Aku Mencintai Istrimu

Aku Mencintai Istrimu
Part 63


__ADS_3

Sudah satu minggu sejak Dewantara menemukan Anna dan pria itu masih setia menemani wanita hamil itu dengan tinggal di rumah Anna meskipun wanita itu sudah kerap kali mengusirnya baik secara langsung maupun tidak langsung namun Dewantara seolah tidak tahu malu dan tetap saja menutup telinganya dari pengusiran yang Anna lakukan.


Anna juga di buat jengah dengan sikap Dewantara yang terlalu over protective terhadapnya bahkan Anna juga sudah bosan dengan pertanyaan Dewantara yang terus menanyakan kapan jadwal Anna untuk mengontrol ulang kandungan karena pria itu sungguh tidak sabar ingin melihat bayi di dalam kandungan Anna secara langsung.


"Kapan kita akan bertemu dengan anak kita?". Begitulah pertanyaan yang setiap saat di tanyakan oleh Dewantara kepada Anna dan sama sekali tidak pernah menjawabnya lagi sangking muaknya dia dengan pertanyaan tersebut.


Anna tidak bisa membayangkan jika Dewantara lebih lama lagi tinggal bersamanya, bisa di bayangkan bagaimana jenuhnya dia dengan sikap berlebihan yang di tunjukkan oleh pria tersebut sehingga kali ini Anna sudah tidak tahan dengan sikap yang sangat berlebihan dari Dewantara sehingga dia memasukkan semua pakaian Dewantara kedalam koper dan menyerahkannya kepada Dewantara agara pria itu segera meninggalkan rumahnya karena dia ingin kebebasannya segera kembali seperti semula bahkan sejak Dewantara tinggal di rumahnya Maira juga sudah jarang mengunjungi.


Bukan tanpa alasan Maira jarang mengunjungi Anna, selain dia sedang sibuk dengan ujian akhirnya untuk mendapatkan gelar masternya, Maira juga memberikan kebebasan kepada Anna dan juga Dewantara agar mereka bisa semakin dekat satu sama lain. Maira seperti sangat bersemangat untuk melihat kebahagiaan di antara kedua orang yang sangat berhubungan dengan hidupnya itu.


Maira juga bersemangat untuk menyelesaikan studinya dalam waktu dekat karena dia ingin hidupnya terus berjalan di masa sekarang dan masa akan datang bersama dengan papanya. Setelah puluhan tahun berpisah tidak adil rasanya jika dia meninggalkan tuan Dhika lagi sendirian dan hanya memikirkan tentang perasaannya tanpa mempedulikan tentang kerinduan dan kesepian yang menyiksa papanya itu.


Maira ingin fokus menemani masa tua sang papa dan hidup bahagia bersama satu-satunya orang tuanya yang masih tersisa. Jika di tanya tentang bagaimana kelak jika dia harus kembali bertemu dengan Rian maka sampai saat ini Maira belum memiliki jawabannya karena dia tidak tahu harus memulai hubungan dengan Rian dari mana sehingga dia akan menyerahkan segala sesuatunya pada takdir cintanya yang akan membawa hubungan mereka kemana kelak.


Maira yakin jika segal sesuatunya pasti akan ada akhirnya termasuk kisah cintanya dengan Rian sama halnya dengan kisah Anna dan Dewantara yang meskipun belum jelas akhirnya namun jika takdir berkehendak mereka akan bertemu maka pertemuan itu tidak akan terelakkan, begitu juga dia dan Rian kelak namun jika pun dia dan Rian tidak akan pernah bertemu lagi maka dia akan meyakinkan dirinya jika itu semua yang terbaik menurut takdir.

__ADS_1


Kembali ke rumah Anna yang awalnya aman dan nyaman namun sejak kedatangan Dewantara ke rumah tersebut kerap kali terjadi keributan yang kebanyakan di mulai oleh Anna sendiri. Dia menghampiri Dewantara dengan koper di tangannya dan mendorong kasar di hadapan pria itu.


"Ini semua barang-barang mu dan cepat pergi dari sini". Ujar Anna tegas kepada Dewantara yang asik bersantai di ruang tamu tanpa ada rasa canggung sedikitpun bahkan pria itu kerap kali memakai celana pendek dan bertelanjang dada sesuka hatinya di rumah Anna tanpa rasa malu sedikitpun seolah dia sengaja menggoda Anna.


