Aku Mencintai Istrimu

Aku Mencintai Istrimu
Part 71


__ADS_3

Jika di kamar Maira dan Rian suasana kehangatan sangat jelas terasa berbeda dengan kamar Dewantara, ya pria yang juga masih bermalam di hotel karena Anna masih berada di sana itu merasa sangat kesal pasalnya Anna yang di ajaknya untuk pulang saja ke rumahnya tidak mau mengikuti keinginannya itu jadi mau tidak mau dia harus bermalam di hotel juga bak seorang sahabat yang sangat setia.


Dewantara sangat kesal karena para sahabat Rian lain bermalam dengan pasangan masing-masing sedangkan dia harus tidur sendirian sehingga membuatnya semakin kesal saja, bahkan Anna saja tidak bermalam sendirian melainkan dia tidur dengan Shinta.


Anna memang sengaja menghindar untuk pulang ke rumah Dewantara karena selain statusnya yang bukan siapa-siapa, dia juga merasa sangat canggung dan segan dengan keluarga Dewantara yang dulunya adalah mantan majikannya sendiri sehingga sebisa mungkin dia mengulur waktu untuk tetap berada di hotel sembari memikirkan rencana selanjutnya untuk tidak tinggal di rumah Dewantara.


Anna sudah menolak dengan sangat tegas untuk tinggal di sana namun dia tidak bisa berbuat apa-apa ketika nyonya Dewi memohon penuh harap kepadanya agar dia bersedia tinggal bersama mereka sehingga membuat Anna tidak tega apalagi tuan Anwar juga ikut memohon kepadanya membuat dia merasa sangat di hargai dan di terima oleh mereka.


Bahkan tuan Anwar dan nyonya Dewi sudah memutuskan untuk tidak lagi menetap di luar negeri, mereka akan tinggal di Indonesia bersama Anna dan Dewantara apalagi saat mendengar alasan Anna menolak tinggal berdua saja dengan Dewantara yang tidak memiliki ikatan apapun dengannya.


Nyonya Dewi dan tuan Anwar sangat antusias menyambut kelahiran cucu pertama mereka sehingga mereka akan melakukan apapun asalkan Anna bahagia dan mau hidup bersama mereka bahkan dia akan mendapatkan apapun yang dia inginkan. Keluarga Dewantara juga berjanji tidak akan pernah memisahkan Anna dengan bayinya kelak walaupun hanya sebentar saja.


"Huh, rumit juga kasus percintaan mu ini". Ungkap shinta saat mendengarkan cerita Anna tentang kehamilannya dan juga hubungannya dengan Dewantara.


"Aku juga bingung harus bagaimana Shin". Jawab Anna pasrah.


"Kenapa tidak terima saja tawaran mereka untuk tinggal bersama lagipula kedua orang tua mas Dewa kan sudah berjanji akan menjagamu dan bayimu dengan baik?". Tanya Shinta.


"Entahlah, aku takut untuk memulai apapun yang aku sendiri masih ragu".


"Apa karena kamu tidak mencintai ayah dari bayimu?".

__ADS_1


"Aku tidak tahu tapi lebih tepatnya ayah dari bagiku juga tidak mencintai ku". Jawab Anna lirih.


"Jika itu permasalahannya maka buat dia jatuh cinta kepadamu, kamu itu cantik dan akan menjadi ibu dari anaknya pasti dia akan mudah jatuh cinta kepadamu, lagipula mereka keluarga yang sangat kaya An, kamu dan maira beruntung karena mendapatkan pria tampan dan juga kaya raya, andai saja ada salah satu teman atau kerabat mereka yang juga tidak kalah kaya jatuh cinta kepadamu, pasti akan langsung aku terima tapi dari semua sahabat mas Rian yang aku lihat mereka sudah punya pasangan". Ujar Shinta panjang lebar dari nada bicara yang menggebu-gebu sampai akhirnya dia lesu ketika melihat kenyataan tidak ada satupun sabahat Rian yang masih single.


Anna tertawa kecil mendengar ocehan Shinta yang tanpa henti itu, dia menyukai pribadi Shinta yang banyak bicara, polos dan mudah bergaul itu, semua sifat Shinta itu seolah menjadi penghibur tersendiri baginya yang saat ini menghadapi banyak masalah. Anna kemudian terpikir mengapa dia tidak mengajak Shinta saja untuk tinggal bersamanya di rumah Dewantara.


"Shinta, bukankah kamu mengatakan akan mencari pekerjaan di jakarta?". Tanya Anna.


"Iya, rencananya seperti itu karena sangat sayang sekali sahabatku punya perusahaan yang sangat besar tapi aku tidak memanfaatkan kesempatan untuk bekerja di perusahaan keluarga Mahendra, hihi". Jawab Shinta jujur.


