Aku Mencintai Istrimu

Aku Mencintai Istrimu
Part 62


__ADS_3

Setibanya mereka di rumah Anna, Dewantara kembali mengulangi aksi tak biasanya yaitu dengan kembali menggendong Anna meskipun di tengah gempuran pukulan dari wanita hamil itu. Maira sendiri tidak mengeluarkan sepatah katapun melihat tingkah mereka hanya saja tatapan dari wanita itu sangat terlihat mengintimidasi kedua pasangan di hadapannya itu.


Maira tidak habis pikir bagaimana bisa pria yang merupakan mantan suaminya itu bisa bersikap semanis itu kepada Anna padahal selama mereka masih memiliki ikatan pernikahan nyaris tidak pernah Dewantara bersikap manis kepada dirinya sehingga Maira yakin jika Anna sudah mampu meluluhkan kerasnya hati Dewantara.


Jika tentang hubungan apa yang sedang terjalin di antara mereka Maira tentu sudah mengetahuinya karena melihat Dewantara yang sangat khawatir akan keadaan Anna dan juga bayinya, sudah bisa di pastikan jika Dewantara adalah ayah dari bayi tersebut namun yang membuatnya menatap kedua pasangan itu dengan tatapan yang sangat mengintimidasi adalah karena dia sangat ingin tahu dan sangat ingin mendengar penjelasan dari keduanya bagaimana bisa Anna sampai mengandung anak Dewantara.


Namun jauh di lubuk hatinya Maira turut bahagia karena ternyata Dewantara benar-benar sudah berubah dan terlihat jelas jika dia sangat bertanggungjawab kepada Anna dan bayinya sehingga dia sedikit lebih tenang sekarang karena Anna akan ada yang melindungi. Maira juga tersenyum miris meratapi nasibnya yang menikah bertahun-tahun dengan Dewantara namun dia sama sekali tidak pernah di sentuh oleh pria itu sedangkan Anna bahkan tanpa ikatan pernikahan dia mampu mengandung bayi dari mantan suaminya itu.


Bukan hanya itu yang membuat Maira miris akan nasibnya sendiri, dia juga merasa jika anna sangat beruntung karena mendapatkan perhatian yang sangat luar biasa bahkan tanpa keraguan atau penolakan sedikitpun dari Dewantara terhadap anak yang ada di dalam kandungannya sedangkan dia sendiri masih setia dalam kesendiriannya yang tak berujung dan nasib cintanya yang tidak jelas itu.


"Istirahat lah". Ucap Dewantara lembut sembari meletakkan tubuh Anna di atas kasur dan menyelimuti tubuh Anna.


"Sekarang pergilah dari rumahku, tugasmu mengantarkan ku sudah selesai". Jawab Anna lirih, wanita itu membelakangi Dewantara seolah tidak ingin jika pria itu tetap berada di sana.


Dewantara menghela napas melihat berapa keras kepalanya Anna, dia juga melihat kearah Maira yang mematung di ambang pintu seolah memberi isyarat kepada Maira agar meninggalkan dirinya berdua dengan Anna saja di sana. Maira yang mengerti akan keadaan yang terjadi langsung meninggalkan kamar Anna dan memberikan waktu agar mereka bisa berbicara berduaan saja.


Setelah tinggal berdua saja di kamar tersebut Dewantara kemudian naik ke tempat tidur Anna dan membaringkan tubuhnya di samping wanita itu sambil memeluk Anna dari belakang. Menghirup harum tubuh Anna sebanyak-banyaknya seolah dia sangat merindukan wanita itu dan tangannya mengelus-elus perut buncit Anna penuh kasih sayang sehingga Anna yang ingin memberontak seolah terhipnotis dengan sikap manis dan rasa nyaman yang di salurkan oleh pria itu.

__ADS_1


"Biarkan seperti ini sebentar saja, aku sudah sangat lelah mencari dirimu jadi biar aku beristirahat sebentar saja". Bisik Dewantara di telinga Anna sehingga membuat wanita itu merasa geli karena hembusan napas Dewantara di sekitar telinga dan lehernya.


"Tidakkah kamu kasihan padaku An, karena kamu menghilang begitu saja aku seperti orang yang sudah tidak waras mencari mu kemana-mana". Sambungnya lagi.


Saat tangan Dewantara terus mengelus perut Anna tiba-tiba bayi di dalam kandungan Anna memberikan gerakan yang sangat jelas terasa oleh Dewantara sehingga pria itu sangat merasa bahagia dan antusias.


"Hai sayang, apa kamu juga merindukan daddy mu hemm, tenang saja sekarang daddy di sini dan tidak akan meninggalkan kalian lagi". Ujar Dewantara lirih dan tanpa terasa air matanya jatuh seketika sangking terharunya.


