ricko di jakarta.


Sebenarnya Shinta sangat tidak setuju dengan usulan orang tua angkatnya itu karena pernikahannya itu hanyalah sebuah lelucon yang sedang di mainkan oleh keluarga Mahendra namun untuk melawan perintah dari nyonya Dewi dan tuan Anwar, Shinta juga tidak kuasa sehingga dia berniat membujuk Ricko untuk menolak rencana pesta pernikahan yang sangat tidak berguna itu.


Awalnya Shinta pikir jika dia akan mengalami kesulitan untuk membujuk suaminya itu namun nyatanya hanya dengan satu kalimat saja Ricko langsung menyetujuinya bahkan hal itu sempat membuat Shinta kebingungan namun dia tidak mau memikirkan hal yang tidak penting itu karena yang terpenting saat ini adalah perencanaan pesta itu harus di batalkan.


"Emmh, Mas aku tidak bisa melakukan apapun jika mama Dewi sudah menginginkan sesuatu namun kamu bisa jadi aku mohon tolong bicaralah dengan mama Dewi dan papa Anwar agar pesta pernikahan kita di jakarta di batalkan saja hal itu hanya akan menghabiskan-". Bahkan belum habis kalimat yang di ucapkan oleh Shinta, Ricko sudah memotongnya.


"Baiklah aku setuju, aku akan mencoba bicara dengan mereka ketika kita sudah sampai di jakarta". Jawab Ricko datar sama seperti biasanya pria itu memang selalu bicara tanpa ekspresi dengan Shinta.


"Terimakasih". Jawab Shinta girang meskipun dia merasa ada yang aneh dengan suaminya itu.


Jangan tanya drama apa saja yang terjadi saat Shinta dan Ricko berpamitan kepada kedua orang tua Shinta, pasangan suami istri itu harus mendengarkan celotehan pasangan suami istri paruh baya itu kepada putri mereka terutama tentang kewajiban seorang istri kepada suaminya, semua hal ibu jelaskan secara detail tanpa tertinggal satu hal pun termasuk tentang urusan ranjang di jelaskan oleh ibu tanpa rasa malu sedikitpun bahkan membuat Shinta merasa sangat geram mendengarnya.


"Sudahlah bu, tidak perlu menjelaskan semua hal percayalah jika aku akan lebih ahli dari ibu dalam hal apapun". Jawab Shinta ketus, mendengar hal itu membuat Ricko menatap istrinya dengan tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


Setelah melewati drama perpisahan dengan kedua orang tuanya yang sedikit berlebihan itu dalam segala hal, Shinta dan Ricko akhirnya bisa pergi juga dari rumah kedua orang tua Shinta dengan sesegera mungkin dan keadaan di dalam mobil sangatlah tenang karena baik Ricko maupun Shinta sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulut mereka kecuali hal penting saja seperti perihal makan atau mereka ingin ke kamar mandi.


Namun anehnya Ricko merasa ada yang aneh pada Shinta karena tidak seperti wanita yang sedang datang bulan pada umumnya, wanita itu sangat jarang mengeluh ingin ke kamar mandi padahal biasanya wanita yang sedang datang bulan akan sering ke kamar mandi karena mereka akan merasa risih dengan pembalutnya jika terlalu lama tidak di ganti namun pria itu tidak ingin bertanya atau memikirkan hal tidak penting itu.


"Dasar wanita aneh, dia bahkan tidak becus menjaga kebersihannya sendiri, Oh Tuhan wanita seperti apa yang sudah aku nikahi ini". Gumam Ricko dalam hati karena dia tidak ingin berdebat dengan Shinta.


Sesampainya mereka di jakarta, pasangan suami istri itu tidak langsung kembali ke apartemen milik Ricko melainkan mereka harus bermalam beberapa hari di rumah Dewantara atas paksaan nyonya Dewi, baik Ricko maupun Shinta tidak menolaknya karena mereka juga ingin membicarakan perihal pesta pernikahan mereka yang ingin mereka batalkan.


Tentu saja penyambutan mereka di rumah Dewantara sama berlebihannya dengan pelepasan kepergian mereka dari rumah kedua orang tua Shinta di kampung karena baik kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua angkatnya itu sama-sama tipe orang-orang yang suka mendramatisir keadaan yang sebenarnya biasa saja.


Shinta juga sadar betul jika pernikahan yang dia dan Ricko jalani juga bukanlah pernikahan normal pada umumnya, Shinta tidak ingin jika sampai kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua angkatnya itu mengetahui hal tersebut sehingga akan menambah beban hidup mereka, Shinta bertekad akan menjalani dan menghadapi semua masalah yang akan terjadi di dalam pernikahannya nanti sendirian.


Tentang rencana pesta pernikahannya di jakarta, nyonya Dewi dan tuan Anwar sudah menyetujui untuk membatalkannya karena Shinta meminta paket bulan madu keluar negeri saja kepada kedua orang tua angkatnya itu dengan alasan jika dia belum pernah berpergian keluar negeri sehingga dengan sedikit bujukan dari Shinta nyonya Dewi akhirnya menyetujuinya.


Shinta benar-benar menikmati hari-hari terakhirnya selama berada di rumah Dewantara yang sangat luas dan mewah itu terutama melakukan hobi berenangnya hampir setiap hari dia lakukan karena dia tahu betul jika dia sudah kembali ke apartemen milik Ricko dia tidak akan bisa melakukan hal itu lagi.

__ADS_1


Ricko sendiri sudah kembali ke bekerja karena sudah sekian lama dia meninggalkan perusahaan Mahendra, tentu saja Rian sudah sangat membutuhkannya. Namun pria itu tetap di beri kelonggaran untuk tidak lembur karena Rian sangat mengerti akan kondisi sahabatnya itu yang masih menikmati masa-masa pengantin baru.


Rian juga memberikan cuti yang di ajukan oleh Ricko untuk berbulan madu hadiah pernikahan yang di berikan oleh keluarga Dewantara namun pria itu tetap menyiapkan semua pekerjaan tepat waktu sebelum berangkat ke luar negeri. Rian sendiri juga tidak mau kalah dia juga sudah memberikan hadiah spesial sebagai hadiah pernikahan sahabat baiknya itu.


Hari ini Ricko pulang lebih awal dari kantor karena dia ingin mengajak Shinta kembali ke apartemennya untuk mengambil pakaian serta barang-barang yang dia butuhkan untuk berangkat keluar negeri karena mereka tidak ingin menunda keberangkatan mereka agar mereka sudah kembali ke indonesia sebelum pesta pernikahan Anna dan Dewantara.


Namun saat pertama kali kaki Ricko menginjak ruangan tengah rumah mewah itu dia melihat pemandangan yang sedikit aneh dimana istrinya sedang bermain-main ria dengan air di dalam kolam renang sehingga dia terdiam dan berpikir sejenak.


"Bukankah dia sedang datang bulan dan hari ini baru hari ke lima periodenya?". Tanya Ricko pada dirinya sendiri.


Ricko terdiam di tempat mengamati Shinta yang terlihat sangat seksi dengan bikininya itu membuat dia terus saja mencerna apa yang sedang terjadi dan mengingat-ingat kembali jika Shinta selama ini memang tidak menunjukkan ciri wanita yang sedang datang bulan. Ricko tersenyum tipis ketika menyadari jika dia sedang di permainkan oleh istrinya itu.


"Ternyata kamu sedang bermain-main denganku, baiklah Shinta aku akan mengikuti permainanmu dan kita lihat apa yang akan terjadi". Gumam Ricko sambil melangkah ke kamarnya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2