Ya, Shinta memang berencana ingin meminta pekerjaan kepada Maira di perusahaannya dan akan menetap di jakarta tidak lagi kembali ke kota asalnya. Tentu saja dia ingin merasakan bagaimana hebatnya bekerja di perubahan Mahendra dengan gaji yang cukup besar apalagi dia juga ingin menghindari desakan kedua orang tua yang terus memaksanya untuk segera menikah karena di lingkungan tempat tinggalnya wanita seusia sudah harus menikah atau akan di panggil perawan tua padahal umurnya baru dia puluh dua tahun.


"Kamu akan tinggal dimana?". Tanya Anna lagi.


"Tidak perlu, kamu tinggal saja bersamaku di rumah mas Dewa, bagaimana?".


"A-apa?, apa kamu yakin An?". Tanya Shinta tak percaya dengan ide yang di dengar dari Anna itu.


"Tentu saja, rumah mas Dewa tidak kalah besar dengan mansion tuan Rian dan Maira, semua fasilitas tersedia di sana dan aku akan menyetujui tinggal di rumah itu asalkan kamu juga ikut tinggal di sana, bukankah kamu sangat beruntung Shin, bekerja di perusahaan besar dan tinggal di rumah besar pula". Rayu Anna.


Shinta tampak berpikir sejenak dan menatap kearah Anna yang memasang penuh harap kepadanya namun untuk permintaan Anna kali ini Shinta kurang setuju karena walau bagaimanapun dia tidak mau kehadirannya mengganggu keluarga Dewantara apalagi jika dia ikut bersama Anna maka Dewantara tidak akan punya kesempatan untuk memiliki waktu bersama dengan Anna.

__ADS_1


Shinta sangat yakin jika Dewantara sebenarnya sangat mencintai Anna namun Anna ya g sudah terlanjur sakit hati dan trauma terhadap pria itu menutup mata hatinya akan cinta dari pria itu sehingga dia harus menolak permintaan Anna agar mereka mempunyai lebih banyak waktu untuk di habiskan bersama sehingga cinta bisa tumbuh di hati keduanya seiring berjalannya waktu.


"Konyol An, mana mungkin aku numpang hidup pada keluarga mas Dewa, lagipula dia buka suamimu lain halnya jika aku memanfaatkan Maira untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan Mahendra, mereka sudah sah menjadi suami istri, atau kamu menikah saja dengan mas Dewa, bagaimana?". Celetuk Shinta dan langsung mendapatkan cubitan di perutnya oleh Anna.


"Aws sakit An". Ringis Shinta.


"Salah sendiri kamu bicara asal-asalan mana mungkin aku menikah dengan mas Dewa, kalau begitu aku akan menolak ajakan mereka dan tinggal bersamamu di kontrakan karena jika tinggal sendirian mereka pasti tidak akan mengizinkan ku". Ujar Anna.


Mendengarkan perkataan Anna, Shinta menepuk jidatnya sendiri karena misinya untuk mendekatkan Dewantara dengan Anna akhirnya gagal. "Tapi jika aku sedang bekerja kamu akan sendirian juga kan?". Tanya Anna khawatir.


"Tidak apa dari pada aku tidak punya teman di rumah besar mereka". Jawab Anna cuek.


Shinta sudah tidak bisa berkata-kata jika sudah seperti ini karena jika dia terus menolak Anna nanti wanita hamil itu akan menganggap jika dia keberatan untuk tinggal bersama dengannya namun untuk tinggal di rumah Dewantara juga Shinta pasti akan sangat segan karena dia sama sekali tidak mengenal keluarga Dewantara secara personal, wanita itu hanya melihat mereka dari kejauhan saja bahkan belum pernah bertegur sapa dengan mereka.


"Tenang aku tidak akan merepotkan mu". Sambung Anna lagi melihat Shinta hanya diam saja.


"Bukan itu masalahnya An, tapi aku pasti tidak akan tenang meninggalkan mu sendirian jika aku sedang bekerja apalagi kehamilanmu semakin membesar dan kamu bisa melahirkan kapan saja, bagaimana jika aku sedang tidak di rumah nantinya". Ujar Shinta serius.


"Tidak usah khawatir, kita akan mencari asisten rumah tangga, seperti yang kamu katakan jika kita harus memanfaatkan fasilitas yang ada bukan, ayah dari anakku orang yang sangat kaya raya". Jawab Anna sambil mengedipkan satu matanya kearah Shinta.


Tindakan Anna tersebut di sambut gelak tawa oleh Shinta karena Anna yang terlihat anggun itu sangat cepat terpengaruh oleh apa yang dia katakan. Begitulah kedua wanita yang belum lama saling mengenal itu dengan mudahnya menjadi sahabat karena meskipun karakter mereka yang sangat berbeda namun keduanya memiliki hati yang sangat baik.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2