
Hari pernikahan sudah di tentukan, terhitung mulai dari sekarang pernikahan Rian dan Maira akan di laksanakan satu bulan lagi sehingga segala sesuatunya sudah mulai di persiapkan sejak dari sekarang karena tentu saja pernikahan Maira kali ini akan di meriahkan dengan sangat mewah dan megah oleh sang kekasih Rian Mahendra.
Tuan Dhika juga sudah pasti tidak mau jika pernikahan tersebut di adakan secara sederhana karena Maira dan Rian sama-sama merupakan anak kesayangannya, jika Maira adalah putri kandung satu-satunya maka Rian adalah putra yang selama ini mengisi kesepiannya sejak Maira dan sangat istri meninggalkan dirinya.
Sungguh tak memang berpihak pada tuan Dhika, dimana putri yang sudah sejak lama terpisah dengannya ternyata akan bersanding dengan putra yang selama ini beliau besarkan sendiri sehingga dengan sendirinya baik Rian maupun Maira tidak perlu khawatir karena mereka tidak akan pernah terpisahkan dengan satu sama lainnya lagi.
Maira sendiri juga merasa sangat bahagia namun dia lebih suka jika pernikahannya diadakan secara sederhana saja, mengingat jika pernikahan kali ini bukanlah pernikahan pertamanya sehingga dia merasa risih ketika banyak orang yang mengetahui pernikahannya tersebut dan akan menjadi buah bibir yang akan menjadi aib bagi keluarga Mahendra nantinya. Namun bukan Rian dan tuan Dhika namanya jika mereka tidak bisa mengintimidasi Maira dengan titah mereka yang tak terbantahkan sehingga Maira harus mengalah dan menurut saja dengan semua rencana dan persiapan yang sudah di siapkan untuk pernikahannya itu.
Di balik kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini, ada hal yang masih mengganjal di hati Rian tentang status Maira yang sesungguhnya karena walaupun bagaimanapun dia tidak ingin membangun rumah tangganya kelak dengan masih adanya rahasia di antara mereka.
Rian selalu saja ingin mengatakan yang sejujurnya kepada Maira dan selalu mencari momen yang tepat namun tuan Dhika selalu saja melarangnya karena menurut beliau tidak perlu merusak kebahagiaan yang sedang terjadi saat ini dengan kisah masa lalu yang belum tentu bisa di terima oleh Maira.
Tuan Dhika takut jika Maira tidak bisa menerimanya dan juga keberadaan Rian sebagai putra angkatnya apalagi jika dia mengetahui penyebab dia berada di panti asuhan dan penyebab meninggalnya mama kandung Maira, bisa saja wanita itu membatalkan pernikahan tersebut dan tidak mau lagi berhubungan dengannya dan juga Rian untuk selama-lamanya.
Namun berbeda dengan Rian, dia ingin semuanya jelas agar kebahagiaan mereka terjadi atas dasar kejujuran. Rian tahu betul jika tidak ada satu rahasia pun yang bisa di sembunyikan karena pada akhirnya tetap akan terbongkar cepat atau lambat dan dia tidak mau hal itu terjadi dan akan berdampak buruk terhadap pernikahan dengan Maira.
__ADS_1
"Rian tidak siap jika pernikahan ini terjadi di atas dasar rahasia sebesar ini pa, walau bagaimanapun Maira berhak tahu yang sebenarnya". Ujar Rian serius saat mereka sedang berdebat perihal rahasia tersebut di ruang kerja Rian.
"Rian, kita tidak tahu bagaimana reaksi Maira nantinya jika dia tahu yang sebenarnya nak, apa kamu siap kehilangan Maira lagi?, jujur saja papa sangat tidak siap dan papa ingin rahasia ini selamanya menjadi rahasia saja jika itu bisa membuat Maira tetap berada di sisi kita". Jawab tuan Dhika dengan wajah memelas.
Melihat reaksi papanya yang seperti sangat ketakutan Rian jadi penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu papanya itu karena jujur saja sampai saat ini Rian sama sekali tidak mengetahui cerita sebenarnya bagaimana bisa Maira tinggal di panti asuhan dan dia menggantikan posisi Maira sebagai anak dari keluarga Mahendra.
"Tapi pa, sampai kapan kita harus berpura-pura tidak tahu tentang identitas Maira yang sebenarnya, bayangkan jika Maira mengetahui semuanya setelah kami menikah, bagaimana kelak nasib pernikahan kami. Apa papa tidak ingin Maira memeluk papa sebagai papa kandungnya sendiri?". Seru Rian penuh penekanan.
"Papa kandung?". Tanya Maira yang tiba-tiba muncul di balik pintu karena dia penasaran dengan obrolan antara Rian dengan dengan tuan Dhika yang menimbulkan suara yang cukup keras terdengar hingga keluar.
Deg.....
Awalnya dia berniat langsung menuju kamarnya karena memang kondisi tubuhnya sedang kurang sehat dan ingin beristirahat namun karena keributan terjadi di ruang kerja Rian sehingga dia penasaran dan langsung memutar arah menuju ruang kerja Rian yang terbuka lebar itu.
Rian dan tuan Dhika sangat terkejut melihat Maira yang berdiri tepat di ambang pintu. Wajah mereka mendadak menjadi pucat karena meskipun Rian ingin Maira mengetahui segalanya namun bukan dengan cara mendadak seperti ini.
__ADS_1
"Rian jawab aku, apa maksudnya dengan papa kandung?, jangan katakan jika sebenarnya-". Tanya Maira lagi tentu saja matanya sudah di basahi oleh cairan bening yang siap jatuh kapan saja bahkan dia tidak bisa melanjutkan lagi ucapannya.
"Sayang, kemari lah aku akan menjelaskan semuanya". Bujuk Rian berusaha mencairkan suasana dia merangkul Maira agar wanita itu kuat dan memiliki pegangan saat mendengarkan kenyataan yang sebenarnya nanti.
"Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan, katakan apa ada hal yang harusnya aku ketahui tapi masih kalian rahasiakan?". Tanya Maira dengan sangat tegas.
"Maira, maafkan papa ini semua kesalahan papa di masa lalu sehingga semua menjadi rumit sekarang ini". Ujar tuan Dhika pelan namun sangat jelas terdengar di telinga Maira dan juga Rian.
"Ma-maksudnya?". Tanya Maira lagi tidak sabaran dengan jawab yang akan di katakan oleh tuan Dhika.
"Sebenarnya kamu adalah putri kandung papa nak". Jawab tuan Dhika jujur karena dia sudah tidak mungkin menutupi lagi semua kebenarannya.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin kan?". Maira menumpahkan air matanya sambil melihat kearah Rian untuk mendapatkan jawaban lain karena jujur dia masih bingung dengan situasi yang terjadi namun Rian mengangguk pelan kepada wanita itu sehingga membuat Maira sangat syok.
Maira yang saat itu memang sedang tidak enak badan langsung tumbang saat Rian seolah membenarkan apa yang di ucapkan oleh tuan Dhika sehingga membuat Rian dan tuan Dhika sangat panik dan langsung memanggilkan dokter untuk memeriksakan keadaan Maira.
__ADS_1
"Cepat hubungi dokter pa". Seru Rian sambil menggendong tubuh Maira menuju kamarnya.
...----------------...