"Ck, aku tidak akan kemanapun Annabelle sudah berapa kali aku mengatakannya". Jawab Dewantara tanpa beban.


"Lalu sampai kapan kamu akan di sini dan terus mengganggu hidupku?". Tanya Anna ketus.


"Mengganggu?, di bagian mana aku mengganggu dirimu, bukankah sejak kedatangan ku kemari kamu tidak sendirian lagi, aku juga selalu memasakkan makan lezat untukmu dan anak kita agar kalian tidak kelaparan karena jika anakku menunggu mommy nya yang memasak maka dia pasti akan kelaparan di dalam sini". Jelas Dewantara panjang lebar.


Emosi Dewantara sungguh sangat memuncak sangat mendengar apa yang di ucapkan oleh Anna namun dia sebisa mungkin menahan amarahnya itu karena walau bagaimanapun dia tidak ingin membuat Anna trauma dengan sikap kasarnya sama halnya dengan Maira dulu sehingga dia memilih untuk mengalah saja apalagi Anna sedang mengandung anaknya.


Dewantara berdiri tepat di hadapan Anna dan menghela napasnya sambil memegang kedua pundak Anna. "Annabelle, bagaimanapun usaha mu agar aku meninggalkanmu maka itu akan sia-sia saja begitu juga bagaimanapun usaha mu untuk menjauh dariku. Aku akan selalu berada di dekatmu karena aku tidak akan bisa hidup jauh dari anakku, Aku tahu An, Aku memang bukan manusia yang baik tapi setidaknya biarkan Aku mencoba untuk menjadi ayah yang baik untuk anakku". Ujar Dewantara lembut dan penuh penekanan.


Anna menatap mata Dewantara dengan jarak yang sangat dekat di hadapannya dan dia melihat ketulusan di dalam sana sehingga dia tidak bisa membantah apapun yang di katakan oleh Dewantara karena bagaiamanapun bayi dalam kandungannya juga anak Dewantara dan selama ini pria itu tidak pernah menolak atau meragukan akan hal itu.

__ADS_1


Untuk mencoba pergi jauh lagi dari pria itu juga mustahil dia lakukan karena dia tahu persis sifat Dewantara yang sangat posesif terhadapnya, pasti pria itu sudah menyiapkan pengawal yang akan terus mengawasi gerak geriknya meskipun dia belum pernah melihat mereka di sekitar rumahnya.


"Jika kamu tidak nyaman dengan kehadiranku maka lakukanlah apapun yang kamu lakukan sebelum aku berada di sini dan aku tidak akan melarang asalkan aku terus mengawasimu dan terus berada di sisimu, percayalah kepadaku An, aku tidak akan merepotkan hidupmu". Sambung Dewantara lagi dengan penuh ketulusan.


Anna yang mendengar dan melihat langsung seorang Dewantara yang angkuh bisa bicara dengan lembut dan penuh kesabaran itu langsung berinisiatif untuk segera menjauh dari sana karena dia tidak ingin hatinya luluh begitu saja dengan sikap manis yang selalu coba di tunjukkan oleh pria itu.


"Run Annabelle, run kamu tidak perlu bersimpati kepada pria yang telah merusak masa depanmu tanpa rasa bersalah sedikitpun bahkan dia tidak pernah meminta maaf kepadamu atas semua kesalahannya itu". Batin Anna mencoba mengembalikan kesadarannya.


"Ck, terserah lakukan sesukamu tapi tolong jaga jarak denganku karena berada di dekatmu membuatku tidak nyaman". Jawab Anna ketus sambil pergi meninggalkan Dewantara begitu saja.


Melihat Anna yang sangat jelas kelihatan salah tingkah itu membuat Dewantara tersenyum, baru kali ini pria itu menyadari jika di balik sikap Anna yang selalu serius dan tegas ternyata wanita yang sedang mengandung anaknya itu sangatlah manis dan lucu.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi Annabelle, apalagi sekarang ada alasan yang selalu bisa Aku jadikan agar Aku bisa selalu berada di dekatmu". Batin Dewantara sambil tersenyum melihat tubuh Anna yang sedang hamil tua itu menjauh.


Belum lagi Dewantara merasa jika Anna sangatlah menarik dengan perutnya yang membesar namun tubuhnya tetap saja kurus bahkan jika di perhatikan secara sekilas Anna sedang berpura-pura hamil dengan memasukkan bantal atau sejenisnya ke dalam perutnya itu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2