
Anna yang awalnya menolak ide berenang dari Shinta justru sangat menikmati aktivitas di salam airnya itu, dia memang sudah sangat lama tidak berenang sehingga kecintaannya pada olahraga air itu sangat tersalurkan saat ini bahkan Shinta yang sudah kelelahan dan mengajak Anna untuk menyudahi aktivitas itu, Anna langsung menolaknya sehingga terpaksa Shinta beristirahat terlebih dulu di pinggir kolam.
"Aku menyerah An". Ujar Shinta sambil memakai kembali jubah mandinya dan menuju payung santai untuk beristirahat.
Anna tertawa kecil melihat Shinta yang sudah kelelahan apalagi sejak tadi wanita itu memang sangat bersemangat dan aktif di dalam air sedangkan Anna hanya bermain-main air dengan gerakan kecil di dalam kolam karena dia tidak mau sampai kelelahan dan berpengaruh kepada bayinya.
Sangking lelahnya Shinta langsung melahap habis cemilan dan minuman yang telah di sediakan oleh pelayan untuk mereka tadi sehingga membuat wanita itu tidur dengan pulas di bawah payung tersebut. Ya, Shinta memang tipikal orang yang mudah tidur dimana saja dan kapan saja yang dia mau bahkan dia juga sering tertidur saat di kantor yang membuat Ricko kewalahan menghadapi tingkah wanita itu.
Anna sama sekali tidak mempedulikan lagi Shinta sedang melakukan apa karena dia sungguh menikmati setiap detiknya ketika dia berada di dalam air bahkan dia juga sering mengajak bayi dalam kandungannya untuk berkomunikasi sambil membayangkan bagaimana wajah bayinya kelak.
"Mommy sudah tidak sabar menunggu kedatangan mu sayang, saat ini mommy juga sedang berenang seperti kamu yang berenang di dalam perut mommy". Ujar Anna lembut sambil tersenyum haru.
Rupanya aksi Anna di dalam air di pantau oleh sepasang mata elang dari dalam rumah bahkan pemilik mata itu sampai ketar ketir membayangkan bagaimana lekuk tubuh Anna yang hanya memakai Bikini di dalam air sana. Dewantara yang menepati janjinya untuk pulang lebih awal ternyata sudah berada di rumah dan mencari keberadaan Anna namun naasnya dia justru mendapati pemandangan yang membuatnya sudah bernapas.
Dewantara bahkan merasakan hawa panas di seluruh tubuhnya bahkan dia haru membuka jas dan juga beberapa kancing kemejanya agar sesak di dadanya sedikit berkurang. Dia sangat ingin menghampiri Anna agar Anna menyudahi aktivitas renangnya namun melihat betapa cantiknya Anna bukan hanya karena sedang berbikini ria dan seluruh tubuh wanita hami itu yang basah karena air saja namun juga senyum yang merekah di wajahnya membuat Dewantara mengurungkan niatnya dan terus menikmati pemandangan langka itu.
Pria itu memang jarang sekali bisa melihat Anna sebahagia itu dengan senyum yang tidak pernah lepas dari wajahnya karena selama ini Anna selalu berusaha memasang wajah datar di hadapannya sehingga Dewantara terus membiarkan Anna tetap melakukan apa yang membuatnya bahagia sedangkan Anna sendiri sudah lupa akan janjinya dengan Dewantara sore itu.
Namun tiba-tiba raut wajah Anna berubah karena dia merasa kakinya kaki dan keram, wanita itu sama sekali tidak dapat menggerakkan lagi kakinya sama sekali. Pemandangan itu juga tidak luput dari pantauan Dewantara bahkan pria itu langsung membuka seluruh pakaiannya hingga tersisa celana pendek saja untuk membantu Anna.
"Shinta, tolong aku kakiku keram". Seru Anna namun tidak ada jawaban sama sekali dari wanita itu.
__ADS_1
Anna sudah berusaha beberapa kali memanggil-manggil nama Shinta namun seperti biasa wanita yang hoby tidur itu sama sekali tidak mendengarnya karena tidurnya sangat pulas. Sehingga tanpa berpikir panjang lagi Dewantara langsung berlari menuju kolam renang untuk membantu Anna.
"Byuur". Terdengar jelas suara Dewantara yang masuk ke dalam air bahkan sampai membuat Shinta terkejut dan langsung terbangun.
Dewantara langsung meraih tubuh Anna dan menggendong ke pinggir kolam, pria itu harus bertarung melawan pikiran nakalnya dan menggunakan akal sehatnya apalagi saat ini dia menggendong tubuh Anna yang hanya mengenakan Bikini saja.