Anna juga ikut terharu dengan momen itu apalagi ketika mengetahui jika Dewantara ternyata mencari dirinya dan mengingat bahwa Dewantara tidak menanyakan atau meragukan sedikitpun bayi yang ada di dalam kandungannya itu namun Anna tidak berharap apapun dari semua itu karena dia tahu jika pria yang sedang memeluknya dengan erat itu sama sekali tidak mencintai dirinya bahkan semua yang terjadi di antara mereka hanyalah sebuah kecelakaan yang tidak mereka inginkan.


Anna tahu jika apa yang di lakukan oleh Dewantara saat ini hanyalah bentuk tanggungjawabnya saja kepada anak yang sedang di kandungnya sehingga dia tidak akan menaruh harapan apapun kepada Dewantara dan akan menutup rapat pintu hatinya kepada pria itu karena dia tidak mau merasakan kecewa dalam hal percintaan untuk kedua kalinya.


Hal itu berlangsung beberapa saat sampai akhirnya Dewantara mendengar dengkuran halus dari Anna yang menandakan jika wanita itu telah tertidur pulas sehingga dia segera meninggalkan Anna agar tidur wanita itu tidak terganggu, rupanya Anna merasa sangat nyaman ketika Dewantara memeluknya dari belakang sehingga membuat dirinya tertidur pulas.


Keluar dari kamar Anna, Dewantara berkeliling melihat-lihat kondisi rumah Anna yang sangat indah menurutnya sampai pada akhirnya dia melihat Maira yang sedang duduk di taman belakang sembari menatap matahari di senja hari itu, ya matahari di senja itu tampak sangat indah dan menenangkan jiwa siapapun yang melihatnya.


"Mataharinya sangat indah". Ujar Dewantara membutmyarkan lamunan Maira, entah apa yang sedang di pikirkan wanita itu namun dia sangat asik dengan pikirannya itu sampai membuatnya tidak menyadari kehadiran Dewantara.

__ADS_1


"Mas, dimana Anna?". Tanya Maira.


"Dia sudah tertidur sepertinya dia benar-benar merasa kelelahan. Maira sejak kapan Anna dan kamu berada disini?". Tanya Dewantara penasaran.


Maira kemudian menceritakan jika dia dan Anna juga baru saja bertemu secara tidak sengaja di sini dan Maira juga tidak mengetahui sebelumnya jika Anna sedang mengandung. Mereka membicarakan banyak hal sore itu termasuk tujuan Dewantara berada di negara itu yang ternyata untuk melakukan sebuah kerja sama dengan sebuah perusahaan cukup besar dan keberadaannya di rumah sakit siang tadi adalah untuk mengunjungi rekan bisnisnya yang sedang di rawat di sana bahkan dia sudah membuat janji untuk itu namun sayangnya dia melupakan semua itu hanya demi bersama Anna.


Maira sendiri tidak ingin mempertanyakan lagi tentang bagaimana bisa Anna hamil anak Dewantara karena menurutnya itu semua buka urusannya namun Maira hanya ingin memastikan jika Anna tidak akan mengalami apa yang pernah dia alami selama menikah dengan Dewantara.


"Jaga dia dengan baik mas, jangan pernah sakiti dia dan membuatnya menderita, Anna wanita yang sangat baik". Ucap Maira serius di sela pembicaraan mereka.


"Aku tidak bisa menjanjikan apapun Maira, tapi yang pasti Aku tidak ingin menjadi Dewantara yang dulu lagi dimana saat itu Aku tidak peduli tentang apapun selain tentang kebahagiaan dan obsesiku saja apalagi sebentar lagi Aku akan menjadi seorang ayah". Jawab Dewantara.


"Baiklah, Aku percaya sama kamu dan jika kamu menyakiti Anna Aku yang akan membawa pergi sejauh mungkin darimu". Ancam Maira lagi.


"Ya Aku percaya jika kamu bisa melakukannya dengan mudah saat ini, bahkan untuk menemui mu saja dulu Aku tidak bisa karena kekuasaan dari papamu tidak bisa di anggap enteng". Celetuk Dewantara.


Mereka akhirnya berbincang-bincang sampai akhirnya Maira pulang ke rumahnya karena dia merasa jika Anna aman bersama Dewantara. Dewantara sendiri sudah memutuskan untuk tidak akan pergi kemanapun karena dia takut jika Anna akan kembali menghilang, dia juga sudah tidak peduli lagi tentang perjalanan bisnisnya karena dia sudah menyerahkan semuanya kepada asisten pribadinya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2