Aku Mencintai Istrimu

Aku Mencintai Istrimu
Part 32


__ADS_3

Pov Dewantara


Aku pria dewasa yang tampan dan juga mapan begitulah para wanita di luar sana menyebutku, banyak dari para wanita itu menggilai ku sampai-sampai mereka rela melakukan apapun demi memikat hatiku. Namun sayangnya aku justru jatuh cinta kepada wanita yang sama sekali tidak pernah menganggap keberadaan ku berarti dalam hidupnya.


Ayuna, wanita cantik yang menjadi incaran banyak pria itu lebih memilih rival ku sejak di bangku sekolah menengah pertama dulu di bandingkan aku. Rian Mahendra, aku benci padanya demi apapun dan sampai kapanpun karena dia selalu saja berada selangkah lebih depan di bandingkan aku.


Sekuat apapun aku merayu Ayuna tetap saja wanita itu tidak tergoda namun anehnya hubungan kami justru sudah layaknya pasangan yang sudah sahabat menikah dan aku yakin bersama Rian, Ayuna bahkan tidak pernah melakukannya. Entah apa yang akan di lakukan Rian kepada kami jika dia tahu apa yang telah kami lakukan di belakangnya, bukan sekali dia kali saja namun telah puluhan kali sampai aku atau Ayuna tidak dapat menghitung atau mengingatnya lagi.


Aku bukannya hanya ingin menikmati tubuhnya Ayuna tanpa mau menikahinya, beberapa nyali aku melamar meskipun aku tahu dia kekasih Rian namun dia menolak ku mentah-mentah, sehingga aku mengatakan kepadanya jika dia tidak mau menikah denganku, aku akan menikahi gadis lain namun Ayuna tetaplah Ayuna dia sama sekali tidak menggubrisnya dan mengatakan jika aku bisa menikahi siapapun tapi tidak akan dapat membuat ku jatuh cinta selain kepada dirinya.


Benar saja, aku menikahi gadis muda yang sangat cantik dan sederhana namun hatiku sama sekali tidak bergetar ketika aku bersamanya. Maira Syahila, gadis yang di jodohkan oleh mamaku dengan ku entah bagaimana awal mulanya itu namun aku tidak tertarik sama sekali untuk mencari tahu hal apapun tentang dirinya.


Selain cantik gadis itu baik dan penurut, dia tidak mencampuri urusanku seperti yang aku minta darinya bahkan dia bisa bertahan denganku sampai dua tahun lamanya tanpa mengeluh, pantas saja jika mamaku sangat menyayanginya layaknya putrinya sendiri. Namun dua tahun pernikahan itu juga takkan mampu meluluhkan hati Ayuna agar berpaling dari Rian dan memilih menikah denganku.


Selama pernikahanku dengan Maira aku masih tetap mengejar cinta Ayuna bahkan kami masih berhubungan sama seperti sebelum aku menikahi Maira, kejam memang kedengarannya karena walaupun bagaimanapun aku sudah mengkhianati istriku yang baik dan lugu itu tapi obsesi ku kepada Ayuna membuat mata batinku tertutup rapat.

__ADS_1


Sampai pada akhirnya aku memilih cara nekat agar Rian mengetahui tentang hubunganku dengan Ayuna, ya secara tidak langsung aku mengundang Rian untuk menyaksikan secara langsung pergulatan dan keintiman hubungan kami secara langsung agar Rian mencampakkan Ayuna dan aku yang akan mendapatkannya.


Ya, Rian memang mencampakkan wanita itu dengan sadis dan kejamnya bahkan Ayuna tidak bisa mendekati Rian lagi walaupun dengan berbagai cara karena pria itu memang punya kekuasaan yang luar biasa.


Setelah Rian mencampakkannya, Ayuna bukannya malah semakin dekat denganku, dia justru membenciku karena aku bilang keladi dari murkanya Rian kepada dirinya. Ayuna terus menghindari dan tidak mau lagi berhubungan denganku sejak saat itu meskipun aku tetap saja selalu memantau diam ampun keberadaannya.