"Shiit". Umpat Dewa dalam hati saat dia ingin sekali menerkam tubuh Anna.
"Kamu baik-baik saja sayang?". Tanya Dewantara berusaha menetralkan pikirannya karena keselamatan Anna yang terpenting saat ini.
Dengan napas yang tersenggal Anna menganggukkan kepalanya dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dewantara karena dia merasa sangat malu dengan situasi saat ini. Dewantara menyadari hal itu dan dia tersenyum kecil melihat tingkah Anna kemudian pria itu langsung berjalan membawa Anna menuju kamar.
Sedangkan Shinta bertindak di luar dugaan, bukannya khawatir akan keadaan Anna dia justru kegirangan melihat aksi romantis Dewantara yang menyelamatkan sahabatnya itu bahkan dia melompat dan bersorak gembira karena menurutnya itu benar-benar seperti yang terjadi di dalam drama-drama korea yang sering dia tonton.
"Cekrek, cekrek, cekrek". Shinta langsung mengabadikan momen langka yang menurutnya sangat romantis itu.
"Apa yang kamu lakukan?". Tanya Dewantara kesal.
"Tentu saja mengabadikan momen romantis kalian, anggap saja aku adalah jasa fotografer gratis yang mengabadikan momen maternity shoot kalian berdua". Jawab Shinta cuek sambil melihat hasil cepretannya itu. "Oh ya ampun wajahmu sama sekali tidak ada tampan-tampannya pantas saja Anna tidak mau menikah dengan pria kaku seperti mu, ayo ulangi lagi tersenyum lah sedikit mas". Titah Shinta lagi.
Mendengar penjelasan Shinta, di luar dugaan Dewantara justru menyukai ide aneh dari wanita itu sehingga dia mengikuti apa yang di arah akan oleh Shinta kepadanya sehingga membuat Anna yang sejak tadi di gendongan Dewantara menjadi kesal.
__ADS_1
"Mas, kamu mengikuti saran aneh dari Shinta?". Tanya Anna tak percaya.
Dewantara menatap lembut kearah Anna dan tersenyum manis. "Apa yang di katakan oleh Shinta ada benarnya sayang, kita tidak punya foto maternity shoot". Ujarnya kemudian.
Shinta langsung melanjutkan aksi memotret nya apalagi momen yang tidak sengaja seperti itu membuat hasil foto lebih alami dan tidak seperti di rekayasa.
"Mas apa kamu sadar kita bahkan dengan pakaian yang sangat terbuka seperti ini?". Tanya Anna lagi.
Dewantara membulatkan matanya dan menyadari jika hampir seluruh lekuk tubuh Anna terekspos dengan sempurna sehingga dia langsung menyuruh Shinta menghentikan aksinya. "Sudah cukup hentikan, jangan sampai foto-foto itu kamu sebar kepada siapapun selain kepadaku, apa kamu mengerti?". Ancam Dewantara kemudian meninggalkan Shinta begitu saja.
"Kamu sudah melakukan kesalahan satu kali lagi dan kali ini kesalahan mu sangat fatal jadi aku akan pastikan kamu akan mendapat hukumannya". Seru Dewantara mengancam Shinta lagi.
"Iya-iya". Jawab Shinta cuek kemudian wanita itu justru melanjutkan tidurnya yang terganggu tadi tapa menyadari jika sahabatnya tadi sedang dalam bahaya.
Alih-alih menyusul Anna dan Dewantara untuk memastikan kondisi Anna, Shinta justru mengirim foto-foto yang tadi dia ambil kepada sahabatnya Maira, maka bisa di bayangkan bagaimana hebohnya kedua sahabat itu membicarakan tentang Anna dan Dewantara namun shinta tetap mengantisipasi agar foto tersebut tidak di lihat oleh Rian karena pasti akan fatal akibatnya bagi shinta apalagi Dewantara mengancamnya dengan sangat tegas.
"Oh ya ampun mati aku, Anna kan baru saja hampir tenggelam, aku harus melihat keadaannya dulu". Shinta menepuk keningnya sendiri akibat kelalaiannya yang hampir membuat Anna celaka dan dia juga mulai ketakutan dengan kemarahan Dewantara kepadanya.
Shinta berlarian menuju kamar Anna, rasa khawatir benar-benar menghinggapi dirinya apalagi dia membayangkan bagaimana keadaan bayi di perut Anna.
"Jagoan aunty, kamu harus kuat nak". Ujar Shinta.
__ADS_1
...----------------...