Aku yang putus asa sempat berpikir mengapa tidak memulai hubungan baru saja dengan wanita yang jelas-jelas telah menjadi istri sahku, ya terbersit di benakmu untuk lebih mengenal Maira dan mencoba melupakan Ayuna yang terus menghindari ku itu namun aku tidak tahu harus memulainya dari mana karena dosa-dosaku terhadap Maira membuat aku cukup malu pada diriku sendiri tapi tekad ku sudah bulat untuk memulai hidup yang mungkin lebih indah bersama istriku yang sangat cantik Maira.


Hingga suatu hari aku cukup terkejut saat salah satu orang suruhan ku yang aku perintahkan untuk memata-matai Ayuna mengatakan jika wanita itu sedang sakit dan di rawat di salah satu rumah sakit.


Namun bukannya membantu Ayuna, justru aku sendiri yang jatuh sakit karena mendengar kenyataan langsung dari dokter yang merawat ayun jika wanita itu mengidap penyakit menular yang mematikan yang aku sendiri sangat takut menyebutkannya karena salah satu cara penularannya adalah dengan hubungan badan antara penderita dengan orang lain.


Deg....


Dunia serasa berhenti berputar saat aku mengetahui kebenaran tentang Ayuna, aku takut, aku rapuh dan aku kehilangan seluruh isi dunia yang selama ini sangat indah bagiku, mungkinkah aku juga akan tertular penyakit yang di derita oleh Ayuna mengingat hubungaku dengan wanita itu cukup intens.

__ADS_1


Aku juga mendapatkan kenyataan jika bukan hanya aku pria yang Ayuna berikan akses untuk menikmati tubuhnya, wanita itu ternyata menjadi simpanan banyak pria kalangan atas seperti ku dan Rian namun beruntung Rian karena dia tidak pernah menikmati keindahan sesaat yang di tawarkan oleh Ayuna.


Berhari-hari aku tidak pulang kerumah karena ketakutanku yang berlebihan, aku takut dan malu kepada istriku sendiri tanpa alasan padahal Maira sama sekali tidak mengetahui apapun tentangku dan Ayuna. Sejak saat ini aku bahkan sering tidak pulang karena alasan pekerjaan padahal aku sering menghabiskan waktu ku di apartemen milikku untuk menghindari Maira.


Aku menunggu dalam beberapa bulan ini untuk mengetahui kondisi tubuhku apakah sistem imun ku akan menurun drastis seperti Ayuna, jika itu terjadi maka benar saja aku juga telah tertular. Padahal mudah saja aku untuk melakukan tes langsung ke rumah sakit namun ketakutan selalu saja menahan langkahmu untuk mengetahui kenyataan secara langsung sehingga menyendiri adalah hal paling bijak menurutku.


Dalam perasingan ku, aku mendengar jika Maira sudah menyelesaikan kuliahnya lebih awal dari waktu yang di tentukan bahkan tidak lama kemudian dia juga sudah mendapatkan pekerjaan, ingin rasanya aku sesekali mengantar atau menjemput istriku dari kantornya sebagai bentuk perhatianku kepadanya namun bayang-bayang penyakit mematikan itu terus menghentikan langkahku sehingga bukannya bertambah dekat hubungan ku dengan Maira justru semakin menjauh saja.


Dalam beberapa bulan ini aku tidak merasakan apapun yang berbeda dan berubah dariku, berat badanku juga tidak turun dan aku tidak merasakan keluhan apapun. Sehingga ku beranikan diriku untuk datang ke dokter terbaik di luar negeri untuk memeriksa kondisi kesehatanku yang sebenarnya.


"Kondisi kesehatan anda sangat baik tuan, tidak ada masalah apapun dari medical checkup yang kita lakukan". Kaya demi kata yang di ucapkan oleh dokter tersebut membuat segala sesuatu yang pernah hilang di hidupku beberapa bulan yang lalu pun kembali pada tempatnya semula.


Aku sehat, aku tidak tertular dan juga tidak terjankit penyakit apapun juga. Maira, aku akan pulang kita akan memulai segala sesuatunya dari awal, maafkan aku pernah mengabaikan mu demi wanita yang jangankan mencintaiku, mencintai dirinya sendiri dia tidak bisa, namun sayangnya setiba aku di Indonesia Maira justru sedang berada di luar negeri untuk perjalanan bisnisnya, tpi tidak apa, aku dan Maira punya banyak waktu dan kesempatan untuk bersama.


Pov End....

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2